Home » Ekonomi » Sagunesia, Terobosan Baru Kementan Solusi Hadapi Krisis Pangan Dunia

Sagunesia, Terobosan Baru Kementan Solusi Hadapi Krisis Pangan Dunia

Admin Nasionalpos 07 Jul 2022 47

NasionalPos.com,Jakarta – Usai Covid-19, kini krisis pangan menerpa dunia namun pemerintah tentu tak tinggal diam dan berkomitmen hadir menghadapi krisis pangan dunia, sigap bersiap dan memastikan terus menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan nasional. Salah satu terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program unggulan Direktorat Jenderal Perkebunan yaitu Sagunesia (Sagu untuk Indonesia), menjawab tantangan krisis pangan dunia.

“Direktorat teknis harus mempersiapkan langkah dan prediksi yang akan terjadi kedepannya, agar kebun yang ada saat ini bisa memenuhi kebutuhan kedepannya. Perlunya perkuat teknologi agar menghasilkan produksi dan produktivitas yang berkualitas dan bernilai tambah, serta kejelasan target pasar atau industrinya, sehingga UKM atau koperasi yang sudah kita bangun terjamin atau memiliki target pasar yang jelas, apalagi di tengah perubahan iklim yang terjadi, pandemi covid 19 dan akibat perang Ukrania-Rusia yang tak dapat dipungkiri mempengaruhi distribusi pangan dunia. Potensi sagu Indonesia yang besar dapat menjadi solusi ditengah krisis ini,” ujar Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan, Kamis (07/07).

Andi Nur Alam menjelaskan pengembangan sagu perlunya memberdayakan petani lokal dan memperhatikan positioning dan kemasan produk sagu agar dapat bersaing dipasar global dengan penguatan pasar produk turunannya termasuk melalui e-commerce. Potensi sagu Indonesia 85% dari total sagu dunia, dimana sagu memiliki potensi yang luar biasa, siapa yang tak kenal sagu, selain sebagai bahan baku industri, bahan pakan dan sumber energi.

“Dan sagu juga merupakan bahan pangan yang dapat dikreasikan menjadi beragam olahan makanan,” jelasnya.

Baca Juga :  Panduan Mudah Membaca dan Memahami Altcoin Season Index

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan tentunya perlu sinergi seluruh pihak dalam mengembangkan sagu, baik pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha perkebunan, pakar praktisi dan pekebun serta pihak terkait lainnya. Selain itu perlu penataan dari aspek perbenihan, infrastruktur, penyediaan alsintan yang akan digunakan untuk menghasilkan produk turunan sagu, perkuat koperasi atau kelembagaan pekebun, peningkatan SDM, dan mendorong pemanfaatan KUR kredit serta investasi.

“Diharapkan sagu dapat dikembangkan secara luas dan sebagai motor penggerak perekonomian negara,” ujarnya.

Sementara itu, Pakar Sagu dan Ketua Masyarakat Sagu Indonesia, Prof H.M Bintoro mengatakan lahan pertanian terutama padi berkurang 2% sehingga menjadi peluang bagi sagu untuk dapat mengatasi permasalahan pangan di Indonesia maupun dunia. Saat ini konsumsi lokal yang cukup tinggi yaitu di Meranti, Bangka, dan Kendari, dan Halmahera juga memiliki potensi besar.

“Di Sulawesi Tenggara, Konawe, Petani bisa memperoleh 10 sampai 15 juta perbulan. Pemanfaatan sagu untuk beras sagu, kue, mie sagu dan gula cair dari sagu dimana sudah ada teknologinya tinggal diperkuat pembinaan pengawalan dalam pengembangannya. Pengembangan sagu perlu diperhitungkan nilai keekonomiannya sehingga menarik bagi korporasi. Selain saguintercropping dengan palawija dan sayuran dapat menambah pendapatan petani,” tuturnya.

Praktisi Pelaku Usaha, Sampoerna Agro Tbk, Dwi Asmono menyebutkan mengembangkan potensi sagu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dengan begitu memerlukan konsep pendanaan atau pembiayaan jangka panjang dan komitmen yang kuat.

“Melihat kondisi pasar dalam negeri maka diperlukan upaya bagaimana meningkatkan kualitas produk pati dan mendorong ekspor dan regulasi sebagai insentif bagi pelaku usaha sagu,” ujar Dwi.

Baca Juga :  Pemkab Kepulauan Seribu Raih Penghargaan Swasti Saba Padapa

Pada kesempatan yang sama, Pakar Sagu serta Dosen Universitas Hasanuddin, Prof Agnes Rampisela menyampaikan terkait pengembangan gula cair sagu, pihaknya fokus bagaimana mendorong sagu kering, pembibitan dan demo atau pembinaan terkait industri gula cair dari sagu. Sagu masyarakat Meranti Riau, 80% sagu diolah untuk pembuatan mie soun, sehingga perlu meningkatkan packaging atau kemasan mie soun.

