Home » Headline » Implikasi Tragedi Ekologis di Aceh, Sumbar & Sumut, Biru Voice Serukan Pertobatan Ekologis.

Implikasi Tragedi Ekologis di Aceh, Sumbar & Sumut, Biru Voice Serukan Pertobatan Ekologis.

dito 04 Des 2025 238

NasionalPos.com, Jakarta-

Jelang akhir tahun tepatnya 26 November 2025, bencana besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera bukan sekadar fenomena hujan ekstrem atau siklus cuaca yang dikaitkan dengan La Niña, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Kamis, 4/12/ 2025 di Jakarta.

“Narasi itu terlalu sederhana untuk sebuah tragedi ekologis sebesar ini.Ketika rumah-rumah warga hanyut, ribuan hektare sawah tenggelam, kayu gelondongan memenuhi sungai, dan warga kehilangan tempat tinggal, ” ucap Suryo Susilo.

Jelas, lanjut Suryo, bahwa ini bukan sekadar fenomena alam. Ini adalah respons balik dari bumi yang sudah terlalu lama disakiti, dan di eksploitasi secara membabi buta oleh mereka yang mengeruk kekayaan alam untuk kepentingan pribadi nya, Manusia menebang hutan, merusak sungai, membuka tambang tanpa pengawasan yang ketat dari oknum aparat pemerintah maupun tanpa bertanggung jawab, menimbun rawa dan daerah resapan air, lalu ketika alam membalas, manusia menyebutnya musibah takdir.

Baca Juga :  Soal Pengondisian Temuan BPK, Sekjen Kemenhub Diperiksa KPK

“Padahal banyak di antaranya adalah buah dari kelalaian kebijakan dan kerakusan ekonomi.Tsunami 2004 pernah mengajarkan Aceh dan seluruh warga bangsa Indonesia bahwa alam tidak bisa diremehkan. ” Tukas Suryo

Namun, imbuh Suryo, pelajaran itu rupanya memudar, digantikan dengan logika ekonomi ekstraktif yang mengorbankan ekosistem. Kini, bumi kembali menegur dan teguran itu datang dengan harga yang sangat mahal. Padahal regulasi sudah jelas. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Permen LHK Nomor 26 Tahun 2018 menegaskan bahwa alih fungsi hutan lindung dan eksploitasi kawasan resapan air harus dengan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Baca Juga :  Menang Praperadilan, KPK Segera Tuntaskan Kasus PT ASDP

“Bencana ini seharusnya menjadi titik balik. Indonesia tidak bisa lagi membangun dengan logika ekonomi yang mengorbankan ekologi. Pembangunan yang merusak alam adalah kemajuan semu bahkan kemunduran.” Tandas Suryo.

Di akhir perbincangan, Suryo mengingatkan agar sudah waktunya pemerintah menghentikan ekspansi tambang dan perkebunan di wilayah rawan bencana, memperkuat pengawasan lingkungan, menindak tegas pelaku perusakan hutan dari level pekerja hingga pemodal, dan melibatkan masyarakat adat, ulama, akademisi, serta organisasi sipil dalam restorasi ekologis.

” Alam sudah mengingatkan bangsa Indonesia untuk melakukan pertobatan ekologis dengan sikap dan perilaku yang lebih memprioritaskan pelestarian alam beserta Ekosistem lingkungan hidup nya, daripada mengejar keuntungan finansial yang tidak bertanggung jawab.” Pungkas Suryo Susilo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Respons Aspirasi Pedagang, Pemdes Cipendeuy Buka Dialog Soal Sistem Parkir Pasar Cipeundeuy

Dewi Apriatin

02 Mar 2026

Bandung Barat,NASIONALPOS .COM<>   2 Maret 2026 – Pemerintah Desa Cipendeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, angkat bicara terkait polemik pemasangan sistem gateway parking di Pasar Tradisional Cipeundeuy yang sebelumnya disebut dilakukan tanpa sosialisasi dan perencanaan matang. Kepala Desa Cipendeuy, Rusmana, menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah kebijakan mendadak. Menurutnya, program itu telah dirancang sejak beberapa bulan …

Momentum Kedua Anas Urbaningrum dalam Pentas Politik Nasional

Dhio Justice Law

01 Mar 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Pesta Demokrasi Tanah Air masih tiga tahun lagi, namun publik mencermati mesin politik mayoritas partai politik mulai dipanaskan. Branding partai dan sosok atau figure pun dibangun. Meski ada pesimis dibenak sebagian publik Tanah Air menyaksikan sepak terjang para elit politik yang kerap mengecewakan dan tak …

Tanda Tangan Ketua DPRD Diduga Dipalsukan, Skandal Undangan PAW Pesibar Memanas: Siapa Aktor Intelektualnya

Admin Redaksi

28 Feb 2026

NASIPNALPOS.com PESISIR BARAT, 28 Februari 2026 – Aroma skandal mencuat dari gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat. Tanda tangan Ketua DPRD dalam surat undangan pertama pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD diduga dipalsukan. Kasus yang sempat menjadi bisik-bisik internal kini resmi memasuki babak hukum. Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Mohammad Emir Lil Ardi, atau yang …

Wawako Lubuk Linggau Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas Cereme Taba

Admin Redaksi

27 Feb 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi bersama tim melaksanakan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Karya II, Kelurahan Cereme Taba, Jumat (27/2/2026). Dalam sambutannya, H. Rustam Effendi mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa hari kesembilan, bahkan ada yang sudah memasuki hari kesepuluh, serta dapat melaksanakan …

Darurat Tak Bisa Menunggu: Dugaan Kelalaian IGD RSUD Cikalong Wetan Uji Kepatuhan Hukum

Dewi Apriatin

27 Feb 2026

Darurat Tak Bisa Menunggu: Dugaan Kelalaian IGD RSUD Cikalong Wetan Uji Kepatuhan Hukum BANDUNG BARAT – Dugaan tersendatnya penanganan pasien sesak napas di IGD RSUD Cikalong Wetan bukan sekadar isu pelayanan. Ini menyentuh jantung kewajiban hukum rumah sakit dalam kondisi gawat darurat. Video yang beredar memperlihatkan kepanikan keluarga yang merasa anaknya tidak segera ditangani. Di …

KOBAR: Pejuang Demokrasi Hingga Misi Kemanusiaan

Dhio Justice Law

26 Feb 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Pada 25 Februari 2026, Komando Barisan Rakyat (KOBAR) genap berusia 11 tahun. Sebagai sebuah organisasi gerakan, perjalanan panjang telah dilalui KOBAR. Ia telah melalui sejumlah fase; Pembentukan, Konsolidasi, ujian internal hingga ujian eksternal. Dalam pengamatan publik, KOBAR pun telah melewati beragam dinamika tak hanya …

x
x