Home » Headline » PPP Makin Panas, Kubu Prof. Husnan Tolak SK Menkum Versi Terbaru

PPP Makin Panas, Kubu Prof. Husnan Tolak SK Menkum Versi Terbaru

Dhio Justice Law 08 Okt 2025 542

NasionalPos.com, Jakarta –  Langkah Kementerian Hukum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru tentang kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Ketua Umum Mardiono dan Waketum Agus Suparmanto, kini semakin memanaskan suhu internal partai Ka’bah.

Niat Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengeluarkan SK baru tersebut untuk menyikapi dualisme kepemimpinan PPP antara kubu Mardiono dan kubu Agus Suparmanto.

Dalam SK tersebut, Supratman mengatakan Ketua Umum PPP akan tetap dijabat oleh Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto, pesaingnya di Muktamar menjadi Wakil Ketua Umum.

“Hari ini saya mengeluarkan surat keputusan Menkum yang baru di mana, Pak Mar tetap menjadi Ketum PPP dan Pak Agus Suparmanto jadi waketum dan Gus Yasin jadi Sekjen,” kata Supratman di kantor Kemenkum, Senin (6/10/2025).

Politikus Gerindra ini berharap, SK Menkum yang baru ini bisa membawa kesejukan di internal partai berlambang Ka’bah.

“Saya berharap sesegera mungkin diserahkan susunan kepengurusan yang lengkap dan tadi disampaikan PPP akan diselenggarakan mukernas dan waktunya akan sesegera mungkin,” katanya.

Baca Juga :  DPR Berhasil Tekan Biaya Haji 2023, Bersama Pemerintah Sepakati Besaran Biaya Perjalanan Haji

Sebelumnya. Menkum Supratman telah mengeluarkan SK kepengurusan yang diajukan Mardiono, namun mendapat penolakan dari kubu Agus dan juga kubu Prof. KH Husnan Bey Fananie.

Namun, SK Menkum yang baru itu bukannya mendinginkan suhu di internal PPP, tapi justru semakin memanas.

Calon Ketua Umum PPP Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie tetap berkeras menolak.

Alasannya, klaim Mardiono dan Agus terpilih sebagai Ketum PPP secara aklamasi itu cacat secara hukum, tidak konstitusional, dan telah mencederai semangat Fusi 1973 yang menjadi dasar berdirinya PPP.

“PPP bukan milik segelintir elit yang berebut legalitas, tetapi milik umat dan bangsa. Muktamar yang diselenggarakan tanpa legitimasi yang sah hanyalah panggung kekuasaan, bukan forum musyawarah umat,” tegas Husnan di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Karena itu, Husnan menolak gagasan “islah” antara dua kubu tersebut yang dinilai sandiwara politik untuk mempertahankan status quo. Baginya, islah hanya untuk mengembalikan marwah partai PPP saja yang dianggap mulia.

Baca Juga :  Kunjungi Rusun Marunda, Heru Pastikan Layanan Warga Berjalan Baik

“Islah itu mulia jika dilakukan untuk mengembalikan marwah partai, bukan untuk bagi-bagi kursi. Karena itu saya menolak segala bentuk islah palsu yang menutup mata terhadap pelanggaran AD/ART dan nilai perjuangan PPP,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Husnan akan menempuh langkah hukum melalui somasi resmi kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan PPP secara tidak sah. Selain itu, juga menyiapkan langkah hukum lanjutan untuk mengembalikan PPP kepada fusi sejati tahun 1973, yang mempersatukan kekuatan Islam moderat di Indonesia.

“Cukup sudah PPP dipermainkan oleh kepentingan sempit. Kita harus kembalikan partai ini kepada niat sucinya: memperjuangkan Islam, keadilan, dan kebangsaan,” tambahnya.

Disisi lain, Husnan mengajak seluruh kader dan simpatisan PPP untuk tetap menjaga ketenangan. Ia menegaskan, gerakan yang Ia pimpin akan tetap konsisten menegakkan hukum, menjaga moral politik, dan membangun PPP yang berdaulat di bawah satu kepemimpinan yang legitimate. (dhio)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x