Home » Nasional » Sudah Saatnya Pemerintah Membangun Jembatan Layang Penghubung Selat Bali!

Sudah Saatnya Pemerintah Membangun Jembatan Layang Penghubung Selat Bali!

- Banyuwangi 04 Jul 2025 215

BANYUWANGI, NASIONAL POS –

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli 2025 harus menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah Provinsi Bali dan Jawa Timur. Kecelakaan laut di Selat Bali seolah menjadi agenda rutin setiap tiga tahunan. Ironisnya, pola kejadiannya pun hampir sama: terjadi pada musim gelombang tinggi, antara Mei hingga Juli, bertepatan dengan puncak libur sekolah.

Kita masih ingat tenggelamnya KMP Rafelia II pada 2016, terbakarnya KMP Labitra Adinda pada 17 Mei 2018, tenggelamnya KMP Yunice pada Juni 2021, dan kini KMP Tunu Pratama Jaya dengan korban puluhan orang, beberapa di antaranya masih belum ditemukan. Ini bukan lagi sekadar musibah, tetapi sinyal kuat bahwa transportasi penyeberangan di Selat Bali perlu solusi permanen dan revolusioner.

Baca Juga :  Indonesia-Australia Perkuat Kemitraan Hidrografi lewat Final Planning Conference CHSE 2025

Maka, sudah saatnya pemerintah memikirkan pembangunan Jembatan Layang Penghubung Selat Bali yang menghubungkan Ketapang dan Gilimanuk, dengan titik terdekat di Watu Dodol yang hanya berjarak sekitar 2,3 km. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan 1,5 miliar USD atau sekitar 24 triliun rupiah. Nilai ini sepadan dengan manfaat jangka panjang: keselamatan jiwa, efisiensi logistik, kelancaran arus wisatawan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi regional.

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Pengemudi Ojol: THR 2025 Siap Diberikan, Berikut Informasi Lengkapnya

Apalagi, potensi lalu lintasnya sudah jelas: sekitar 3 juta kendaraan menyeberang Selat Bali setiap tahun. Banyak pihak swasta, baik dalam maupun luar negeri, siap terlibat membiayai proyek ini. Bahkan, negara bisa sepenuhnya mengambil alih pembiayaan melalui skema pendanaan strategis seperti Danantara agar aset ini dikelola sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

Cukuplah tragedi demi tragedi di Selat Bali menjadi alarm bagi kita semua. Bangun jembatan layang penghubung Ketapang-Bali sekarang juga — demi keselamatan, kemajuan, dan masa depan Indonesia.

Sumber berita dari :  Moh.Amrullah, S.H., M.Hum

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x