Home » Headline » Kasus Korupsi Tower BTS Kemenkominfo Belum Tuntas, AGRAK Adukan Politisi Nasdem Ke Kapolri

Kasus Korupsi Tower BTS Kemenkominfo Belum Tuntas, AGRAK Adukan Politisi Nasdem Ke Kapolri

dito 16 Mar 2024 147

NasionalPos.com, Jakarta- Masih seputar dugaan keterlibatan politisi Partai Nasdem berinisial DIP dalam kasus Korupsi pengadaan tower BTS Kemenkominfo, dengan terpidana Jhonny G Plate mantan Sekjen DPP Partai Nasdem yang juga mantan Menkominfo, dengan hukuman 15 Tahun penjara.

Terkait dengan masalah tersebut, meskipun kasus tersebut sudah memasuki Lembaga peradilan, akan tetapi kasus itu belum dianggap selesai secara tuntas dan memenuhi rasa keadilan masyarakat, pasalnya masih ada sosok lain yakni DIP yang hingga saat ini tidak tersentuh hukum, demikian disampaikan Ronny Hasibuan juru bicara dari Aliansi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (AGRAK) kepada awak media di Jakarta, Sabtu, 16/3/2024.

“Inilah kejanggalan dari kasus tersebut, kenapa hanya Jhonny G Plate yang dikorbankan sedangkan yang bersangkutan tidak tersentuh hukum dalam kasus korupsi pengadaan tower BTS Kemenkominfo.” Ungkap Ronny Hasibuan

Baca Juga :  Pemusnahan Barang Temuan Narkotika Jenis Kokain Oleh TNI AL Koarmada I

Karena itu, lanjut Ronny, pihaknya terus mengawal kasus tersebut agar tuntas, tidak tebang pilih serta tidak membiarkan yang bersangkutan (DIP) tidak tersentuh oleh hukum, padahal jelas data dan fakta hasil penelusurannya menunjukkan bahwa ada dugaan kuat keterlibatan yang bersangkutan pada kasus korupsi pengadaan Tower BTS Kemenkominfo yang merugikan negara hingga Rp 10 Trilyun, adapun yang bersangkutan di duga berperan sebagai perantara masuknya uang hasil kejahatan korupsi proyek tersebut untuk kepentingan partainya.

“ Itulah sebabnya, meskipun kasus ini ditangani oleh Jampidsus Kejakgung, kami juga mengadukan hal tersebut ke Kapolri, supaya ada saling koordinasi antara pihak Kejakgung dengan pihak kepolisian agar segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan.”tukas Ronny Hasibuan.

Baca Juga :  Pengamat: Duet Prabowo-Erick Dinilai Lebih Jelas Ketimbang Prabowo-Muhaimin

Menurut Ronny, terkait dengan itu, pihaknya pada hari jumaat, 15/3/2024 kemaren sudah mengirim surat  permohonan audensi kepada Kapolri, agar bisa menyampaikan data maupun fakta yang dapat menjadi bahan pengusutan dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam tindak pidana korupsi pengadaan tower BTS kemenkominfo.

“Ya, kami adukan dugaan keterlibatan politisi Nasdem tersebut ke Kapolri, dan kami mendesak agar Kapolri dapat segera merespon permohonan dan pengaduan kami tersebut, ini negara hukum, tak boleh satu orangpun yang kebal hukum, “pungkas Ronny Hasibuan.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik

dito

23 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …

x
x