Home » Headline » Pengamat Menilai Pengurangan Hari Kerja Lebih Efektif Tanggulangi Kemacetan

Pengamat Menilai Pengurangan Hari Kerja Lebih Efektif Tanggulangi Kemacetan

dito 11 Mei 2023 106

NasionalPos.com, Jakarta- Kebijakan pengaturan jam kerja untuk mengurai kemacetan lalu lintas kembali diwacanakan Pemprov DKI Jakarta. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya berencana mengatur jam masuk kerja dan dibagi dua sesi yakni pukul 08.00 dan 10.00 WIB.

Namun hal ini masih akan dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang akan dilaksanakan rencanya pada Rabu,17 Mei 2023.

Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga mengatakan, pelaksanaan pembagian jam masuk dan jam pulang kerja pernah terbukti gagal pada era Gubernur Fauzi Bowo.

“Masalahnya di era pak Foke sudah pernah diterapkan dan terbukti gagal mengurangi kemacetan,” ujarnya saat dihubungi awak media, Kamis 11/5/2023 di Jakarta.

Menurutnya, karena pada saat itu banyak orangtua berangkat bersamaan dengan mengantarkan suami atau istri ke tempat kerja berbarengan dengan mengantar anak sekolah.

Baca Juga :  Diguyur Hujan, Kolinlamil Peringati Hari Bela Negara ke-77

“Jadi apakah masih perlu diuji coba lagi?,” imbuh Nirwono.

Lebih lanjut ia memberikan usulan untuk mengurangi volume kendaraan bermotor di jalan pada jam sibuk, yakni dengan menerapkan kebijakan pengurangan hari kerja.

“Jadi bekerja 3-4 hari, 2 hari sisanya bisa bekerja dari rumah atau WFH.”paparnya

Ia mengklaim, kebijakan tersebut justru efektif dan sudah mulai berlaku di beberapa kota besar Eropa dan terbukti tidak mengurangi produktivitas kerja bahkan lebih produktif.

“Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi mobilitas dan penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas harian, sambil pemda mempercepat pembangunan transportasi publik yang terintegrasi, mendekatkan jaringan dan layanan transportasi publik ke perumahan/permukiman,” tandasnya.

Baca Juga :  Untuk Lindungi Data Pribadi, Peradi SAI Bertransfomasi Digital Terapkan Sistem Informasi ADVOKAT

Terpisah, Pengamat Transportasi Publik Deddy Herlambang mengatakan tetap ada dampak jika pengaturan jam kerja dalam hal ini pembagian shift masuk dan pulang kerja yang diwacanakan Pemrov DKI.

Ia mengatakan, jika dibagi otomatis kepadatan jam 6-8 yang setiap harinya juga akan berkurang 50%. Namun kepadatan volume lalu lintas justru semakin bertambah sampai pukul 10.00 WIB, Khusus bagi pekerja ( bukan anak sekolah), namun kepadatan volume lalin akan lebih panjang sampai pukul 10.00 WIB.

“Maka Solusi yang tepat selain  menggunakan angkutan umum massal juga bisa menerapkan pengurangan hari kerja,  jelas kemacetan akan berkurang,” pungkasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …

Himbauan MUI Khutbah Jum’at tentang Cegah Narkoba Sarana Efektif Sadarkan Umat Lawan Penyalahgunaan Narkoba

dito

26 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 ini , yang jatuh tepat di tanggal 26 Juni , maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan instruksi khusus melalui Surat Himbauan Nomor Kep-63/DP-MUI/VI/2026. MUI mengimbau seluruh masjid dan khatib di Indonesia untuk menggelar khutbah Jumat serentak dengan tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa …

Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

x
x