Home » Hukum » Pimpinan Redaksi Nasionalpos.com Kutuk Keras Pengeroyokan Terhadap Jurnalis di Karawang

Pimpinan Redaksi Nasionalpos.com Kutuk Keras Pengeroyokan Terhadap Jurnalis di Karawang

Primadoni,SH 09 Mar 2025 111

Padang, Nasionalpos.com — Pimpinan Redaksi Nasionalpos.com, Primadoni, S.H, menyampaikan kecaman keras terhadap kejadian pengeroyokan yang menimpa saudara Opik pada Jum’at (7/3-2025), yang merupakan seorang jurnalis yang sedang meliput di kawasan kuliner Tuparev, Karawang.

Opik, yang tengah melakukan tugas jurnalistik di daerah tersebut, menjadi korban kekerasan setelah terlibat dalam insiden keributan yang melibatkan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan sejumlah tukang parkir setempat.

Akibat dari pengeroyokan tersebut, Opik mengalami luka lebam di wajah dan mata merah akibat pukulan serta tendangan yang dilayangkan oleh pelaku. Kejadian ini sangat disayangkan, mengingat jurnalis seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman tanpa adanya gangguan atau ancaman fisik.

Pimpinan Redaksi Nasionalpos.com menegaskan bahwa insiden ini adalah bentuk kekerasan yang tidak dapat diterima terhadap seorang wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, ia meminta agar aparat kepolisian di Karawang segera mengambil tindakan tegas dan cepat terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut. Penanganan yang serius diharapkan dapat memberikan efek jera bagi mereka yang terlibat dalam kekerasan terhadap jurnalis.

Baca Juga :  Pemkab Pesisir Selatan Tegaskan APBD 2026 Berpihak kepada Rakyat

Lebih lanjut, Pimpinan Redaksi juga menekankan pentingnya bagi pihak kepolisian untuk tidak hanya memproses kasus ini secara hukum, tetapi juga memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Perlindungan terhadap jurnalis adalah hal yang sangat penting, karena hal ini berkaitan langsung dengan kebebasan pers yang merupakan salah satu pilar demokrasi dan transparansi di Indonesia.

“Jurnalis harus merasa aman dalam melaksanakan tugas jurnalistik mereka. Kekerasan terhadap wartawan merupakan ancaman terhadap keselamatan mereka dan juga terhadap kebebasan pers itu sendiri,” ungkap Bang Don panggilan akrabnya.

Baca Juga :  Edy Rochman Berikan Penguatan Moral Kepada Puluhan Warga Binaan Yang Akan Menjalani Perpindahan Kamar

Ia berharap aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap perlindungan jurnalis agar mereka dapat bekerja dengan tenang dan aman.

Sebagai penutup, Pimpinan Redaksi Nasionalpos.com mengingatkan bahwa kebebasan pers adalah hak yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta untuk terus memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan jurnalis, yang bekerja untuk kepentingan publik.

Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk menghargai kebebasan pers dan menjamin keselamatan wartawan yang menjalankan tugasnya. Dengan adanya proses hukum yang adil dan cepat, diharapkan kasus ini tidak hanya memberi keadilan bagi korban, tetapi juga mencegah terulangnya tindakan serupa di masa depan. (Red)

 

#KejahatanTerhadapWartawan #Pengeroyokan #Karawang #JurnalisDilindungiHukum

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Admin Redaksi

29 Apr 2026

  Jakarta,Nasionalpis.com JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan di sektor kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Melati menegaskan, pembentukan Panja merupakan bentuk keseriusan Komisi IV dalam menampung serta menindaklanjuti aspirasi …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Kapolres Sumenep Perbaiki Jembatan Demi Kelancaran Aktivitas Warga

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Senin, 27 April 2026, wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Sumenep dengan menginisiasi sekaligus memimpin langsung kegiatan perbaikan jembatan di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga diketahui mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan …

Wujud Kepedulian Kapolres Sumenep, Tampung Aspirasi Masyarakat Pada Giat Curhat Kamtibmas 

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep – Senin, 27 April 2026, Kapolres Sumenep melaksanakan kegiatan Curhat Kamtibmas bersama masyarakat di Desa Babalan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta mengetahui berbagai permasalahan yang berkembang di lingkungan warga. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sumenep hadir bersama jajaran dan disambut oleh …

Warga Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polres Sumenep Lakukan Penanganan

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | SUMENEP, Jatim– Seorang warga lanjut usia di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur miliknya sendiri pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.   Korban berinisial J (76), perempuan, warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat setelah sebelumnya korban dilaporkan …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x