Home / Headline / Ekonomi / Nasional

Jumat, 20 Januari 2023 - 18:56 WIB

Penyebab Cadangan Beras Menipis & Mafia Beras Bakal Dibongkar Dirut Bulog

NasionalPos.com, Jakarta- Penyebab cadangan beras pemerintah (CBP) di pasar belum maksimal, Selain karena belum masuknya panen raya beras, pemerintah mengalami kendala dalam mendatangkan beras impor. Masalah perizinan yang berbelit dan cuaca buruk di penghujung tahun 2022 menjadi kendala utama CPB di pasar menipis. Contohnya, dialami Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, yang penyaluran CBP di bawah 30 ribu ton per hari, demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso kepada pers, Jumaat, 20/1/2023 di Jakarta.

Di dalam negeri, proses untuk izin impornya tidak mudah. Tidak bisa sehari dua hari selesai. Harusnya proses itu dipermudah, bukan dipersulit. Plus masalah ini karena cuaca buruk,” ungkap Budi Waseso.

Akibat cuaca buruk pada Desember 2022, lanjutnya, pembongkaran kontainer beras impor di pelabuhan pun terkendala, ada antrean bongkaran muatan cukup panjang di suatu pelabuhan, sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengangkut beras.
Sedangkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang berharap dengan menargetkan pengiriman 500 ribu ton beras impor selesai di bulan ini dipastikan tidak bisa direalisasikan.

Baca Juga  Sebanyak 1.712 Peserta Ikuti Gerakan Menanam se-DKI Jakarta

“Tapi, kami berusaha bagaimana pun ini barang paling lambat pertengahan Februari selesai (pengiriman beras impor),” ucap Buwas.

Melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal operasi pasar, Bulog menargetkan menyalurkan 100 ribu ton mulai pekan ini. Sebelum disebarkan ke pasar secara masif, Bulog harus menghitung dan memastikan kualitas beras sesuai dengan kontrak dagang yang dilakukan. Setelah tahap itu dilakukan beras baru bisa dikeluarkan dari gudang Bulog.

“Minggu ini ditargetkan 100 ribu ton didistribusikan. Kalau kebutuhan itu pulau Jawa paling besar penduduknya dan itu permintaan besar dan itu jadi utama,” ucapnya.

Sementara itu, Buwas juga menyampaikan pihaknya menyikat oknum yang terlibat dalam praktik mafia beras, termasuk karyawannya kebutuhan beras amat mendasar bagi masyarakat, sehingga tidak patut dipermainkan.

Baca Juga  Anies Tegaskan Pembukaan Mal 5 Juni Itu Hanya Imajinasi

“Saya sampaikan ke pimpinan wilayah (pinwil) Perum Bulog, siapa yang bermain dengan beras, saya pecat langsung, tidak ada tegur-teguran,Jangan pikir saya tidak tahu. Saya tahu di mana mereka, ada rekamannya. Saya tidak bodoh-bodoh amat “tegas Buwas.

Buwas mengaku dalam penelusuran langsung pihaknya, para oknum tersebut diduga mengancam ke pedagang terkait penguasaan distribusi beras. Praktik monopoli pun diendus kuat terjadi oleh mafia beras.

“Ini ngapain mereka mengumpulkan pedagang terus diintimidasi. Jangan merasa hebat, jagoan, pakai mengancam-ancam. Enggak ada penguasaan-penguasaan, ini beras pemerintah,” tegasnya.

Namun, Dirut Bulog itu enggan menyebut secara gamblang siapa oknum mafia tersebut. Pihaknya akan menyerahkan langsung kewenangan penanganan praktik kriminal itu ke Satgas Pangan.

“Saya sudah sampaikan ke Satgas Pangan. Nanti secara faktual data-datanya di cek dan akan didalami dulu,”pungkasnya

 

 

Share :

Baca Juga

Headline

JK : Perppu KPK Jatuhkan Wibawa Pemerintah
Mahfud MD

Headline

Menkopolhukam Anggap Pengunduran Diri Wabup Nduga Sebagai Manuver Politik
kejaksaan 2

Headline

JPM Pertanyakan Keseriusan Kejagung Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH DKI di Era Ahok
8b836211 16da 4228 8df1 a3a9edcbf453

Nasional

Jadikan Kekuatan Ekonomi Terbesar ke-5 Dunia, ASEAN Eratkan Kerja Sama Strategis dengan Italia
KASAU 11

Headline

Kasau Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Secara Virtual
oksigen

Headline

Australia Sumbang 2,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Hingga Oksigen Untuk Indonesia
rakerda gokti edit

Headline

Rapat Kerja Daerah GOPTKI DKI Jakarta Dibuka Sekdaprov DKI Jakarta
Jokowi 1

Nasional

Jokowi “Warning” Direksi BUMN