Home » Headline » Janji Kampanye Anies Baswedan Belum Terealisasi Secara Optimal Jangan Jadi Beban Pj Gubernur DKI Jakarta

Janji Kampanye Anies Baswedan Belum Terealisasi Secara Optimal Jangan Jadi Beban Pj Gubernur DKI Jakarta

dito 22 Jun 2022 127

NasionalPos.com, Jakarta– Masyarakat Jakarta, tentunya tidak pernah melupakan terhadap janji kampanye Anies Rasyid Baswedan, pada pilkada DKI Jakarta, lima tahun lalu, setidaknya ada banyak janji politik yang disampaikan Anies pada kampanye Pemilihan Gubernur Jakarta 2017, diantara janji politik tersebut tentunya ada beberapa permasalahan yang belum secara optimal direalisasikan dipenghujung akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta, yang tinggal tersisa tiga bulan lagi, demikian disampaikan Drs Primus Wawo, MSi pengamat masalah social perkotaan, kepada nasionalpos.com, Rabu,( 22 /6/ 2022) di Jakarta.

“Ya, kami mengamati adanya persoalan serius yang belum direalisasikan penangananya secara optimal dalam kurun waktu masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta,”ungkap Primus yang juga tokoh masyarakat NTT di Jakarta.

Menurutnya, ada pun janji kampanye yang seharusnya dapat menjadi program prioritas yang sudah dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022, dan semestinya secara bertahap harus diwujudkan maupun dilaksanakan sesuai harapan, serta kebutuhan masyarakat, akan tetapi hingga diujung akhir masa jabatannya, nampaknya ada beberapa janji kampanye Anies Baswedan tersebut, tidak dilaksanakan secara optimal, bahkan terkesan terabaikan oleh program pembangunan yang tidak masuk dalam RPJMD tersebut, sebagai contoh, misalnya program rumah dengan down payment nol rupiah yang bernama Solusi Rumah Warga (Samawa) yang sampai sekarang realisasi proyek ini masih saja minim karena penjualannya yang sepi dan pembangunannya yang terhambat karena adanya kasus korupsi yang saat ini sudah masuk dalam tahap persidangan di Pengadilan, program Oke Oce yang belum maksimal target pencapaiannya, padahal saat itu dijanjikan program ini dapat menekan pengangguran, meningkatkan peluang usaha masyarakat, dsb, begitu pula soal mengurai kemacetan, soal tata kelola pencegahan banjir dll, sehingga menyisakan persoalan yang berdampak pada keberadaan Indeks Kebahagiaan warga DKI Jakarta pada urutan ke-27 dari 34 provinsi di tahun 2021 yang dipublikasikan BPS akhir tahun 2021 lalu.

Baca Juga :  Pimpinan Baleg DPR RI 2024-2029 Ditetapkan Sufmi Dasco Wakil Ketua DPR RI

“Ini realitasnya bahwa selama beliau memimpin Jakarta, ada persoalan yang belum ditangani secara optimal dan tuntas, sehingga berdampak pada kehidupan warga Jakarta, yang merasakan dari hasil pekerjaan tidak optimal tersebut, ini sebagai factor dari penyebab Indeks Kebahagiaan warga DKI Jakarta berada di urutan ke 27 secara nasional”ucap Primus

Setidaknya ada 3 dimensi pengukuran kebahagian, lanjutnya, yakni meliputi; kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup, misalnya masalah tata kelola pencegahan banjir, yang juga menjadi salah satu janji kampanye Anies, saat itu, dijanjikan bahwa Jakarta terbebaskan banjir, padahal realitasnya, sampai sekarang, masih ada beberapa wilayah yang terancam banjir saat musim penghujan, sedangkan anggaran untuk penanganan banjir cukup besar, begitu pula program mengurai kemacetan di Jakarta, dengan misalnya penerapan pembatasan penggunaan nomor kendaraan ganjil-genap, yang sesungguhnya kebijakan tersebut berimplikasi adanya pembatasan hak menggunakan jalan bagi pengendara motor atau mobil, padahal mereka juga adalah pembayar pajak, punya hak untuk menggunakan jalan tersebut, nah ini jelas mengusik hak asasi manusia pengguna jalan tersebut.

Baca Juga :  Tahun 2023, Saatnya Berbenah & Konsolidasi Sambut Pemilu 2024

“Dari pengamatan kami tersebut, bukan hanya belum optimalnya realisasi janji kampanye pak Anies Baswedan saja, melainkan terdapat indikasi tidak fokusnya perhatian dalam mewujudkan janji kampanye beliau dalam kurun waktu masa jabatannya, bahkan terkesan ada penerapan program yang tidak memenuhi tiga dimensi pengukuran kebahagiaan warga Jakarta tersebut, dan tidak masuk dalam RPJMD misalnya penyelenggaraan balapan mobil formula E yang tidak ada di Musrenbang dan tidak ada manfaatnya bagi terbentuknya kebahagiaan warga Jakarta ”tukasnya

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan sisa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, sudah semestinya janji kampanye dapat diwujudkan secara optimal, sehingga dapat mendorong meningkatnya tingkat kebahagiaan warga Jakarta, yang menjadi tagline Gubernur Anies Baswedan selama masa kampanye pilkada DKI Jakarta 2017 lalu yakni Maju Kotanya, Bahagia Warganya.

“Ya, bukan hanya itu, pekerjaan rumah dari realisasi janji kampanye Anies Baswedan yang belum terealisasi tersebut,kami dan juga tentunya warga Jakarta sangat berharap tidak ada pekerjaan rumah yang tersisa dan jadi beban bagi siapapun yang menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta, dan juga beban bagi masyarakat.”pungkas Primus.(*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

Di Peringatan Harkitnas ke 118, FSAB Mengajak Perkokoh Semangat Gotong Royong, Persatuan, dan Cinta Tanah Air

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh persatuan dan solidaritas seluruh elemen bangsa, tidak hanya itu makna Kebangkitan Nasional adalah kesadaran kolektif untuk meninggalkan ego kedaerahan dan bersatu memperjuangkan masa depan bangsa, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), Rabu, 20/5/2026 di Jakarta …

Negara, Narasi, dan Ketakutan terhadap Film

Dhio Justice Law

19 Mei 2026

Membaca Pembubaran Pesta Babi dari Perspektif Politik Keamanan Oleh; Ridwan Umar NasionalPos.Com, Jakarta – Pembubaran pemutaran film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah bukan sekadar soal film. Ia adalah cermin bagaimana negara membaca ancaman, mengelola ketakutan, dan mempertahankan legitimasi di tengah era perang narasi. Di zaman modern, negara tidak lagi hanya takut pada senjata. Negara …

OBOR Bahas Persoalan Gojek Instant di Stasiun Buaran: Sepakat, Ajukan Tiga Tuntutan Utama ke Pusat

dito

18 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Paguyuban Ojol Buaran Online Raya (OBOR) mengambil langkah tegas dan solutif dalam menyikapi operasional layanan Gojek Instant di kawasan Stasiun Buaran.   Melalui pertemuan mediasi yang melibatkan perwakilan paguyuban, pihak vendor Gojek Instant, serta perangkat wilayah setempat, persoalan yang selama ini menjadi ganjalan akhirnya ditemukan titik terangnya, demikian di sampaikan Wiro Gondrong kepada …

x
x