Indeks Kemacetan Jakarta Turun, Peringkat Jakarta Terus Membaik

- Editor

Jumat, 11 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com,Jakarta — Indeks dan peringkat kemacetan Jakarta terus membaik selama 4 tahun berturut-turut. Merujuk data Tomtom Traffic Index 2021, indeks kemacetan Jakarta adalah 34% dan menduduki peringkat 46 dari 404 kota yang diukur.

Pada 2020, Jakarta menduduki peringkat 31 dengan indeks 36%. Pada 2019, Jakarta menduduki peringkat 10 dengan indeks sebesar 53%. Sementara, pada 2018 menduduki peringkat 7 sebagai kota termacet di dunia dengan indeks sebesar 53%. Peringkat kemacetan dan indeks kemacetan di Jakarta yang semakin turun menunjukkan tingkat kemacetan di DKI Jakarta juga turun.

Tomtom Traffic Index 2021 ini dirilis oleh Tomtom International BV yang merupakan perusahaan teknologi navigasi asal Belanda. Sejak 10 tahun terakhir, lembaga ini melakukan pemantauan dan analisis tingkat kemacetan lalu lintas di lebih dari 400 kota di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indeks kemacetan di Jakarta yang konsisten turun adalah kabar baik yang patut disyukuri karena ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemprov Jakarta. Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta yang mendukung berbagai upaya Pemprov dalam mengatasi kemacetan di Jakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga :   JARUM NTT Bersurat Ke Wantimpres, Agar Presiden Jokowi Copot Johnny G.Plate Sebagai Menkominfo

Syafrin menjelaskan, ada 5 upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang membuat tingkat kemacetan di Jakarta turun. Kelima upaya tersebut adalah:

  1. Telah dilaksanakan penataan stasiun KRL yang terintegrasi dengan Transjakarta juga MRT/LRT dan perbaikan sistem integrasi angkutan umum melalui Program JakLingko, sehingga mobilitas masyarakat termasuk aksesibilitas pejalan kaki serta integrasi antar moda menjadi teratur dan tertata;
  2. Peningkatan kualitas dan area jangkau angkutan umum di DKI Jakarta sehingga minat masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaaan pribadi ke angkutan umum menjadi lebih tinggi;
  3. Penambahan dan revitalisasi trotoar, serta penambahan jalur sepeda sehingga meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi yang ramah lingkungan;
  4. Pada tahun 2021 Dinas Perhubungan Prov DKI Jakarta telah melaksanakan penanganan pada 38 titik kemacetan. Sejak tahun 2018 sampai dengan akhir tahun 2021 telah terdapat 108 titik kemacetan yang telah berhasil ditangani, sehingga target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk kecepatan rata-rata di 41 koridor jalan utama pada jam sibuk terlampaui, yaitu 24,91 km/jam;
  5. Telah dilaksanakan kebijakan pembatasan lalu lintas yaitu penerapan kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem Ganjil-Genap pada 25 ruas jalan utama di jam-jam sibuk, yaitu hari Senin-Jumat, pukul 06.00 – 10.00 WIB dan 16.00 – 21.00 WIB.
Baca Juga :   Di Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke 55, GM Warga Jaya Indonesia Gelar FUN LINE DANCE COMPETITIONS 2022

Dimana pada masa pengendalian Covid-19 ini jumlah ruas jalan ganjil genap hanya pada 13 ruas jalan serta pada pintu-pintu masuk tempat wisata utama, yaitu di Ancol Taman Impian, Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan mulai hari Jumat pukul 12.00 WIB – hari Minggu pukul 18.00 WIB.

Pemprov DKI berupaya untuk mengatasi persoalan kemacetan di Jakarta dengan mengembangkan kota Jakarta sebagai kota transit yang merupakan implikasi logis dari wilayah aglomerasi. Sebagai kota transit, integrasi transportasi publik melalui JakLingko, penataan kawasan stasiun KRL yang terintegrasi dengan Transjakarta juga MRT/LRT, serta pembangunan jalur sepeda dan perluasan trotoar akan terus dilakukan ke depannya.

“Pemprov DKI terus berbenah menata sistem transportasi di Jakarta supaya memudahkan warga beraktivitas, mobilitas warga menjadi efisien dan kemacetan berkurang, serta mendukung Jakarta sebagai kota yang ramah lingkungan,”pungkas Syafrin.(beritajakarta)

 

 

Loading

Berita Terkait

492 Catar Akpol Gladi Bersih Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi
MENDALAMI NASIB BANGSA KEDEPAN (Sebuah Perenungan Obyektif).
Dua Narapidana dari Lapas kelas IIA Jember di pindahkan ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi.
Diduga Kepengurusan Yayasan Trisakti Bikinan Pemerintah, Melakukan Pembohongan Publik”
TNI AL Memanggil Putra Putri Terbaik Bangsa Untuk Bergabung
Komisi VIII Desak Pemerintah Tertibkan Penggunaan Visa Non-Haji untuk Ibadah Haji
Kebakaran Kilang Minyak Unit Balikpapan Diselidiki Labfor Mabes Polri
Di Usianya ke 21, Diharapkan FSAB Semakin Berinovasi Tebarkan Benih Perdamaian

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:07 WIB

492 Catar Akpol Gladi Bersih Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi

Selasa, 9 Juli 2024 - 21:52 WIB

MENDALAMI NASIB BANGSA KEDEPAN (Sebuah Perenungan Obyektif).

Sabtu, 6 Juli 2024 - 06:28 WIB

Dua Narapidana dari Lapas kelas IIA Jember di pindahkan ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi.

Minggu, 30 Juni 2024 - 13:41 WIB

Diduga Kepengurusan Yayasan Trisakti Bikinan Pemerintah, Melakukan Pembohongan Publik”

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:52 WIB

TNI AL Memanggil Putra Putri Terbaik Bangsa Untuk Bergabung

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:20 WIB

Komisi VIII Desak Pemerintah Tertibkan Penggunaan Visa Non-Haji untuk Ibadah Haji

Sabtu, 1 Juni 2024 - 16:27 WIB

Kebakaran Kilang Minyak Unit Balikpapan Diselidiki Labfor Mabes Polri

Minggu, 26 Mei 2024 - 00:42 WIB

Di Usianya ke 21, Diharapkan FSAB Semakin Berinovasi Tebarkan Benih Perdamaian

Berita Terbaru