Home » Nasional » Pendukung Kotak Kosong Berharap Memenangkan Pilkada kota Surabaya

Pendukung Kotak Kosong Berharap Memenangkan Pilkada kota Surabaya

Kusmiati - Kabiro Surabaya 27 Nov 2024 108

Surabaya:
Partisipasi Menurun, Militansi Pendukung Kotak Kosong Meningkat”
Pemilih Surabaya Turun Drastis, Apa Dampaknya pada Hasil Pilkada?”

Nasionalpos.com Surabaya – Berdasarkan informasi terkini yang diterima dari para saksi yang ditempatkan di sejumlah TPS, terdapat indikasi bahwa tingkat kehadiran pemilih dalam Pilkada Surabaya cenderung menurun secara signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi hasil akhir pemilihan, khususnya terkait peluang kemenangan kotak kosong.

 

Heru ketua maki Jatim menyebutkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi pemilih berpotensi memberikan keuntungan besar bagi kotak kosong. “Militansi pendukung kotak kosong ini sangat luar biasa. Dengan partisipasi pemilih yang rendah, peluang kotak kosong untuk menang semakin besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa jika kotak kosong menang, tidak ada alasan untuk mempersoalkan dugaan pelanggaran selama proses pemilihan. “Kalau menang, untuk apa mempermasalahkan pelanggaran? Dari awal kami sudah melihat potensi pelanggaran, tetapi fokus kami tetap pada hasil akhir,” tambahnya.

Baca Juga :  Polres Pessel Gelar Donor Darah Sambut HUT Humas Polri ke-74 Tahun 2025

Di sisi lain, pemungutan suara secara resmi ditutup pukul 12.00 WIB sesuai aturan PKPU. Proses penghitungan suara di TPS menjadi momen penting untuk memastikan hasil yang akurat. “Kami masih menunggu hasil penghitungan resmi di TPS. Namun, melihat militansi pendukung kotak kosong yang semakin kuat, ditambah turunnya jumlah pemilih yang hadir di TPS, ini menjadi peluang luar biasa bagi kotak kosong,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti berbagai upaya pihak lain untuk meningkatkan partisipasi pemilih, seperti pembagian hadiah usai pencoblosan. “Ada yang memberikan makan gratis dan hadiah setelah mencoblos. Ini fenomena yang sangat mencolok, tetapi tetap saja jumlah pemilih menurun,” tuturnya.

Baca Juga :  Giliran pengedar sabu bulak banteng diamankan polrestabes surabaya

Menurutnya, kantong-kantong suara utama berada di Dapil 4, khususnya wilayah Wonokromo dan sekitarnya. Wilayah lain seperti Dapil 1, 2, dan Pamorbaya juga menjadi perhatian, namun perhitungan suara di Dapil 4 dianggap paling signifikan.

Sementara itu, meskipun kotak kosong tidak memiliki saksi resmi, pihaknya tetap memantau jalannya pemilihan melalui saksi paslon lainnya. “Saksi kotak kosong memang tidak ada, tapi kami tetap mengandalkan saksi dari paslon lain, khususnya paslon nomor 2, untuk memastikan pengawasan di TPS,” ujarnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan bahwa hasil akhir penghitungan suara akan diumumkan pada pukul 18.30 WIB dan deklarasi akan dilakukan pukul 19.00 WIB di depan Grahadi. “Insya Allah, jika Allah berkehendak, kita akan deklarasi kemenangan kotak kosong malam ini,” pungkasnya.(Team)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x