Home » Headline » Pemerintah Didesak Buat Kebijakan Tentang Tata Niaga Food Tray Yang Pro Rakyat, Cegah Monopoli Pasar dan Cegah Monopoli Produk Import

Pemerintah Didesak Buat Kebijakan Tentang Tata Niaga Food Tray Yang Pro Rakyat, Cegah Monopoli Pasar dan Cegah Monopoli Produk Import

dito 12 Apr 2025 207

NasionalPos.com, Jakarta-  Dampak dari pelaksanaan Program makan siang gratis  secara signifikan meningkatkan permintaan food tray, karena setiap siswa yang mengikuti program akan membutuhkan wadah untuk makan siang merekaProgram makan siang gratis akan secara signifikan meningkatkan permintaan food tray, karena setiap siswa yang mengikuti program akan membutuhkan wadah untuk makan siang mereka, tentunya dengan meningkatnya permintaan food tray dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi produsen dan pemasok food tray, demikian disampaikan Frans Herman Silaban Koordinator Indonesian Production Watch kepada wartawan, Sabtu, 12 April 2025 di Jakarta.

“ Program ini dapat mendorong produsen untuk berinovasi dalam desain dan fungsi food tray, misalnya dengan membuat food tray yang lebih tahan lama, mudah dibersihkan, atau memiliki penutup yang aman, “ ungkap Frans Herman Silaban.

Akan tetapi, lanjut Frans Herman Silaban, dari hasil pengamatan dan penelusuran dari berbagai pihak di lapangan, pihaknya menemukan adanya permasalahan yang tentunya menjadi kendala bagi pertumbuhan pengadaan food tray tersebut, diantaranya adalah munculnya persaingan tidak sehat antar produsen dan pemasok food tray, terutama dalam hal harga penjualan hingga sampai ke konsumen, sehingga fenomena ini juga berdampak pada kualitas dari barang food tray tersebut demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, dan untuk merebut konsumen, bahkan mereka para produsen maupun pemasok food tray berani menggunakan bahan pembuatan food tray di bawah standart dengan harga yang tentunya murah.

Baca Juga :  Siapa Cawapres Anies, Surya Paloh Beberkan Jawabannya

“ Kondisi tersebut, di perparah dengan masuknya food tray produk import dari Cina, yang mulai membanjiri pasaran, apalagi dengan adanya kebijakan Presiden Prabowo yang membuka kran import seluas-luasnya tanpa kuota dan tanpa proteksi, “ tukas Frans.

Menurut Frans, jika food tray produk import dari Cina, bukan hanya membanjiri pasaran, tapi justru menguasai pasaran dikarenakan kran import di buka sebesar-besarnya oleh Pemerintah, maka tentunya akan berimplikasi pada keberadaan produsen dan pemasok food tray dalam negeri, yang mayoritas bermodal kecil, nampaknya bakal kalah bersaing dengan produk food tray dari Cina, sehingga secara lambat laun produsen maupun pemasok bakal gulung tikar, nah apabila pemasok dan produsen Food tray local sampai gulung tikar, maka pertumbuhan ekonomi local tidak bakal terjadi.

“Sekarang saja, kami sudah menemukan fenomena yang terjadi saat ini, produsen dan pemasok local sulit untuk mencari pembeli, karena ada pesaing baru yakni produk import, dengan menawarkan harga foodtray produk import lebih murah dari harga produk foodtray local atau dalam negeri, tentunya pembeli akan beralih ke produk import yang lebih murah harganya, tanpa memperhatikan kualitas, dengan adanya fenomena tersebut, bisa berdampak mematikan produk local.” Tandas Frans

Baca Juga :  Wajah Baru Pelabuhan Muara Angke, Usai Direvitalisasi

Fenomena tersebut, sambung Frans, juga di perparah dengan adanya dugaan munculnya mafia pengadaan food tray di dalam negeri, yang di duga menerapkan strategi memonopoli produksi dan bahkan juga di duga memonopoli penjualan produk food tray di dalam negeri, sehingga menimbulkan bertambah semakin sengkarut dalam tata niaga food tray di dalam negeri, tidak hanya itu Pengadaan food tray dalam skala besar berpotensi menjadi target korupsi jika tidak diawasi dengan baik.

“Fenomena sengkarutnya tata niaga Food Tray, jika pemerintah ingin program makan gratis berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi local, maka pemerintah harus segera membuat kebijakan yang mengatur, menata dan mengawasi secara ketat tata niaga Food tray di dalam negeri, produk import harus di kendalikan jangan sampai menguasai pasar yang sangat merugikan produsen local, dalam waktu dekat kami akan bersurat ke Kementerian Perdagangan untuk mendesak agar segera mengeluarkan kebijakan tata niaga Food Tray yang pro rakyat, cegah monopoli pasar dalam negeri dan cegah monopoli produk import”pungkas Frans Herman Silaban

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Hari Sumpah Pemuda ke 98 Harapkan Pemuda Berjiwa Patriotik, Gigih, Berempati dan Berakhlak Mulya.

dito

28 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- 98 tahun yang lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa.   Semangat tersebut dinilai harus tetap hidup dan mewujud dalam pembangunan manusia, begitu pula yang di sampaikan Oleh Dr KH Yusuf Aman MA Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Propinsi DKI …

Poros Rawamangun Ingatkan Kadis Pendidikan DKI Jakarta, Jangan Main-Main Soal Dana Revitalisasi SDN 05 Baru PS Rebo”

dito

28 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Revitalisasi gedung SDN Baru 05 Pagi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang kondisi gedungnya sangat memprihatinkan itu, ditargetkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di mulai September 2026 ini, setelah proses perencanaannya berjalan sejak 2023, Akan tetapi hingga saat ini, revitalisasi yang sudah di siapkan dananya Rp 101 Milyar tersebut, belumlah berjalan pembangunan …

Tutup Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI: Ini Pesan Ketum PPM-LVRI Berto

dito

27 Okt 2026

NasionalPos.com, Binjai- Tim Taekwondo Tiger Sumatra Binjai meraih juara umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI yang ditutup Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM), Berto Izak Deko, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Binjai, Jalan Jambi, Minggu (25 Oktober 2026).   Kejuaraan perdana yang digelar Tiger Sumatra Binjai itu diikuti atlet, pelatih, dan penonton dengan antusias. …

Poros Rawamangun Sorot Kualitas Kinerja Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Terhadap Dua Proyek Pengadaan di DKI Jakarta

dito

27 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Tekad Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, untuk membersihkan di kalangan Pemprov DKI Jakarta dari tindak pidana korupsi, ternyata masih terganjal dengan adanya temuan dua kasus yang hingga saat ini belum ada penetapan tersangka nya, yakni Dua proyek pengadaan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang di temukan oleh BPK.   …

Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum, Usut Rp 50 Milyar APBD 2026 Pemprov DKI Jakarta, Untuk Pembangunan RSUD Cakung

dito

24 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Terkait dengan adanya temuan dugaan adanya dana Rp 50 Milyar bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 Pemprov DKI Jakarta, yang semestinya peruntukkannya membangun Rumah Sakit Daerah Cakung, yang total membutuhkan biaya Rp 400 milyar, namun hingga saat ini pembangunan fisiknya belum ada,   Maka kepada wartawan, Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, …

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

x
x