Home » Headline » Intervensi Pemerintah Dalam Masalah Trisakti Ciptakan Kegelisahan Civitas Akademika

Intervensi Pemerintah Dalam Masalah Trisakti Ciptakan Kegelisahan Civitas Akademika

dito 29 Mei 2024 111

NasionalPos.com, Jakarta-   Implikasi dari konflik yang berkepanjangan terjadi di internal Yayasan Trisakti dengan Universitas Trisakti , tentunya mengakibatkan gangguan maupun situasi instabilitas di dalam berbagai aktivitas pengelolaan Satuan Pendidikan di bawah naungan Yayasan Trisakti, demikian di sampaikan Dr Francis Tantri alumni Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti 1977 kepada nasionalpos.com, usai perayaan HUT ke 77 Bapak Anton Lukmanto Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Selasa, 28/5/2024 kemaren di kantor Yayasan Trisakti di kawasan Rawasari Jakarta Pusat.

“Kami sebagai alumni yang juga berkecimpung sebagai dosen sangat menyesalkan adanya konflik berkepanjangan ini, yang sudah lebih dari satu dasa warsa tidak kunjung terselesaikan, sehingga kondisi tersebut berdampak terhambatnya perkembangan Satuan Pendidikan di bawah naungan Yayasan Trisakti.”ucap Dr Francis Tantri.

Menurut Dr. Francis Tantri, memang dalam sejarah lahirnya Universitas Trisakti di inisiasi dari masyarakat, namun kemudian pasca peristiwa G 30 S tahun 1965, untuk menyelamatkan para mahasiswa yang terbengkalai proses akademiknya akibat peristiwa tersebut, negara berinisiatif menyelamatkan perguruan tinggi tersebut, kemudian menyerahkan kembali kepada masyarakat, dengan ikut mendorong berdirinya Yayasan Trisakti sebagai Lembaga Pendiri dan sekaligus pengelola Universitas Trisakti, dengan berdirinya Yayasan Trisakti tersebut, peran pemerintah kembali sebagai Pembina bukan sebagai pengelola.

“Kalau dicermati dari catatan sejarah tersebut, sudah semestinya dalam penyelesaian konflik di Yayasan Trisakti, keberadaan Pemerintah sebagai Pembina dan berada di tengah memediasi merukunkan kembali pihak-pihak yang berkonflik, tapi nyatanya Pemerintah malah ikut bermain memperkeruh suasana, sehingga konflik pun semakin berlarut-larut tanpa penyelesaian.   Saya tidak bicara menolak atau tidak menolak soal PTNBH, yang saat ini prioritas adalah segera selesaikan konflik internal Trisakti ”tukas Dr Francis Tantri yang juga dosen Prodi Management Transportasi di ITL Trisakti.

Hal senada juga di sampaikan Rowlan Tanaya, SE, MM, dosen di Usakti ini kepada nasionalpos.com yang menemuinya, ia mengatakan bahwa dirinya sependapat sudah semestinya pemerintah sebagai Pembina, tidak ikut memperkeruh situasi dengan membuat Yayasan tandingan, jelas ini suatu tindakan yang sangat berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan dan mengindikasikan ada niatan tidak baik dari oknum di lingkungan Kemendikbudristek terhadap persoalan di Yayasan Trisakti. Bisa jadi mungkin mereka memanfaatkan kondisi konflik yang tidak kunjung selesai tersebut untuk kepentingan mereka bukan untuk kepentingan kelangsungan eksistensi Yayasan Trisakti sebagai pendiri dan sekaligus pengelola enam satuan pendidikannya.

Baca Juga :  IHSG Didongkrak Saham Teknologi ke Zona Hijau

“Saya mencermati Pemerintah salah mengambil posisi dalam konteks persoalan internal Trisakti, langkah yang diambil pemerintah itu keliru dan berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan yang melarang Pemerintah mendirikan sebuah Yayasan beranggotakan oknum ASN.”ungkap Rowlan Tanaya yang juga mantan aktivis 1998.

