Home / Headline / Nasional / Politik

Kamis, 16 Juni 2022 - 23:16 WIB

Reshuffle Kabinet Merangkul Oposisi Perkuat Pemerintahan

NasionalPos.com, Jakarta- Reshuffle kabinet adalah kebijakan Presiden mengganti atau menambah personil kabinet dengan mempertimbangkan berbagai dimensi kepentingan politik, representasi kekuatan politik, representasi demografi hingga dimensi kinerja pemerintahan, mengotak atik susunan kabinet tidak semudah menyusun bidak bidak catur. Pro dan kontra atas penempatan personil pasti akan muncul akibat perbedaan persepsi, posisi dan kepentingan politik. Ditambah lagi dengan problematika sosial politik kekinian yang perlu diatasi, serta gangguan dari kelompok oposisi maupun kelompok kepentingan lainnya, agar reshuffle kabinet berjalan baik perlu adanya dukungan politik baik dari internal maupun eksternal. Syukur syukur dapat menarik atau mengajak kekuatan politik oposisi menjadi mitra koalisi baru demikian disampaikan Y Widirahardjo Ketum TKR Jokowi-Ma’ruf Amin, saat dihubungi perisaihukum.co.id Kamis, 16 Juni 2022 di Jakarta.

“Menarik kekuatan politik oposisi tentunya akan menambah kekuatan politik. Tapi bagaimanapun juga “no free for lunch”. Ada penukaran yang harus dibayar berupa jabatan politik atau peluang politik. Dengan adanya penukaran politik ini maka aroma “dagang sapi” pada setiap reshuffle akan selalu muncul.”ucap Y.Widiraharjo

Baca Juga  TNI AL Siap Terapkan Ilmu dan Aturan Baru Hukum Kontrak Pengadaan Barang/Jasa

Menurut Y.Widiraharjo, dalam hal mencermati kebijakan Jokowi melakukan reshuffle kabinet kali ini terlihat lebih condong menggalang kekuatan politik untuk mengamankan berbagai program besar (Mega projek) yang tengah berjalan, utamanya projek Ibu Kota Negara (IKN) “Nusantara”, project infrastruktur, project Strategis Nasional dll.

Dalam menggalang kekuatan politik baru, maka ditariklah PAN dan Partai partai non parlemen menjadi anggota kabinet baik sebagai menteri atau wakil menteri, harapannya adalah menambah kekuatan dan mengurangi potensi lawan, sehingga program kerja presiden tidak lagi terganggu.

“Langkah reshufle tersebut bukan berarti Jokowi terkunci tapi malah Jokowi yang mengunci manuver politik dari kaum oposan sekaligus meredusir kekuatan mereka, Melemahnya kekuatan oposisi memberi keleluasaan Jokowi mengeksekusi program-program ambisiusnya.”tukas Y.Widiraharjo

Baca Juga  Said Aqil Nilai Pemerintah Gugup Hadapi Pandemi Covid-19

Terbukti, lanjut Y.Widirahardjo, sekarang program-program Jokowi berjalan lancar. Memang ada kendala finansial, tapi kendala itu tidak membuat pemerintahan Jokowi bangkrut, sehingga boleh dikatakan Reshufle kali ini pada dasarnya simbiosis mutualisme, masing masing pihak dapat untung. Pemerintahan Jokowi dapat untung dukungan politik yang semakin kuat di parlemen sehingga mudah meloloskan peraturan perundangan yang dibutuhkan untuk melancarkan terwujudnya program strategis nasional. Partai amanat Nasional juga beruntung dapat “kue” politik yg bisa menjadi logistik pemilu 2024. Tergantung cara main agar kue politik itu bisa “aman” dinikmati.

“Adapun soal “abuse of power” adalah hal biasa dalam perpolitikan dimana saja. Yg penting kata pepatah Jawa : “ngono Yo ngono ning Ojo ngono”.pungkas Y.Widirahardjo. (*dit)

Share :

Baca Juga

1b87daaa 00d5 4b95 b9a4 275555e8bb5b

Headline

PPM Beranjangsana ke KASAL Pembina Teritorial
RS Polri Kramat Jati Jakarta

Headline

40 Sampel DNA Korban Pesawat Sriwijaya SJ182 Diterima Tim DVI Polri
IMG 20190725 WA0053 616x410

Headline

Panglima TNI Harap Organisasi IKKT Dapat Memberikan Manfaat Bagi Prajurit
Nakes Covid 19

Headline

Update Data Corona (4/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.123.617 Orang dan Meninggal 135.469 Orang
diskusi

Nasional

Para Tokoh Kalimantan Gelar Diskusi Percepatan Pembangunan di Borneo
pistol

Headline

Jasad 6 Laskar FPI Belum Diketahui Keberadaannya
Bank Indonesia

Ekonomi

BI Akui Ekonomi Islam Berperan Besar Capai Indonesia Maju 2045
vaksin corona

Headline

Pemerintah Berencana Umumkan Hasil Uji Vaksin Covid-19 Pada Okotober 2020