Peringatan Harlah Muslimat NU ke-78 di GBK Dihadirin Ratusan Ribu Anggotanya

- Editor

Sabtu, 20 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan ribu anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) meramaikan kegiatan hari lahir (harlah) ke-78 organisasi itu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu, 20/1/2024

Berdasarkan perhitungan panitia Harlah Ke-78 Muslimat NU, terdapat sekitar 150.000 anggota yang dibawa ke lokasi acara itu dengan menggunakan 2.995 bus. Mereka berasal dari 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU.
Acara tersebut juga dihadiri Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU berasal dari 11 negara, antara lain Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris, dan Jepang.

Sejak Jumat (19/11) malam, peserta kegiatan harlah mulai memadati kompleks Stadion GBK Jakarta dengan mengenakan gamis hijau dan syal sesuai dengan daerah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, sekitar pukul 00.00 hingga 02.30 WIB dengan khataman Al Quran sebanyak 2024 kali yang dipimpin Hajah Romlah Widayati, dilanjutkan pada pukul 02.30 hingga 04.20 WIB berupa Shalat Tahajud dan Hajat berjamaah dengan imam KH A Muzakky Alhafidz. ​​​​​​
Shalat Subuh berjamaah dilangsungkan pada pukul 04.20 hingga 04.45 WIB, dilanjutkan pembacaan  Pada pukul 04.45 WIB hingga 05.30 WIB acara diisi dengan pembacaan istighatsah, tahlil, dan doa khatam Al Quran dipimpin KH Asep Syaifuddin Chalim.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena telah berperan besar bagi NU.

“Pak Presiden, kami warga Muslimat NU menyampaikan terima kasih bahwa perhatian Bapak Presiden tidak sekadar mengusulkan Hari Santri, tapi beliau juga yang memulai menyiapkan dana abadi untuk pesantren,” katanya
Selain mengusulkan Hari Santri dan menyiapkan dana abadi pesantren, ucapan terima kasih juga disampaikan dia karena Presiden Jokowi turut membantu 184 perguruan tinggi di lingkungan NU.
Salah satunya, ungkap dia, menginisiasi perguruan tinggi yang fokus di bidang keilmuan digital, seperti kecerdasan buatan.
“Ibu, Pak Presiden, mungkin banyak yang belum paham kalau artificial intellegence (kecerdasan buatan) itu ilmu yang mahal dan langka. Dan beliau (Presiden Jokowi) memberi dan memfasilitasi. Akhirnya Uni Emirat Arab memberi bantuan yang besar sekali Bu, tembus Rp1 triliun yang saya dengar,” ujarnya.
Selain berterima kasih kepada Presiden Jokowi, Khofifah juga mengucapkan terima kasih kepada PBNU yang telah berusaha maksimal sehingga dapat menghantarkan PBNU menjadi salah satu organisasi terbesar di dunia.
Sedangkan dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada Muslimat NU yang senantiasa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merawat Pancasila.

“Atas nama masyarakat, bangsa dan negara, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Muslimat NU yang selalu menjaga NKRI, merawat Pancasila, selalu merawat persatuan dan kerukunan untuk Indonesia Maju,” kata dia.

Presiden Jokowi tiba di Stadion Utama GBK sekitar pukul 06.30 WIB dengan mengenakan baju putih dipadukan dengan jas berwarna biru gelap, kopiah, dan bawahan sarung.

Di kesempatan ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa kaum ibu adalah kunci dan tiang negara untuk mewujudkan negara yang kuat.

“Ibu-ibu adalah kunci, karena an nisa imadul bilad, perempuan adalah tiang-tiang negara,” ucapnya
Untuk itu, demi kuatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan demi cita-cita memajukan peradaban bangsa, Gus Yahya menyatakan, kaum ibu Muslimat harus siap bergerak dan berjuang bersama dalam menopang kejayaan bangsa dan negara.
Ia juga menjelaskan perjuangan dan cita-cita membangun peradaban dimulai dengan negara yang kuat, sedangkan para ulama mengetahui bahwa ibu-ibu menjadi kunci penting untuk mewujudkan negara yang kuat itu.

Untuk itu, dalam Harlah Ke-78 Muslimat NU ia mengucapkan selamat kepada badan otonom organisasi NU tersebut.
“Kita yakin Allah Subhanahu wa Ta’ala tak henti-hentinya mencurahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua,” kata Gus Yahya.
Kemudian, acara dilanjutkan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dijadwalkan mengisi tausiah pada pukul 07.45 hingga 08.00 WIB
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan persembahan lagu Hymne Muslimat NU dan Padamu Negeri. Acara akan ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Luthfi Bin Yahya pada pukul 08.20 WIB.

Berita Terkait

Komisi III DPR ingatkan Polri agar tidak asal tangkap
Pencarian Korban Longsor Tambang Mineral Bone Bolango Masih Berlangsung
Cegah Banjir, Komisi D Ajak Warga ‘Gotong Royong’ hingga Aktif Ajukan Program di Musrenbang
BPJT Bocorkan Besaran Total Tarif Tol Cimanggis-Cibitung
KPK Tegaskan Predikat WTP Bukan Berarti Bersih Korupsi
SYL Mohon Doa Jelang Sidang Putusan Majelis Hakim
Imigrasi Sanksi 2.041 WNA Pada Semester Satu 2024
Usai Bebas Kasus Vina, Pegi Ingin Istirahat Sejenak

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:43 WIB

Komisi III DPR ingatkan Polri agar tidak asal tangkap

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:30 WIB

Pencarian Korban Longsor Tambang Mineral Bone Bolango Masih Berlangsung

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:22 WIB

Cegah Banjir, Komisi D Ajak Warga ‘Gotong Royong’ hingga Aktif Ajukan Program di Musrenbang

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:34 WIB

BPJT Bocorkan Besaran Total Tarif Tol Cimanggis-Cibitung

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:15 WIB

KPK Tegaskan Predikat WTP Bukan Berarti Bersih Korupsi

Selasa, 9 Juli 2024 - 20:19 WIB

SYL Mohon Doa Jelang Sidang Putusan Majelis Hakim

Selasa, 9 Juli 2024 - 11:26 WIB

Imigrasi Sanksi 2.041 WNA Pada Semester Satu 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 11:17 WIB

Usai Bebas Kasus Vina, Pegi Ingin Istirahat Sejenak

Berita Terbaru