Home / Headline / Ekonomi / Nasional

Senin, 1 Agustus 2022 - 20:36 WIB

Pemerintah Pusat DiDesak Legislator, Tindak Tegas Pemda Naikan Harga Gas Subsidi

Nasionalpos.com, Jakarta- Sebelumnya diberitakan beberapa Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten/Kota) membuat edaran terkait kenaikan HET gas melon 3 kg. Beberapa daerah seperti, Tangerang, Tasik, Garut, Kuningan secara resmi menyatakan adanya kenaikan HET. Kenaikan ini berlaku secara bertahap mulai Agustus hingga beberapa bulan berikutnya, hal ini kemudian mendapatkan tanggapan dari Mulyanto  Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS yang meminta pemerintah melalui Kementerian ESDM (energi dan sumber daya mineral) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menertibkan Pemerintah Daerah (Pemda) yang menaikkan harga eceran tertinggi (HET) gas melon subsidi 3 kg, Di pusat dijaga tingkat inflasi dan daya beli masyarakat.

“Namun tanpa ada hujan ataupun angin, beberapa Pemda malah menaikan HET gas melon 3 kg tersebut. Ini kan tidak masuk akal,” ungkap Mulyanto kepada awak media, Senin 1/8/2022 di Gedung DPR RI.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (1/6/2020)

Menurutnya, penetapan HET gas melon 3 kg merupakan hal yang sangat sensitif. Karena itu harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak sebelum ditetapkan. Terlebih lagi menjelang tahun politik seperti saat ini. Ia berharap Pemda jangan membuat gaduh. Oleh karenanya, dirinya mendesak Kementerian ESDM dan Kemendagri untuk meninjau kembali kewenangan Penetapan HET di level Pemda ini. Dengan kewenangan penetapan HET gas melon 3 kg di tingkat Pemda,

“Saya sangat berharap Pemda bisa melakukan penataan, pengawasan dan pembinaan distribusi gas melon 3kg bersubsidi. Bukan malah mengambil sikap seperti sekarang ini, yang bertentangan dengan ketetapan Pemerintah Pusat.”tegas Mulyanto

Baca Juga  Kasal Pimpin Langsung Operasi Amfibi di Latgabma Super Garuda Shield 2022

Politisi dari Fraksi PKS ini juga menilai sekarang bukan saat yang tepat untuk menaikan HET gas melon. Selain karena di tingkat pusat, besaran subsidi gas sudah ditentukan, sekarang kondisi ekonomi masyarakat masih belum stabil. Masyarakat masih butuh bantuan agar bisa menggerakan aktivitas ekonominya pasca pandemi Covid-19, pihaknya juga memperkirakan kenaikan HET gas melon 3 kg dapat memicu inflasi dan memberatkan UMK (usaha mikro dan kecil), serta menggerus daya beli masyarakat.

“Ini kan sama juga bohong, apa yang selama ini diupayakan pemerintah pusat, kalau Pemdanya jalan sendiri dan menetapkan kenaikan HET seenaknya,” pungkas Mulyanto. (*dit)

 

 

Share :

Baca Juga

AHY dan SBY

Headline

Diduga ‘Orang’ Istana Mau Rebut Demokrat, AHY Kirim Surat ke Jokowi
IMG 20190611 WA0028 583x388

Megapolitan

Dua Tahun Berturut-turut, KLHK Raih Opini WTP
kpui

Headline

Daftar Nama Timsel Anggota KPU dan Bawaslu 2022 – 2027
OSO dan Wiranto

Headline

Wiranto Mengaku Merekayasa Aklamasi OSO Sebagai ketum Hanura
jajaran

Headline

Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, Jajaran Koarmada I Terima Penghargaan dari Menteri Kelautan dan Perikanan
vaksin corona

Headline

Inggris Uji Coba Vaksin Corona
Cepi

Headline

KOBAR Jakarta Utara : Yang Tidak Paham Jangan Jadi Provokator di Sunter
0be93bb0 3eea 428d 81e4 ad4ceb475413

Headline

Rapat Dengar Pendapat DPRD Tanjungbalai diwarnai aksi keprihatinan warga