Home » Ekonomi » Penyebab Cadangan Beras Menipis & Mafia Beras Bakal Dibongkar Dirut Bulog

Penyebab Cadangan Beras Menipis & Mafia Beras Bakal Dibongkar Dirut Bulog

dito 20 Jan 2023 177

NasionalPos.com, Jakarta- Penyebab cadangan beras pemerintah (CBP) di pasar belum maksimal, Selain karena belum masuknya panen raya beras, pemerintah mengalami kendala dalam mendatangkan beras impor. Masalah perizinan yang berbelit dan cuaca buruk di penghujung tahun 2022 menjadi kendala utama CPB di pasar menipis. Contohnya, dialami Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, yang penyaluran CBP di bawah 30 ribu ton per hari, demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso kepada pers, Jumaat, 20/1/2023 di Jakarta.

Di dalam negeri, proses untuk izin impornya tidak mudah. Tidak bisa sehari dua hari selesai. Harusnya proses itu dipermudah, bukan dipersulit. Plus masalah ini karena cuaca buruk,” ungkap Budi Waseso.

Akibat cuaca buruk pada Desember 2022, lanjutnya, pembongkaran kontainer beras impor di pelabuhan pun terkendala, ada antrean bongkaran muatan cukup panjang di suatu pelabuhan, sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengangkut beras.
Sedangkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang berharap dengan menargetkan pengiriman 500 ribu ton beras impor selesai di bulan ini dipastikan tidak bisa direalisasikan.

Baca Juga :  Wacana Madrasah Gratis Di bahas DPRD DKI Jakarta Bersama Kanwil Kemenag

“Tapi, kami berusaha bagaimana pun ini barang paling lambat pertengahan Februari selesai (pengiriman beras impor),” ucap Buwas.

Melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal operasi pasar, Bulog menargetkan menyalurkan 100 ribu ton mulai pekan ini. Sebelum disebarkan ke pasar secara masif, Bulog harus menghitung dan memastikan kualitas beras sesuai dengan kontrak dagang yang dilakukan. Setelah tahap itu dilakukan beras baru bisa dikeluarkan dari gudang Bulog.

“Minggu ini ditargetkan 100 ribu ton didistribusikan. Kalau kebutuhan itu pulau Jawa paling besar penduduknya dan itu permintaan besar dan itu jadi utama,” ucapnya.

Sementara itu, Buwas juga menyampaikan pihaknya menyikat oknum yang terlibat dalam praktik mafia beras, termasuk karyawannya kebutuhan beras amat mendasar bagi masyarakat, sehingga tidak patut dipermainkan.

Baca Juga :  DPR Harap Kontingen Indonesia Raih Emas di Olimpiade Paris

“Saya sampaikan ke pimpinan wilayah (pinwil) Perum Bulog, siapa yang bermain dengan beras, saya pecat langsung, tidak ada tegur-teguran,Jangan pikir saya tidak tahu. Saya tahu di mana mereka, ada rekamannya. Saya tidak bodoh-bodoh amat “tegas Buwas.

Buwas mengaku dalam penelusuran langsung pihaknya, para oknum tersebut diduga mengancam ke pedagang terkait penguasaan distribusi beras. Praktik monopoli pun diendus kuat terjadi oleh mafia beras.

“Ini ngapain mereka mengumpulkan pedagang terus diintimidasi. Jangan merasa hebat, jagoan, pakai mengancam-ancam. Enggak ada penguasaan-penguasaan, ini beras pemerintah,” tegasnya.

Namun, Dirut Bulog itu enggan menyebut secara gamblang siapa oknum mafia tersebut. Pihaknya akan menyerahkan langsung kewenangan penanganan praktik kriminal itu ke Satgas Pangan.

“Saya sudah sampaikan ke Satgas Pangan. Nanti secara faktual data-datanya di cek dan akan didalami dulu,”pungkasnya

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

x
x