Home » Top News » Payung Hukum Berbasis Pancasila Solusi Problematika Pengendara Ojek Online

Payung Hukum Berbasis Pancasila Solusi Problematika Pengendara Ojek Online

dito 15 Jun 2025 205

NasionalPos.com, Jakarta-  Fenomena munculnya perusahaan aplikasi dan ketidakberdayaan pemerintah di hadapan perusahaan penyedia aplikasi sesungguhnya adalah bentuk perbudakan modern, demikian di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika Pengamat Sosial kepada wartawan, Minggu, 15 Juni 2025 di Jakarta.

” Inilah yang terjadi di negara yang memiliki ideologi Pancasila, kondisi tersebut sangat ironis dan sangat memperihatinkan di sebuah negara yang di dirikan oleh keinginan terbebaskan dari segala bentuk penjajahan.” Ungkap Dr Kristiya Kartika yang juga mantan Ketua Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di era Orde baru.

Menurutnya, nasib buruk itu bukan hanya terjadi pada para pengemudi, tapi juga terjadi pada para pekerja di bagian logistik dan call center dari perusahaan penyedia aplikasi lainya seperti e-commerce, dan mereka itulah korban dari Revolusi Digital yang di manfaatkan Oleh Kapitalisme untuk mengeruk keuntungan sebesar besarnya dengan mengorbankan rakyat Indonesia yang haus lapangan pekerjaan, jadi yang harus di pahami oleh masyarakat bahwa terminologi revolusi itu bukan berarti ancur ancuran atau di kaitkan dengan kudeta menggulingkan pemerintahan, revolusi itu perubahan situasi secara cepat, contoh dulu sebelum tahun 2015, masyarakat Indonesia tidak mengenal ojek online, tapi sejak tahun 2015 masyarakat Indonesia mengenal dan menggunakan ojek online,

Baca Juga :  Pererat Hubungan Sekolah dan Kepolisian, Kapolres Pessel Kunjungi SMA Negeri 2 Painan

“Akan tetapi sistem operasional ojek online itu ternyata menggunakan konsep kapitalisme,  buktinya saat ini para ojek online itu mengalami penindasan menjadi sapi perah perusahaan penyedia aplikasi online nya, setelah pada awalnya si perusahaan aplikator itu memberikan fasilitas yang sangat menggiurkan bagi driver ojol, dan saat itu di elu elukan oleh penguasa si Jokowi, tapi tidak mencermati bahwa itulah siasat dari Kapitalisme untuk memperlemah Pancasila.”tukas Dr Kristiya Kartika.

Karena lanjut Dr Kristiya, saat itu keberadaan perusahaan aplikator di anggap memberikan lapangan pekerjaan baru untuk mengantisipasi pengangguran dan mengurangi beban negara, setelah 10 tahun beroperasi, semestinya para ojol itu hidup nya lebih sejahtera, tapi kenyataannya malah terpuruk tetap miskin bahkan ada yang tambah miskin, yang nambah sejahtera malahan pemilik perusahaan aplikator, nah itulah contoh revolusi yang di lakukan oleh kapitalisme, tidak lewat ancur ancuran, tidak lewat kerusuhan, tidak mengganti pemerintah, tapi tanpa disadari telah menghancurkan Pancasila.

Baca Juga :  Kepedulian Polres Sumenep, Kapolres Resmikan Bangunan Rumah Layak Huni

“ Nah semestinya di negeri Pancasila ini,  nasib dan kepastian para driver Online harus diberi hak kepastian seperti para pencari nafkah di negeri ini, pada umumnya, yang memiliki hak perlindungan dan jaminan masa depan. Negara harus menegaskan kepastian hak tersebut, untuk menyelamatkan mereka dari Revolusi ala kapitalisme.” Tukas Dr. Kristiya Kartika.

Lebih lanjut Dr Kristiya Kartika menegaskan mereka sudah seharus mendapat perlindungan paling tidak sosial-ekonomi-keamanan dari pengelola negara. Krn toh mereka adalah bagian dari mayoritas-massa Rakyat yg harus dilindungi, dan perlindungan itu harus dalam bentuk jaminan dalam bentuk Undang-Undang khusus Transportasi Online atau Perppu yang berbasis mengacu pada ideologi Pancasila dari pengelola Negara.

“ Hanya melalui payung hukum yang fundamental, komprehensif dan berbasis ideologi Pancasila, maka driver ojek online tersebut akan terlepas dari kondisi pemiskinan, penindasan dan pemerasan, ya, kami sangat berharap kepada pemerintah Kabinet Merah Putih dan DPR RI agar segera mengeluarkan payung hukum berbasis Pancasila yang merupakan solusi mendasar bagi penyelesaian masalah driver ojek online di negeri ini.” Pungkas Dr. Kristiya Kartika.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Admin Redaksi

29 Apr 2026

  Jakarta,Nasionalpis.com JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan di sektor kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Melati menegaskan, pembentukan Panja merupakan bentuk keseriusan Komisi IV dalam menampung serta menindaklanjuti aspirasi …

Kapolres Sumenep Perbaiki Jembatan Demi Kelancaran Aktivitas Warga

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Senin, 27 April 2026, wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Sumenep dengan menginisiasi sekaligus memimpin langsung kegiatan perbaikan jembatan di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga diketahui mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan …

Wujud Kepedulian Kapolres Sumenep, Tampung Aspirasi Masyarakat Pada Giat Curhat Kamtibmas 

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep – Senin, 27 April 2026, Kapolres Sumenep melaksanakan kegiatan Curhat Kamtibmas bersama masyarakat di Desa Babalan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta mengetahui berbagai permasalahan yang berkembang di lingkungan warga. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sumenep hadir bersama jajaran dan disambut oleh …

Warga Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polres Sumenep Lakukan Penanganan

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | SUMENEP, Jatim– Seorang warga lanjut usia di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur miliknya sendiri pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.   Korban berinisial J (76), perempuan, warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat setelah sebelumnya korban dilaporkan …

Diduga Kredibilitas Sekolah PKBM di Kabupaten Garut Dipertanyakan Masyarakat ?

Admin Redaksi

25 Apr 2026

  Garut,Nasionalpos.com Garut, Polemik tentang dunia pendidikan di kab.Garut yang selama ini.didengar dengan bumbu yg begitu tidak sedap dan tidak enak didengar .seperti halnya di dunia pendidikan yang selama ini digembor gemborkan tentang Dana pendidikan yang pantastis Namun sungguh aneh yang menimpa anak didik pkbm yang berada dikecamatan garut kota .kelurahan kota kulon, dimana salah …

Koordinator Terminal Arya Wiraraja, Imam Hanafi Sebut Penumpang AKAP Masih Stabil Pasca Hari Raya Idul Fitri 2026

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

25 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Hari Raya Idul Fitri 1447 / 2026 telah berlalu, namun hal itu tidak berarti petugas BPTD Perhubungan terminal Bus Arya Wiraraja Sumenep bisa santai dalam aktifitas keseharian dalam menjalankan tugasnya.   Handoko Imam Hanafi, S.Sos. adalah Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep di bawah BPTD Kelas …

x
x