Home » Nasional » Warga Kampung Lebak Gede RT 01/02 Mengeluh Atas Jalan Bertahun tahun Masih Hancur Seolah olah Pemerintah Yang Terkait Tutup Mata

Warga Kampung Lebak Gede RT 01/02 Mengeluh Atas Jalan Bertahun tahun Masih Hancur Seolah olah Pemerintah Yang Terkait Tutup Mata

Syamsul Bahri 30 Nov 2024 108

 

Nasionalpos.com ll Kab. Garut -Masyarakat Desa sukalilah dan desa girimukti Kecamatan cibatu, Kabupaten garut mengucapkan rasa prihatin kepada pemerintah daerah setempat, sabtu, (30/11-2024).

Masyarakat setempat merasakan miris dan prihatin atas jalan masih bebatuan,rusak,berlubang Desa sukalilah atau desa girik mukti, kecamatan cibatu kabupaten garut, di jalan, Kampung lebak gede, rt01 rw02, jalan tersebut bertahun taun tidak ada Pembangunan seolah olah pemerintahan yang terkait tutup mata, padahal, anggaran dana desa itu ada, seharusnya ini hasil pajak Rakyat kembali untuk Rakyat terangnya. Eneng sunara sebagai warga,-“.

Menurut keterangan Warga yang Berinisial (E) mengatakan prihatin,sedih,miris mas Wartawan jalan Desa kami, bertahun taun, yang tidak ada perhatian dari pemerintah, udah lama ini mas Wartawan, jalannya rusak, kalau bawa motor itu Ampe pilih-pilih jalan, kita karena rusak parah, apalagi saat cuaca hujan gini, kadang air menggenangi hingga ke jalan” ujar warga setempat.

Baca Juga :  Mahendra Sulaksana, Kalapas Kelas IIB Lumajang, memimpin langsung upacara kenaikan pangkat dua pegawai.

Hal senada diungkapkan warga lebak gede, dan Warga yang melintas, Kami mengucapkan rasa prihatin dan miris kepada Pemkab garut, padahal melalui anggaran (DD) itu untuk pembangunan buat masyarakatnya, berarti pemerintahan daerah tidak ada amanah buat warganya, yang bertahun tahun jalan desa masih berlobang dan rusak.

“Saya selaku Warga masyarakat mengucapkan sangat sedih dan prihatin atas tidak ada perbaikan jalan kita ini, kepada Kades, kecamatan, atau dinas Yang terkait.

Seharusnya terpilih menjadi pejabat semestinya pengeluhan warga seharusnya di respon, untuk anggaran dari pemerintah padahal dari masyarakat dan kembalikan untuk masyarakat, biar bisa menjalankan amanah, pemerintahan garut melalui Dana Desa melalui Swakelola anggaran, (DD) tahun anggaran 2024, bisa pun untuk pengajuan ke dinas PUPR,BINAMARGA Dll itu pemerintahan daerah bisa mendorong atas pengeluhan warganya.-“tutur eneng sunara sebagai warga.

Baca Juga :  Kejari Pesisir Selatan Musnahkan Barang Bukti dari 30 Perkara Berinkracht

Karna ini jalan yang sudah puluhan taun, tidak bisa memperlancar jalanya, kami melalui jalan ini yang setiap hari kami lewati, menjadi sulit, baik mau bertani, Bekerja, bersekolah, ke pasar Dll.

Sambung

Mudah mudahan ada pengeluhan warganya pemerintah daerah, mau pun dinas terkait, bisa merespon untuk pengeluhannya, karna puluhan taun jalan, ada di lingkungan dua desa, dari desa sukalilah sama desa girimukti, tetapi jalan tersebut tidak ada yang lirik atau perhatian, kami sebagai warganya merasakan, dari kecil sampai sekarang, tidak ada perbaikan dari dinas terkait tutupnya,-.”,

Red/Tim

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x