Home » Headline » Usai Libur Lebaran, Kejagung Bakal Ubah Status Johnny G. Plate?

Usai Libur Lebaran, Kejagung Bakal Ubah Status Johnny G. Plate?

dito 28 Apr 2023 76

NasionalPos.com, Jakarta- Perayaan lebaran atau Idul Fitri 1444 H baru saja usai. Kejaksaan Agung pun terus mengintensifkan penyelidikan terhadap kasus korupsi yang melibatkan BAKTI.  Khususnya penyelidikan terhadap Menkominfo Johnny G.

Seperti diketahui, nama menteri asal Partai NasDem itu kerap disebut dalam kasus korupsi yang mencoreng citra Kementerian Kominfo itu. Sejauh ini, Johnny telah dua kali menjalani pemeriksaan oleh Kejagung. Pasca pemeriksaan kedua pada Rabu 15/3/2023 lalu, Korps adiyaksa itu akan membuat gelar perkara untuk menjelaskan kasus tersebut.

Ekspos atau gelar perkara bakal dilakukan setelah Lebaran 2023 atau Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga :  Saksikan Pagelaran BEC 2024, Menparekraf: Acuan Bagi Penyelenggara Kharisma Event Nusantara

“Nanti setelah lebaran akan ada gelar perkara, Saat ini, tim penyidik masih fokus pada pemberkasan para tersangka yang telah mereka tahan, Kita masih sibuk pemberkasan yang sudah ada ini karena batas waktu penahanan,” ungkapnya.

Nasib Menkominfo Johnny G Plate terkait dugaan korupsi BAKTI Kominfo ini juga akan Kejagung jelaskan pada gelar perkara tersebut. Selain mengusut dugaan korupsinya, diketahui Kejagung juga mengusut kasus dugaan pencucian uang terkait kasus korupsi dalam penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI 2020-2022.

Baca Juga :  26 Tahun Malapetaka 27 Juli 1996, GP 27 Juli96 Tagih Janji Presiden Jokowi

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejaksaan Agung, Kuntadi, kepada awak media, ia mengatakan tentunya gelar perkara untuk perkara keseluruhan, pemeriksaan Johnny sudah Kejagung rasa cukup sesuai dengan keinginan dari penyidik.

“Dari hasil pemeriksaan, kami anggap cukup dan selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara dalam waktu yang secepat-cepatnya, insyaallah habis libur Idul Fihtri, tunggu saja.”tandasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x