Lebih lanjut Rowlan mengungkapkan bahwa sebenarnya dari pihak keluarga besar Yayasan Trisakti sudah berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut, dengan melakukan pembicaraan ke berbagai pihak, diantaranya dengan bertemu Prof Mahfud MD Menkopolhukam, saat itu. Hasil pembicaraan dengan beliau memunculkan wacana mengenai terbentuknya Yayasan Trisakti Bersama, adapun kepengurusannya berisikan 14 orang yang mewakili unsur pemerintah, unsur dari keluarga besar Trisakti, alumni, dosen dan perwakilan,

Namun sebelum wacana itu terealisasi, ternyata oknum kemendikbudristek telah membentuk Yayasan Trisakti versi pemerintah, nah belum selesai masalah internal Yayasan, sekarang muncul rencana pemerintah untuk men PTN-BH kan Universitas Trisakti, yang secara otomatis akan merubah status Univeristas Trisakti sebagai Perguruan Tinggi Negeri, jika itu terjadi maka akan terjadi penyerahan asset milik Yayasan Trisakti ke pemerintah, nah persoalannya sekarang kepengurusan Yayasan Trisakti mana yang akan menyerahkan asset itu ke pemerintah, masa’ Yayasan Trisakti versi pemerintah yang menyerahkan ke pemerintah,

Jelas ini tidak lazim, tidak etis, dan ahistory. Tidak hanya itu, jika status Universitas Trisakti yang sejak berdirinya adalah Perguruan Tinggi Swasta, kemudian dirubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri, bakal menimbulkan persoalan baru bukan hanya pada persoalan administrasi maupun branch image di masyarakat, melainkan juga menimbulkan masalah yuridis keabsahan di badan peradilan.  Selama ini telah tercatat secara yuridis nama Universitas Trisakti sebagai Perguruan Tinggi Swasta bukan sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

“Dengan adanya berbagai persoalan sebagai dampak perubahan status dari PTS ke PTN, maka saya menolak rencana Pemerintah Men-PTN-BH-kan Universitas Trisakti.”tandas Rowlan.

Baca Juga :  Riyono : Perlu Tindak Tegas dan Pengawasan Ketat, Tambang Nikel di Kawasan Konservasi

Sementara  itu, di kesempatan ini, nasionalpos.com juga berkesempatan menemui Nana Sofyanti mahasiswi Program Studi S1 DKV Animasi & gambar Sekolah Tinggi Media dan Komunikasi Trisakti Angkatan 2023, kepada nasionalpos.com, ia mengatakan bahwa sesunggunya konflik yang terjadi di internal Yayasan Trisakti di satu sisi tidak mengganggu aktivitas akademik di kampusnya, akan tetapi di sisi lainnya menimbulkan kegelisahan di kalangan mahasiswa, terutama di kalangan mahasiswa penerima beasiswa.

“Ya, kami sangat gelisah, karena kalau konflik tersebut tidak kunjung selesai, lalu siapa yang nanti memperhatikan kami sebagai mahasiswi dan juga sebagai penerima beasiswa,”tutur Nana.

Apalagi lanjut Nana, kalau nanti benar-benar rencana pemerintah untuk men-PTN BH-kan Perguruan Tinggi tempat dirinya menimba ilmu tetap dilaksanakan, maka dirinya semakin gelisah karena informasi yang dia terima dari rekan-rekan mahasiswa di Perguruan Tinggi lainnya, terutama dari kalangan kampus PTN (Perguruan Tinggi Negeri), mereka mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas kemahasiswaan sebab birokrasinya semakin sulit dan anggaran yang di keluarkannya tidak memadai.

Senada dengan Nana, Belvia Khumairoh mahasiswi Program Studi S1 Prodi Aktuaria, angkatan 2023, kepada nasionalpos.com, ia mengatakan dirinya sangat mengharapkan konflik di internal Yayasan Trisakti agar segera berakhir. Sebab jika terus berkepanjangan akan mempengaruhi menurunnya citra Trisakti sebagai Perguruan Tinggi Swasta Pelopor Reformasi yang ditandai dengan munculnya pahlawan reformasi yang merupakan mahasiswa Trisakti.

Dirinya merasa malu, jika Branch Kampus Reformasi yang berdiri dengan status Perguruan Tinggi Swasta yang sudah terkenal sebagai Perguruan Tinggi Swasta Unggulan di masyarakat, bakal berubah buruk akibat konflik berkepanjangan di tambah lagi dengan adanya campur tangan pemerintah yang justru memperburuk situasi di lingkungan Trisakti.

“Mestinya lebih tepat konflik di Yayasan Trisakti di selesaikan secara mandiri, tanpa campur tangan pemerintah sedangkan posisi pemerintah sebagai wasit saja. Blunder Pemerintah dalam Masalah Trisakti, Ciptakan Kegelisahan di Civitas Akademika Satdik dibawah naungan Yayasan Trisakti”pungkas Belva.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x