Home / Headline / Hukum / Nasional

Sabtu, 19 November 2022 - 20:09 WIB

Jaksa Agung Tegaskan Jangan Jadikan Restorative Justice sebagai Celah Cari Keuntungan

NasionalPos.com, Jakarta;  Adanya sistem pengawasan dalam penerapan restorative justice, agar tidak disalahgunakan oleh oknum jaksa nakal menjadi ladang cuan atau mencari keuntungan pribadi, hal ini ditegaskan oleh Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin.

“Memang betul sekali, pada waktu saya mau tanda tangan perja ini, saya masih ragu karena kondisi jaksa pada waktu itu. Tapi dengan satu tekad saya ingin memperbaiki situasi ini,” kata Burhanuddin ditemui pers usai acara “Sound of Justice”, di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Sabtu, 19/11/2022.

Menurut Burhanuddin, ada celah untuk penyalahgunaan, karena perkara yang tadinya perlu diselesaikan di persidangan kemudian diputus oleh jaksa melalui keadilan restorative, Ini kalau bagi jaksa-jaksa nakal ini adalah harapan untuk berbuat tercela, Untuk mencegah hal itu, maka pihaknya melakukan pengawasan baik pengawasan oleh internal kejaksaan maupun melibatkan peran aktif masyarakat termasuk media.

Baca Juga  Nelayan Tank Kerang Minta Jaminan Keamanan Melaut

“Kami mencoba membentuk tim pengawasannya selain fungsional yang ada di kami yaitu Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, kami juga ada Satgas 53,” katanya.

Satgas 53 ini, lanjut Burhanuddin, menjadi ujung tombak Kejaksaan RI untuk mengawasi jaksa-jaksa di daerah dan di seluruh Indonesia.

“Itu (Satgas 53) kami bentuk dalam rangka untuk mengawasi, jangan sampai terjadi, jangan sampai terjadi penyalahgunaan,” katanya pula,

Burhanuddin menyebutkan bahwa sejak Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020 ditandatangani, sudah ada lebih dari 2.000 kasus pidana yang diselesaikan lewat keadilan restorative,  program restorative justice yang digaungkan pihaknya untuk membenahi ketimpangan dalam penegakan hukum yang harusnya bisa diselesaikan di luar pengadilan, bisa diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif.

Baca Juga  Sebanyak 350 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Morowali, Sulawesi Tengah

“Tujuan kami bukan untuk mengurangi isi lembaga pemasyarakatan, tetapi kami jawab kepada masyarakat bahwa hukum itu tidak tajam ke bawah tumpul ke atas,”tukasnya

Pengawasan lainnya, imbuh Burhannuddin, diharapkan datang dari media yang memberitakan tentang penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum-oknum jaksa di wilayah, Pengawasan utamanya adalah media.

“Media sangat membantu kami untuk melakukan pengawasan. Justru kami sangat terbantu sekali karena kami tidak bisa mengawasi yang begitu banyak seluruh Indonesia. Dengan adanya media yang menginformasikan kondisi daerah itu sangat membantu kami,” pungkas Burhanuddin. (*dit)

 

Share :

Baca Juga

gubernur baru 1

Nasional

Eep: Peran Jenderal Pembina GL Pro 08 Signifikan, Menangkan Anis Sandi di Jaktim
Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Nasional

Pasca OTT KPK, Surya Paloh Copot Nurdin Ketua DPW NasDem Kepri
BOM

Headline

Prihatin Dengan Kondisi Bangsa, Para Aktivis Bentuk Barisan Oposisi Merah putih (BOM)
virus corona 4

Nasional

Update Data Corona (21/12/2021) Jumlah Pasien Positif 4.260.777 Orang dan Meninggal 144.013 Orang
Rijal Kobar

Headline

Rijal Kobar : Bebaskan Tapol Di Indonesia, Baru Menlu Desak Myanmar
PENGENGAT

Headline

Revitalisasi TPA Sampah Pengengat Jadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika
bus

Ekonomi

Organda : Omset Pengusaha Bus Turun Hingga 100 Persen
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (7/9/2020)