Home » Ekonomi » Koalisi Ojol Nasional Desak Bahlil Lahadalia Mundur dari Jabatan Menteri ESDM

Koalisi Ojol Nasional Desak Bahlil Lahadalia Mundur dari Jabatan Menteri ESDM

dito 29 Nov 2024 331

NasionalPos.com, Jakarta- Pernyataan Bahlil Lahadalia yang notabene Menteri Energi dan Sumber Daya Minieral (ESDM) terkait “Ojol tidak mendapatkan BBM subsidi lantaran tergolong untuk usaha atau bisnis pribadi, bahkan mayoritas Ojol masih tergolong mampu karena memiliki kendaraan pribadi” adalah pernyataan yang konstruksi berpikirnya sangat sempit dan minim pengetahuan.

Meskipun Ojol merupakan transportasi umum informal, karena keberadaannya belum diakui pemerintah, sebab tidak adanya UU yang mengatur secara jelas, padahal kehadiran Ojol secara de facto di akui pada Permenhub No. 12 Tahun 2019 telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan hak atas ekonomi dan mendapatkan pekerjaan yang layak, demikian disampaikan Andi Kristiyanto Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional kepada wartawan, Jumaat, 29 November 2024 di Jakarta.

“Adapun Ojol yang dianggap Bahlil tergolong mampu, karena memiliki kendaraan pribadi hal ini perlu diluruskan pemikirannya. Sebab, Ojek atau Ojol dalam pengertiannya adalah sarana transportasi darat menggunakan kendaraan roda dua dengan berplat hitam, untuk mengangkut penumpang dari satu tujuan ke tujuan lainnya dengan tarif layanan aplikasi berbayar. Ojol juga diklasifikasikan sebagai pelaku usaha mikro berbasis aplikasi dengan penggeraknya adalah perusahaan aplikator.”ungkap Andi.

Berbeda dengan transportasi umum lainnya, lanjut Andi, seperti angkutan kota, bus dan lain-lain berplat kuning, yang memang keberadaannya di bawah BUMN dan dilindungi oleh UU. Sedangkan Ojek Online tidak diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Putusan MK Nomor 41/PUU-XVI/2018, sehingga sampai saat ini persoalan status Ojol masih tarik-menarik kepentingan di lintas kementerian khususnya di era kementerian mantan Presiden Joko Widodo yang bersikap acuh tak acuh, padahal Ojol juga memberikan kontribusi menyumbang pendapatan negara dalam pajak.

Baca Juga :  Penanaman 1.000 Bibit Pohon Untuk Mitigasi Pascalongsor Cihanjuang

“Jadi, pernyataan Bahlil tersebut sangat disayangkan, karena telah memicu terjadinya polemik secara meluas. seharusnya, seorang menteri tidak berpikir hanya bagaimana mencari untung dengan mengabaikan serta menafikan peran dan kondisi Ojol yang sudah berkontribusi sejak tahun 2010 Dengan apa yang sampaikan oleh Bahlil tersebut, pantas saja jika gelar Doktoral nya di tangguhkan”, tambah Andi

Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa sangat wajar jika dirinya bersama para Ojol mempertanyakan kapabilitas Bahlil sebagai menteri ESDM, untuk itu dirinya menyarankan kepada Bapak Presiden H. Prabowo Subianto agar mengevaluasi menteri yang hanya asal bunyi tanpa melakukan kajian-kajian sebelum memutuskan sesuatu.
Selain itu, Andi juga menengarai dan bahkan menduga jangan-jangan pernyataan Menteri ESDM Bahlil tersebut, ada kaitannya dengan semakin maraknya motor listrik, yang dimana dalam bisnis tersebut banyak para pengusaha dan pejabat negara yang ikut andil di dalam bisnis tersebut.

Baca Juga :  Jokowi Diingatkan Ancaman Kemiskinan Bertambah Akibat Inflasi Tinggi

jika benar, pernyataan Bahlil tersebut di sinyalir melindungi produsen motor listrik, dan bahkan memberikan peluang keuntungan bagi produsen motor listrik dengan cara menyingkirkan motor berbahan bakar minyak, kemudian menggantikannya dengan motor listrik. yang dalam hal ini pengemudi ojek online hanya selalu dijadikan obyek yang dinilai menjadi sasaran empuk yang katanya motor listrik adalah “Program Pemerintah”.

“Saran saya kepada Bahlil sebagai menteri ESDM harus nya mencari solusi yang bijak agar subsidi BBM itu tepat guna dengan cara “menyesuaikan nomor plat kendaraan bermotor yang tertera didalam aplikasi pada saat pengisian BBM Subsidi, bukan dengan mencabut subsidi BBM ojek online”. Tukas Andi.

Di kesempatan ini, Andi juga mengingatkan bahwa kalau pernyataan Bahlil itu dipaksakan di terapkan, maka yang terjadi bukan pengentasan kemiskinan, tapi justru menambah kemiskinan terutama di kalangan driver Ojol, jelas pendapatan ojol akan semakin terkikis, kalau nggak boleh beli BBM bersubsidi, dan ini sangat menyakitkan bagi kalangan driver ojek online.

“Oleh karena itu, sebaiknya Bahlil bukan hanya minta maaf kepada para pengemudi ojol, tapi juga mengundurkan diri saja, atau kami dengan terpaksa mendesak Presiden Prabowo agar memecat Bahlil sebagai Menteri ESDM, atas pernyataannya yang sangat bertolak belakang dengan kebijakan Presiden Prabowo yakni pengentasan kemiskinan”pungkas Andi.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Staf Ahli II Pimpin Rapat Evaluasi PB-PSWA dan Kerja Sama PT Linggau Bisa

Andi Ledi Lubuk Linggau

22 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H Wiwin Eka Saputra, memimpin rapat evaluasi rutin Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PB-PSWA) tahun 2026 pada BUMD Lubuk Linggau di Op. Room Lantai 3 Pemkot Lubuk Linggau, Selasa (22/9/2026). Dalam rapat tersebut, HbWiwin …

Wako Ikuti Rakor Lintas Sektoral Penanganan Karhutla ‎

Andi Ledi Lubuk Linggau

22 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hjdayat menghadiri rakor lintas sektoral yang dilaksanakan Polres Lubuk Linggau dalam rangka pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kota Lubuk Linggau. Selasa (22/9/2026). ‎ ‎Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Catur Erwin Setiawan dalam arahannya menekankan, bahwa kasus pembakaran lahan akan dilakukan pemeriksaan tidak hanya kepada pemilik lahan, melainkan juga …

40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri

Dhio Justice Law

19 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …

Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925

dito

18 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …

Sekda Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

17 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah, H Trisko Defriyansa memimpin rapat persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Lubuk Linggau Tahun 2026, di Op Room Dayang Torek, Pemkot Lubuk Linggau, Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah awal untuk mematangkan berbagai persiapan rangkaian kegiatan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau …

KPK Didesak Klarifikasi Status Hukum Jaksa Syahrul

Dhio Justice Law

15 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …

x
x