Home » Headline » Negara Mesti Libatkan Para Kreator, Agar Pancasila Mudah Dipahami Gen-Z

Negara Mesti Libatkan Para Kreator, Agar Pancasila Mudah Dipahami Gen-Z

dito 10 Jun 2024 210

NasionalPos.com, Jakarta-  Okky Tirto cucu tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia Tirto Adhi Soerjo  dan mahasiswa BINUS Muhammad Awatarino menjadi nara sumber pada acara Ngobrol Enak Gagasan (Ngegas) digelar oleh RRI dan Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB)  di Gedung Yusuf Ronodipuro RRI, Jakarta, Senin (10/6/2024), Diskusi ini dibuat masih dalam rangka memeriahkan hari lahir Pancasila tahun 2024.

Di acara yang di kemas dalam format podcast dan dipandu oleh Ayu dan Dave ini, memberikan kesempatan pertama kepada Muhammad Awatarino Mahasisiswa Binus untuk menyampaikan gagasannya, di kesempatan ini, ia mengatakan bahwa dirinya sebagai  Gen-Z, bersentuhan dengan Pancasila hanya mengetahui dari slogan, dari mengikuti upacara dan hanya mengenal maupun menghafalkan sila-sila yang ada di Pancasila, tanpa mengerti makna dari sila-sila yang ada di Pancasila,.

“Mayoritas teman-teman saya sesama Gen Z, memaknai Pancasila sebatas pengetahuan, dimana tanpa mengetahui apa itu bagaimana implementasi dari Pancasila, dalam artian banyak data dll mengganggap bahwasanya Pancasila kurang relevan, padahal menurut saya itu sangat salah.”ungkap Muhammad Awatarino.

Kebetulan, lanjutnya, dirinya saat ini sedang membantu di salah satu satuan pekerjaan di Kemendagri, dimental di Papua, dirinya mencermati bahwa Pancasila termanivestasi di mana-mana, misalnya saja di Kabupaten Fak-Fak Papua, penduduk di sana tidak mengenal kata toleransi, sebab hal tersebut sudah inheren dalam diri mereka, bahkan mereka punya filosofi satu tungku tiga batu.

Di sana mereka mayoritas beragama Muslim akan tetapi mereka sudah menerapkan toleransi yang selama ini sering di gaung-gaungkan, karena sudah inheren dalam kehidupan mereka, maka mereka tak mengenal kata toleransi, itulah seharusnya memaknai Pancasila.

Baca Juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diharapkan Miliki Semangat Perbaiki Diri

Muhammad Awatarino juga menjelaskan bahwa sebetulnya yang diajarkan di sekolah hanya sebatas bahasa maupun hanya sebatas slogan, hanya tau sila-silanya, tanpa mengetahui makna di belakangnya, bahkan tidak tau bahwa Pancasila itu diambil dari Bumi Indonesia, karena hanya sekedar mengetahui, sehingga menimbulkan pemaknaanyang  misskonsepsi membumikan Pancasila sebagai slogan yang sering di ucapkan.

“Padahal itu salah, seperti kata Bung Karno Pancasila itu diambil dari Bumi Indonesia yang di sistematiskan, kemudian diciptakan untuk menjadikan sebagai Ideologi dan Visi Missi Indonesia, karena Pancasila hanya sebatas mengetahui maka slogan membumikan Pancasila kurang tepat.”tukas Muhammad Awatarino

Lebih lanjut Muhammad Awatarino mengatakan agar Pancasila dapat di pahami oleh Gen-z, maka harus di kemas dengan sesuatu yang lebih menarik dan lebih bisa diterima oleh Gen-Z, dengan memanfaatkan berbagai media yang saat ini sedang trend di kalangan Gen-Z, selain itu dirinya juga mengingatkan dalam syair Lagu Indonesia Raya, ada kata” Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya.”

Menurutnya, saat ini raganya belum terbentuk dengan benar, mengapa? Sebab kondisi tersebut tergantung pada apakah pemerintah sekarang sudah mengimplementasikan Pancasila dengan benar atau tidak? Jika pemerintah sebagai patron dalam memanivestasikan Pancasila, tidak mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, maka Gens -Z pun akan mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab.

Sementara itu menurut Okky Tirto, ada perbedaan sudut pandang antara masing-masing generasi, bahkan memiliki sikap yang juga berbeda, apalagi dalam hal menerima Pancasila, itu sangat berbeda, kalau di cermati dalam perkembangan Gen Z, mayoritas dari mereka lebih suka untuk hal-hal yang singkat, to the point, tidak berbelit-belit, bahkan lebih gemar langsung pada implementasinya secara konkrit, begitu pula dalam hal memberikan makna terhadap Pancasila kepada Gen-Z, mereka lebih suka melalui pemanfaatan teknologi medsos atau teknologi yang mudah mereka cepat memahaminya.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Pemimpin Merakyat Mencintai Sepak Bola Olahraganya Rakyat

“Jadi Pekerjaan Rumah sekarang ini, bagaimana memperpendek jarak Pancasila dengan generasi muda, jadi Negara jangan menuntut generasi muda harus tau dan paham soal Pancasila, bukan begitu logikanya, sudah saatnya Negara “mendagangkan” Pancasila agar bisa di konsumsi generasi muda, untuk itu libatkan orang Kreatif”tandas Okky  Tirto yang juga pengamat Sosial Budaya

Menanggapi pelaksanaan acara ini, Mayang Panggabean dari FSAB kepada wartawan, ia mengatakan bahwa kemasan acara ini sangat kreatif begitu pula dari segi teknis juga sudah cukup memenuhi konsumsi Gen-Z, yang lebih gemar dalam suasana santai, tapi serius, begitupula  dengan pembawaan materi dari  para narasumber terkonsep secara lugas, dan memberikan Solusi tepat untuk menjawab tantangan mengakrabkan Pancasila dalam kehidupan generasi muda, terutama generasi Gen Z di era kekinian.

“Kami dari FSAB sangat berterima kasih kepada RRI beserta krunya, kemudian tak lupa kami juga berterima kasih kepada Mas Okky Tirto dan Mas Muhammad Awatarino sebagai narasumber dengan penyampaian materinya sangat keren, pemandu acara juga keren, penyanyi juga keren, termasuk audiensnya, semua keren, terima kasih semuanya.”ucap Mayang Panggabean.

Acara ini juga dihadiri oleh para generasi Gen-Z yang masih menjadi siswa di Sekolah Tingkat Atas ini yang memenuhi ruangan, dan juga nampak mengikutinya dengan santai dan serius, selain acara ini di hadiri kalangan Gen-Z, juga nampak di hadiri oleh perwakilan FSAB antara lain Mayang Panggabean, Robertus Wijaya, Romi Jiwaperwira, dan Adam Malik Damrah.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x