Home » Nasional » Guntur Priambodo: Birokrat yang Naik dari Akar Rumput ?

Guntur Priambodo: Birokrat yang Naik dari Akar Rumput ?

- Banyuwangi 25 Apr 2025 124

 

BANYUWANGI, NASIONAL POS –

Jejak Rekam terhadap sosok Guntur Priambodo, birokrat senior yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Banyuwangi.

Penelusuran versi Banyuwangi Update, sosok Guntur Priambodo berbekal pengalaman panjang di dunia birokrasi dan latar belakang akademik yang kuat, Guntur tampil sebagai figur yang mampu menjadi jangkar stabilitas pemerintahan di tengah masa transisi politik.

Guntur meraih gelar Doktor Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan predikat cumlaude. Basis keilmuan ini menjadi landasan kuat dalam pendekatan kebijakan berbasis data dan keberlanjutan lingkungan, terutama saat memimpin Dinas PU Pengairan. Di dinas tersebut, ia dikenal luas sebagai pemimpin yang turun langsung ke lapangan dan memahami seluk-beluk teknis infrastruktur air.

Baca Juga :  PK Jhoni Allen Marbun Ditolak Mahkamah Agung

Selain itu, Guntur pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Kariernya di lingkungan sekretariat daerah mencakup posisi Asisten Administrasi Umum, kemudian Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Rentang pengalaman lintas sektor ini menjadikannya figur yang paham betul denyut nadi birokrasi Banyuwangi, dari aspek sosial hingga teknokratis.

Setelah dilantik sebagai Pj Sekda pada September 2024, Guntur langsung memimpin langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan iklim dan penguatan layanan publik. Ia juga memerintahkan langkah antisipatif untuk meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi melalui optimalisasi drainase dan koordinasi lintas dinas.

Namun, tantangan yang dihadapi Guntur tidak hanya bersifat teknis. Pasca Pilkada Banyuwangi 2024, situasi birokrasi memerlukan sosok penyeimbang yang netral, berpengaruh, dan dihormati di semua lini. Dalam konteks ini, kehadiran Guntur sebagai Pj Sekda berperan penting sebagai figur peneduh. Ia membawa ketenangan di tengah dinamika politik yang masih berproses, menjaga irama kerja pemerintahan tetap produktif, serta memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa terdistraksi oleh agenda politik.

Baca Juga :  Ada Apa Dengan Pelindo III Sejak 2013 Hak Warga Desa Lembar Belum Dibayar?

Dedikasinya diakui publik saat menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Banyuwangi 2023 kategori loyalitas pengabdian. Penghargaan tersebut mencerminkan persepsi masyarakat atas etos kerja dan integritas yang telah dibuktikannya selama bertahun-tahun.

Kini, dengan rekam jejak yang lengkap, pemahaman lintas sektor, serta keteguhan dalam menjaga netralitas dan efektivitas birokrasi di masa pasca Pilkada, selayaknya Guntur Priambodo diangkat menjadi Sekretaris Daerah definitif Banyuwangi.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x