Home » Nasional » Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumenep Bersama Lima Kapus Bungkam, Anggaran Program Penanganan Penyakit Menular khususnya Kusta Periode 2023 – 2025 Dipertanyakan 

Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumenep Bersama Lima Kapus Bungkam, Anggaran Program Penanganan Penyakit Menular khususnya Kusta Periode 2023 – 2025 Dipertanyakan 

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H 04 Nov 2025 565

SUMENEP | NASIONALPOS.com – Dugaan kuat penggelapan menyelimuti realisasi anggaran penanggulangan kusta di Kabupaten Sumenep. Lima kepala puskesmas dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumenep kompak bungkam saat dikonfirmasi mengenai penggunaan dana ratusan juta rupiah untuk program penanganan penyakit menular, khususnya kusta, periode 2023-2025.

Keheningan pejabat kesehatan ini mencuat di tengah perhatian serius Kementerian Kesehatan RI yang tengah menggenjot program percepatan dan pengendalian kusta nasional. Ironisnya, Sumenep tercatat sebagai kabupaten dengan kasus kusta tertinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pada 2019 tercatat 2.668 penderita kusta baru di seluruh Jatim. Sumenep menduduki peringkat teratas dengan 327 kasus, mengalahkan Kabupaten Sampang yang mencatat 280 kasus.

Dokumen resmi Kementerian Kesehatan RI Nomor PM.03.03/C.III/2734/2024 tertanggal 18 Maret 2024 mengungkapkan, hingga 2023 terdapat 313 penderita kusta terdaftar di 30 puskesmas Kabupaten Sumenep. Yang mengkhawatirkan, 36 kasus baru di 7 puskesmas tercatat mengalami disabilitas akibat keterlambatan penanganan,14 perempuan, 22 laki-laki, dengan rincian 8 anak-anak dan 28 orang dewasa.

Tiga puskesmas dengan beban kasus tertinggi adalah: – Puskesmas Batuputih: 6 kasus baru, 218 total laporan – Puskesmas Lenteng: 8 kasus baru, 204 total laporan – Puskesmas Gayam: 8 kasus baru, 202 total laporan

Investigasi mengungkap lima puskesmas di Sumenep menerima alokasi dana APBD tahun 2023 dengan total mencapai Rp 638 juta untuk belanja perjalanan dinas pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular:

Baca Juga :  Komisi XI Rekomendasikan PMN Sebesar Rp1,5 T Untuk PT Pelni

– Puskesmas Bluto: Rp 197 juta – Puskesmas Sapeken: Rp 190 juta – Puskesmas Kangayan: Rp 106 juta – Puskesmas Lenteng: Rp 103 juta – Puskesmas Kalianget: Rp 42 juta

Namun hingga Senin (3/11/2025), kelima kepala puskesmas tersebut Kangayan, Bluto, Lenteng, Kalianget, dan Sapeken, secara kompak menolak memberikan keterangan mengenai: 1. Jumlah akurat kasus kusta terdaftar di wilayah mereka 2. Realisasi penggunaan dana APBD 2023-2025 3. Rincian kegiatan yang dibiayai dari anggaran tersebut

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, H. Ahmad Syamsuri, ketika dikonfirmasi justru memberikan respons yang menghindar dan tidak komprehensif.

Ia hanya menyebutkan Puskesmas Kangayan menerima dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2025 sebesar Rp 6.060.000 untuk 8 kasus kusta. Namun tidak menjelaskanrealisasi dana APBD Puskesmas Kangayan yang jauh lebih besar: Rp 106 juta (2023) dan Rp 63 juta (2025).

Lebih mencurigakan lagi, H. Ahmad Syamsuri sama sekali tidak merespons pertanyaan tim media mengenai empat puskesmas lainnya dan total anggaran senilai ratusan juta rupiah yang telah dikucurkan.

Sumber-sumber terpercaya mengindikasikan adanya ketidaksesuaian data penularan kusta yang dilaporkan Dinas Kesehatan Sumenep, terutama di wilayah Kepulauan Kangean yang secara geografis terisolasi dan rentan terabaikan.

Ketidaktransparanan ini diperparah dengan minimnya akses pengawasan dan sulitnya verifikasi lapangan di wilayah kepulauan. Fakta di lapangan dikhawatirkan, angka kasus kusta yang sesungguhnya jauh lebih tinggi dari data resmi, sementara dana yang dialokasikan tidak terserap optimal untuk penanganan langsung penderita.

Baca Juga :  Pemberitaan Dugaan Pemerasan Oknum Wartawan, Adalah Hoax dan Akal-akalan Mafia BBM Ucin

Kondisi mengkhawatirkan ini kini menjadi sorotan tajam dari: – Kementerian Kesehatan RI melalui program percepatan dan pengendalian kusta nasional yang dipimpin dr. Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai pengawas teknis – Ombudsman RI terkait dugaan maladministrasi dan ketidaktransparanan pengelolaan anggaran publik

Ketiganya dikabarkan tengah melakukan koordinasi untuk audit mendalam terhadap pengelolaan program kusta di Kabupaten Sumenep, khususnya terkait realisasi anggaran dan akurasi data penderita.

Publik dan lembaga pengawas kini menuntut jawaban tegas:

1. Kemana perginya anggaran Rp 638 juta untuk perjalanan dinas pelayanan kesehatan penyakit menular tahun 2023? 2. Berapa realisasi anggaran serupa untuk tahun 2024 dan 2025? 3. Mengapa lima kepala puskesmas serentak bungkam dan tidak kooperatif? 4. Apa yang disembunyikan Dinas Kesehatan Sumenep hingga enggan memberikan data transparan? 5. Berapa sebenarnya angka riil penderita kusta di Kepulauan Kangean dan wilayah terpencil lainnya?

Ketidakjelasan ini terjadi saat ratusan penderita kusta di Sumenep termasuk 36 orang yang telah mengalami disabilitas permanen membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Kegagalan transparansi bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut nasib ratusan warga yang berjuang melawan stigma dan penyakit.

Upaya konfirmasi kepada kelima kepala puskesmas dan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sumenep telah dilakukan berulang kali hingga Senin (3/11/2025), namun tidak mendapat respons memadai. 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x