“Selain itu juga sudah ada pabrik mie gelas sagu di Bangka. Dalam pengembangan sagu perlunya dukungan mesin pengolahan sagu yang tepat sehingga kualitas hasil olahan bisa lebih baik serta didukung kemasan yang menarik di pasar global,” beber Prof Agnes.

Akademisi IPB, Prayoga suryadarma menegaskan pengembangan sagu perlu pengembangan model agroindustri sagu berkelanjutan. Konsep pengembangan Sagunesia perlu diperkuat kembali melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga lainnya.

“Terkait lahan, sagu perlu dimasukan ke dalam UU No. 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, karena sagu termasuk komoditas pertanian yang perlu dilindungi,” ucapnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, potensi lahan sagu seluas 5,5 juta ha yang tersebar di sentra produksi sagu nasional diantaranya Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Dalam penguatan pengembangan sagu, salah satunya penguatan hilirisasi atau pemasarannya, perlunya skema kemitraan dan penguatan kelembagaan agar lebih kuat, serta menjaga kepastian pasar dan harga.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diharapkan Pemprov DKI Jakarta Semakin Perkuat Kolaborasi dengan Semua pihak Dalam Berdayakan UMKM

dito

04 Des 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Perkembangan sektor UMKM di Indonesia semakin melesat tinggi di seluruh Indonesia dan sektor ini dapat dikatakan menjadi pendorong ekonomi daerah. Secara khusus, Provinsi DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian di Indonesia memiliki sektor UMKM yang potensial, Hingga saat ini, sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian di DKI Jakarta. Namun pengelolaan UMKM …

CFD Bareng BRI Bekasi Harapan Indah Banyak Promo Menarik

Iyut Ermawati - Karawang

21 Nov 2025

nasionalpos.com -Bekasi – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bekasi Harapan Indah (HI) memeriahkan ajang Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Stadion Chandrabraga, Kota Bekasi. Kegiatan dilaksanakan pada 16 November 2025. Pada CFD kali ini, BRI Bekasi HI memberikan banyak promo menarik. Mulai dari transaksi menggunakan BRImo sebanyak 3 kali bisa free spin …

Sebuah Usulan Solusi Eksistensi & Kesejahteraan Driver Ojol Di masa kini dan Mendatang

dito

15 Okt 2025

NasionalPos.com, Jakarta-Secara formal, hubungan antara driver dan perusahaan aplikator disebut sebagai kemitraan. Namun dalam praktiknya, kemitraan ini bersifat tidak setara. Aplikator memiliki kendali penuh melalui algoritma, sistem pembagian order, serta mekanisme insentif dan sanksi. Hal ini menyebabkan posisi tawar driver menjadi lemah, demikian di sampaikan Fernando Yohanes SH, MH kepada wartawan, Rabu, 15/10/2025 di Jakarta. …

Bupati Hendrajoni Tinjau Sentra IKM Gambir di Sutera, Dorong Penguatan Ekonomi Petani

Primadoni,SH

19 Sep 2025

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni melakukan peninjauan ke Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Gambir yang berlokasi di Kecamatan Sutera, Jumat (19/09). Kehadiran orang nomor satu di Pessel itu disambut hangat oleh masyarakat, pelaku usaha, serta pengelola sentra gambir yang sejak awal menaruh harapan besar terhadap keberlangsungan industri pengolahan komoditas unggulan daerah tersebut. …

Puluhan Pelaku UMKM Ikuti Sosialisasi Pemasaran Produk Via Online

Primadoni,SH

17 Sep 2025

Padang, Nasionalpos.com — Puluhan pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di Kota Padang khususnya kecamatan Bungus Teluk Kabung mengikuti sosialisasi tentang pemasaran produk via online di Aula Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, didampingi oleh Pendamping Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Dinkop dan UKM), Rabu (17/9/2025). Mereka diberikan informasi tentang kerjasama dengan salah satu Perusahaan …

10 ℅ Hasil Migas Teluk Jakarta, diduga buat Bancakan, Gubernur DKI harus evaluasi Direksi Jakpro

dito

14 Sep 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Realisasi pengelolaan Participating Interest (PI) Wilayah Kerja (WK) Migas Offshore South East Sumatera (OSES) yang menjadi bagian dari Daerah Provinsi Jakarta sebesar 5%, yang dananya ditampung melalui PT Jakarta Oses Energi (JOE),   Di duga telah mengingkari semangat Permen ESDM No. 37 Tahun 2016 sebagaimana yang telah diubah menjadi Permen ESDM No. 1 …

x
x