Home » Nasional » Kapolri Tinjau Persiapan KTT IAF di Bali, Pastikan Keamanan Maksimal

Kapolri Tinjau Persiapan KTT IAF di Bali, Pastikan Keamanan Maksimal

Syamsul Bahri 01 Sep 2024 63
 

Nasionalpos.com ll

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 yang digelar di Bali pada 1-3 September 2024. Sigit ingin memastikan pengamanan kegiatan maksimal.

“Terkait dengan KTT Indonesia Afrika Forum, seperti yang kita lihat bahwa memang struktur organisasinya sendiri, khususnya keamanan Bapak Panglima TNI sebagai ketua dan saya sebagai wakil. Kemudian tentunya ada pembagian ring terkait dengan pengamanan meliputi VVIP dan VIP dan delegasi, tentunya untuk pengamanan VVIP dilaksanakan oleh Paspampres dalam hal ini bapak Panglima TNI. Sementara Polri terlibat paling banyak di ring 3,” kata Sigit kepada wartawan, Sabtu (31/8/2024).

Sigit membeberkan sejumlah hal yang menjadi perhatian terkait kelancaran hingga keamanan saat kegiatan. Dia berharap dengan keamanan maksimal, semua kegiatan dalam KTT IAF bisa berjalan dengan lancar.

“Beberapa hal yang tentunya menjadi atensi kita adalah kaitan kelancaran saat kedatangan, kemudian keamanan di akomodasi, dan juga bagaimana pada pelaksanaan kegiatan baik di gala dinner yang akan dilaksanakan besok malam dan kegiatan meeting yang akan dilaksanakan di hotel dan ada beberapa bilateral meeting semuanya bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga :  Posisi KKB Semakin Terdesak Ungkap Kapuspen TNI

Dia juga menyinggung terkait antisipasi masuknya penyakit Mpox atau cacar monyet. Menurut Sigit, Polri telah menyiapkan 8 satuan tugas (satgas) untuk membantu pencegahan.

“Khusus Polri ada 8 satgas mulai dari preventif sampai dengan bantuan operasi termasuk juga mengantisipasi isu terkini kaitannya dengan Mpox ya. Sehingga dari awal pada saat kedatangan di bandara sudah disiapkan satgas khusus untuk memonitor dengan menggunakan termal. Saat ditemukan ada indikasi kesehatan yang kurang bagus, maka segera diamankan dan dibawa ke ICU dan dilakukan pemeriksaan. Apabila ditemukan akan dibawa ke rumah sakit yang sudah menjadi rujukan,” jelas Sigit.

Selama kegiatan KTT IAF di Bali, ada 13.400 personel gabung TNI-Polri yang disiagakan. Selain itu, sejumlah alutsista seperti helikopter, KRI, hingga pesawat F-16 disiapkan.

Baca Juga :  Oditur Militer Terima Tersangka Kasus Suap di Basarnas

Lebih lanjut, Sigit meminta maaf kepada masyarakat Bali jika kegiatan yang dimulai besok ini akan mengganggu kegiatan. Menurutnya, Polri akan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di dekat lokasi kegiatan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali. Karena memang terkait dengan pelaksanaan KTT IAF ini memang ada beberapa rekayasa yang kita laksanakan, khususnya pada saat delegasi datang ke venue gala dinner maupun venue high level meeting, sehingga ada beberapa kegiatan pengalihan. Oleh karena itu tentunya ini membuat kegiatan masyarakat sedikit terganggu, oleh karena itu kami mohon maaf, namun ini semua dilakukan agar semua kegiatan bisa berjalan dengan baik,” ujar Sigit.

“Harapan kami, masyarakat Bali mendukung, apalagi saat ini sedang ada situasi juga yang masuk rangkaian pilkada, sehingga semua kegiatan harus bisa berjalan dengan baik dan dua-duanya menjadi tanggung jawab kita,” imbuhnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Puskopkar Siliwangi Raih Dua Penghargaan Bergengsi

Suryana Korwil Jabar

01 Mei 2026

Ciloto, NasionalPos.com – Pusat Koperasi Kartika Siliwangi (Puskopkar Siliwangi) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-60 Induk Koperasi Angkatan Darat (Inkopad) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Alamsagita Hotel, Jalan Raya Puncak Km 90, Ciloto, Jawa Barat, Rabu (29/04/2026). Dalam kegiatan tersebut, Puskopkar Siliwangi berhasil meraih penghargaan …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x