Home » Nasional » Yunus Wahyudi Aktivis Senior Tegaskan Bahwa Dirinya Tidak Akan Berhenti Dalam Perjuangannya Melawan Politik

Yunus Wahyudi Aktivis Senior Tegaskan Bahwa Dirinya Tidak Akan Berhenti Dalam Perjuangannya Melawan Politik

Eni 29 Des 2024 127

 

BANYUWANGI, Dari penjara hingga lerek,” tekad Yunus Wahyudi tetap membara, dalam sebuah pertemuan santai di Kampung Kopi Lerek Gombengsari atau yang familiar disebut Kampong Kopi Lego, masuk wilayah Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Yunus Wahyudi, sosok yang dikenal luas sebagai aktivis anti-korupsi di Banyuwangi, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berhenti dalam perjuangannya melawan praktik korupsi. Pria yang dijuluki “Harimau Blambangan” ini menampik isu bahwa ia telah mereda dalam mengungkap berbagai kasus korupsi di daerahnya.

“Setiap hari saya terus bergerak. Status saya di media sosial selalu berisi kritik dan serangan terhadap para koruptor. Bahkan baru-baru ini saya menyoroti kasus ‘6 Tuyul Jadi Tersangka’ dan menyerukan agar ‘Bapak Tuyul’ juga segera ditangkap,” ujarnya dengan semangat, Sabtu (28/12/2024) sore.

Yunus mengungkap bahwa dirinya kerap menggunakan berbagai platform, termasuk TikTok, untuk menyuarakan kritik terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat korupsi. Ia mengaku sering mengunggah video kritik di lokasi-lokasi yang dianggapnya sarang korupsi, seperti kantor pemerintahan dan dinas terkait.

Pengalaman Dipenjara Tidak Mengendurkan Semangat

Yunus mengenang pengalaman pahitnya saat ia pertama dipenjara pada tahun 2017, yang ia sebut sebagai bentuk kriminalisasi atas perjuangannya. Namun, pengalaman tersebut justru semakin menguatkan tekadnya.

Baca Juga :  PP PPM Cetak Sejarah, Hadirkan Andhika Gatot Setiawan Pelaku Longmarrch 1400Km di Peringatan Harvetnas 2025

“Saya tidak takut penjara. Penjara itu seperti surga bagi saya. Begitu keluar, saya langsung melanjutkan perjuangan, mendatangi kantor kejaksaan untuk mempertanyakan kasus Nafiul Huda. Saat itu, kepala kejaksaan bahkan mengakui bahwa saya memang ‘diincar’ oleh pihak tertentu,” ungkapnya.

Menurut Yunus, perjuangannya bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang menyelamatkan masyarakat dari dampak buruk korupsi.

“Guru saya selalu mengajarkan, tolonglah orang yang zalim agar mereka berhenti dari kezalimannya. Ketika saya menyerang koruptor, itu bukan untuk diri saya, melainkan untuk menyelamatkan ribuan rakyat Banyuwangi,” tambahnya.

Mengungkap Aset Mantan Bupati Anas

Dalam wawancara tersebut, Yunus juga mengungkap bahwa ia memiliki data lengkap terkait aset-aset mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Banyuwangi, Surabaya, dan Jakarta.

“Saya punya semua datanya, dari lahan basah hingga lahan kering, lengkap dengan bukti digital. Data ini saya simpan baik-baik sebagai bukti bila diperlukan oleh aparat penegak hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Kalapas Lumajang Mahendra Sulaksana kembali sapa dan lakukan dialog interaktif dengan Warga Binaan Pemasyarakatan

Ia juga menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah melakukan investigasi di Banyuwangi, termasuk di lokasi yang dikenal sebagai Kopi Lego, yang menjadi ikon daerah tersebut.

“KPK pernah hadir di Banyuwangi sekitar 2019. Saat itu saya mendengar mereka menyelidiki berbagai aset, dan saya turut memberikan informasi yang saya miliki. Sayangnya, hasilnya belum terlihat secara nyata hingga saat ini,” ujar Yunus.

Tetap Berjuang untuk Amar Makruf Nahi Munkar

Yunus menegaskan bahwa perjuangannya selama lebih dari satu dekade ini selalu berlandaskan prinsip amar makruf nahi munkar. Ia tidak pernah merasa lelah atau menyerah meskipun sering menghadapi berbagai rintangan dan ancaman.

“Saya hanya menjalankan hidup sesuai prinsip. Kalau ada yang memanfaatkan nama saya untuk kepentingan tertentu, silakan saja. Yang penting saya tetap ikhlas berjuang untuk Banyuwangi,” katanya.

Di akhir wawancara, Yunus menyatakan bahwa dirinya akan terus melanjutkan perjuangannya melawan korupsi tanpa pandang bulu. Ia berharap masyarakat Banyuwangi tetap mendukung dan ikut berpartisipasi dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas di daerahnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

x
x