Home / Headline / Infrastruktur / Nasional

Rabu, 6 Juli 2022 - 21:09 WIB

Dugaan Pungli di BPN Bekasi Di Bantah Menteri Hadi Tjahjanto

NasionalPos.com,Bekasi– Diperoleh informasi beberapa waktu lalu, yang menyebutkan adanya salah seorang warga dari Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, telah mengaku menjadi korban dari praktik pungli dan menyebut bahwa praktik suap ini terjadi mulai dari lapisan paling bawah, informasi tersebut hingga sampai terdengar oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto yang kemudian direspon cepat dengan mendatangi rumah-rumah warga di dua kelurahan di wilayah Jatimelati dan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Hadi ingin memastikan proses pengurusan sertifikat di BPN mudah dan bebas dari unsur pungutan liar (pungli).

Terkait adanya kabar pemberitaan adanya pungutan liar terhadap warga saat mengurus surat sertifikat dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), kemudian Menteri Hadi menegaskan kejadian pungutan liar di wilayah Jatimurni tidak terjadi.

Baca Juga  Dalam rangka OPS Yustisi Polres Tanjungbalai lakukan Kegiatan pembagian masker

“Pungutan di sini tidak ada. Saya cek langsung ke masyarakat, pertama apakah dalam pengurusan PTSL ini ditarik biaya, mereka menjawab gratis, proses cepat, dan pelayanan juga baik,” tegas Hadi di Bekasi, Rabu ,(6/7/2022).

Mantan Panglima TNI ini meminta agar kepala Kantor BPN khususnya di Bekasi, Jawa Barat, mempermudah dan mempercepat proses pengurusan tanah. Sebab sertifikat tanah penting bagi setiap warga sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

“Saya minta kepada kepala Kantor Pertanahan di Bekasi supaya terus diakselerasi baik melalui PTSL maupun mandiri agar diberi kemudahan. Agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas haknya, dan tidak ada lagi masalah tumpang tindih kepemilikan lahan,” tutur Hadi.

Baca Juga  Rusia Klaim Hancurkan Fasilitas Militer Ukraina

Hadi juga menjelaskan bahwa  masih ada 46 juta bidang tanah yang belum bersertifikat, dari total 126 juta secara keseluruhan. Ia mengingatkan jajarannya di daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan untuk bekerja secara maksimal dan mempercepat program PTSL.

“Saya harap seluruh kepala kantor bisa mempercepat perolehan bidang tanah di mana targetnya ada 126 juta, kini yang terealisasi sudah 80 juta. Kita kejar terus kekurangannya sehingga setiap kota, kabupaten hingga kecamatan saya tantang bisa lengkap,” pungkas Hadi.(*)

Share :

Baca Juga

Qantas

Ekonomi

Maskapai Qantas Rumahkan 20 Ribu Karyawan
penerima kjp plus Bank DKI

Ekonomi

BMAK Bakal Desak BPK Audit Investigasi Dana KJP plus & Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Mengendap di Bank DKI Sebesar Rp 82, 97 Milyar
Jokowi Not Fund

Headline

Amnesty International Anggap Pemerintah Bungkam Kebebasan Berpendapat Soal Mural
virus corona 5

Headline

WNI Diminta Waspada, Italia Berlakukan Isolasi Total Cegah Virus Corona
nurrachman Oerip edit

Headline

Di Usia ke 77, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat & Lebih Mewaspadai hadapi Kepentingan Global Demi Jaga Kedaulatan
Rijal kobar 1

Nasional

Korps 212 Instruksikan Anggotanya Untuk Ikut Aksi Bela Palestina
NU

Nasional

NU: 1 Ramdhan 1443 H Pada Minggu, 3 April 2022
Herman Herry

Headline

Dua Politisi PDIP Ini Disebut Dipersidangan Dapat Jatah Bansos Covid-19