Home » Headline » Suara Saksi Sejarah : Universitas Trisakti Sekali PTS Tetap PTS

Suara Saksi Sejarah : Universitas Trisakti Sekali PTS Tetap PTS

dito 06 Agu 2024 796

NasionalPos.com, Jakarta-   Para eks mahasiswa Res Publika lah yang berinisiatif untuk membangun kembali sebuah Universitas agar mereka bisa melanjutkan studinya hingga meraih gelar sarjana,, kemudian keinginan para eks mahasiswa Res Publika tersebut, di wujudkan secara yuridis dengan membentuk sebuah Yayasan, dan ini memperkuat fakta bahwa Yayasan Trisakti di dirikan atas inisiatif dari masyarakat, bukan dari pemerintah, ini fakta sejarah yang tidak boleh di abaikan dan bahkan tidak boleh dihilangkan oleh siapapun, demikian disampaikan Ir Joseph Dharmabrata Alumni Universitas Tirsakti Angkatan kedua kepada NasionalPos.com, Selasa, 6 Agustus 2024 di Jakarta.

“ Kami bersama teman-teman eks Mahasiswa Res Publika, Saat itu, menghadapi kerumitan situasi , namun tetap bertekad agar kami harus bisa melanjutkan masa kuliah, yang sempat terhenti karena dampak dari peristiwa G30S PKI, ya, mau nggak mau kami memohon  kepada Bung Karno, agar kami para mahasiswa yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa tersebut, untuk melanjutkan studi sampai lulus.” Kenang Ir Joseph Dharmabrata yang juga mantan Ketua Dewan Mahasiswa Trisakti Pertama.

Permohonan kami tersebut, lanjut Ir Joseph Dharmabrata, ternyata di kabulkan oleh Bung Karno, yang kemudian tanggal 27 Januari 1966 dibentuklah Yayasan Trisakti yang dicatatkan pada Akta Notaris Eliza Ponda No. 31 th. 1966 dengan pendirnya Drs. K. Shindunata, SH dan Dr. Sjarif Thayeb sedangkan yang diduduk di dalam kepengurusan Yayasan terdapat nama Drs. Ferry Sonneville, dan Harry Tjan Silalahi, SH dkk,

Baca Juga :  Makau Longgarkan Penggunaan Masker

Ketika itu, dirinya ikut berkonstribusi menjadi panitia Pembangunan Kampus Universitas Trisakti di atas lahan berlokasi di kawasan Grogol Jakarta Barat yang sebenarnya di miliki oleh Baperki ((Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia) organisasi sosial politik Cina keturunan di Indonesia tahun 1954-1966, yang pada saat meletus peristiwa G30S PKI di sita oleh pemerintah, namun kemudian diserahkan oleh pemerintah kepada Yayasan Trisakti untuk digunakan sebagai kampus Universitas Trisakti.

“Itulah Fakta sejarah yang nggak pernah saya lupakan sampai saat ini, saat itu saya yang di tugaskan oleh panitia pembangunan kampus Trisakti, untuk mengambil uang di Bank Indonesia yang ketika itu Gubernur BI nya adalah Yusuf Muda Dalam, yang dipergunakan untuk belanja kebutuhan pembangunan kampus Universitas Trisakti, selain itu juga diperoleh dana dari lembaga Belanda, serta mendapatkan sokongan dana dari kalangan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan” ungkap Ir Yoseph Dharmabrata yang juga mantan komandan Komando Kerja di masa pasca meletusnya peristiwa G30 S PKI.

Sementara itu, berkaitan masalah konflik Yayasan Trisakti dengan Universitas Trisakti, Ir Joseph Dharmabrata mengatakan bahwa sesungguhnya konflik tersebut tidak perlu terjadi berlarut-larut, karena tidak ada manfaatnya, bahkan dapat menjadi penghambat bagi kepentingan mempersiapkan SDM yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang, sudah saatnya konflik tersebut di cairkan demi menatap mempersiapkan masa depan yang lebih baik, tentu tanpa adanya intervensi pemerintah ke dalam urusan rumah tangga Yayasan Trisakti .

Baca Juga :  Penutupan Munas Golkar Tahun 2024 Dihadiri Jokowi dan Gibran

Selain itu, sambung Ir Joseph Dharmabrata, semestinya kita tidak berlarut-larut terjebak dalam suasana konflik dengan pihak manapun.  Idealnya terbangun sinergi kolaborasi para pihak dan semata-mata fokus pada tujuan pendidikan.  Mempersiapkan sumber daya unggul yang dapat memberikan konstribusi yang maksimal pada bangsa dan negara.  Akhirilah konflik yang tak berujung dan pasti menguras banyak energi.

Dia juga mengatakan menjadi perguruan tinggi negeri bukanlah jaminan untuk dapat berkonstribusi menciptakan SDM unggul.  Namun justru  bila tetap berstatus swasta sepanjang tetap memiliki komitmen yang kuat untuk visi, misi tujuan pendidikan yang sesungguhnya serta dapat bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi dari Luar Negeri yang berbobot (International) unggulan akan sangat baik untuk kepentingan para satuan pendidikan dibawah naungan Yayasan Trisakti yang sah secara hukum.

“Mengenai  konflik Trisakti, saya menolak  campur tangan pemerintah ke dalam urusan internal Trisakti, karena dampak dari campur tangan tersebut, justru mengakibatkan Universitas Trisakti terkena virus birokrasi, virus korupsi, virus kepentingan politik maupun  kepentingan lain yang dapat menenggelamkan Trisakti dalam konflik berkepanjangan, serta menghilangkan sejarahnya,  Universitas Trisakti Sekali PTS Tetap PTS, sebab perjalanan sejarah Trisakti harus tetap lestari dan berlanjut, tidak boleh berhenti, atau tidak boleh di hentikan dan bahkan tidak boleh di rubah oleh siapapun termasuk pemerintah.”tandas  Ir Yoseph Dharmabratata.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x