Home / Headline / Hukum / Nasional

Rabu, 30 November 2022 - 18:34 WIB

Seluruh Pihak Diajak Politisi Partai Golkar Untuk Dukung Pembahasan RUU EBET

NasionalPos.com, Jakarta– Komisi VII DPR RI telah menerima draf Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) dari pemerintah yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam rapat kerja pada Selasa 29/11/2022.

Dengan hal ini, penyusunan RUU EBET akan dibahas lebih lanjut dengan memerhatikan masukan dari wakil pemerintah dan DPD RI.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan, pengelolaan EBET harus memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap kemakmuran rakyat Indonesia sesuai amanat pasal 33 UUD 1945.

“EBT penting untuk menciptakan iklim yang positif, maka tentu kita harus menepikan ego sektoral dari masing-masing lembaga demi terselesaikannya RUU ini,” ungkap Mukhtarudin kepada awak media di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 30/11/2022.

Politisi Partai Golkar ini juga mengajak semua pihak, terutama bagi para pemangku kebijakan terkait energi baru terbarukan untuk bersama-sama mendukung penyelesaian RUU ini menjadi undang-undang. Menurut Mukhtarudin, pengembangan energi baru dan energi terbarukan di Indonesia itu sejalan dengan potensi Indonesia sebagai negara kepulauan beriklim tropis yang memiliki berbagai sumber energi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga  Update Data Corona (15/11/2021) Jumlah Pasien Positif 4.251.076 Orang dan Meninggal 143.670 Orang

Sebagai gambaran, penyusunan RUU EBET inisiatif dari Komisi VII DPR ini sejalan dengan komitmen pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo pada Paris agreement yang sudah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 sebagai upaya menurunkan emisi yang mempengaruhi pemanasan global. Komitmen tersebut tertuang dalam (Nationally Determined Contribution/NDC) Indonesia untuk pengurangan emisi sebesar 29 persen hingga tahun 2030 dengan pembiayaan sendiri dan 40,1 persen dengan dukungan internasional.

Mukhtarudin mengatakan, RUU EBET mempunyai arti penting, karena sangat dibutuhkan untuk perbaikan tata kelola energi baru dan energi terbarukan di Indonesia. Sesuai amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan ayat 3, dan UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi telah mewajibkan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan. Dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dengan tetap mempertimbangkan aspek teknologi sosial ekonomi konservasi dan lingkungan serta memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik guna mencapai ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Baca Juga  11 Diperiksa, Kasus Satelit Kemenhan Naik ke Tahap Penyidikan

Mukhtarudin menambahkan, selain itu juga diorientasikan untuk menciptakan kegiatan usaha energi baru dan energi terbarukan yang mandiri handal, transparan, berdaya saing, efisien dan berwawasan pelestarian lingkungan, serta mendorong perkembangan potensi dan peranan pelaku ekonomi dalam negeri.

“Jadi saya kira RUU EBT ini wujudnya kedaulatan ketahanan dan kemandirian energi nasional,” pungkas Legislator Dapil Kalimantan Tengah itu. (*dit)

 

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Laskar FPI tewas ditembak

Headline

Saat Liput Sidang Pembunuhan 6 Laskar FPI, Wartawan Diusir Hakim
gedung kompolnas edit

HanKam

Dinilai Tidak Responsif, & Memboroskan Anggaran Negara, PERAK Desak DPR RI Bubarkan Kompolnas
TNI makan bareng rakyat

HanKam

Makan Patita Bersama Satgas Yonarmed 1 Kostrad Di Acara Tradisi Warga Negeri Hulaliu
Diskusi fordim

Megapolitan

Fordim Jakarta Siap Fasilitasi Aktivis Pertanyakan CSR ke Pemprov DKI
jokowi divaksin 2

Headline

Jokowi Divaksin Covid-19 Dosis kedua
IMG 20210604 WA0322 copy 960x640

Headline

Kasal : Prajurit Marinir TNI AL Harus Profesional Dalam Tugas
URIKES 1

Headline

Cek Kondisi Kesehatan Prajurit, Satlinlamil 2 Surabaya Lakukan Urikes
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Selasa (8/9/2020)