Home » Nasional » daerah » Aktivitas Tambang Liar Masih Beroperasi, Warga Desa Bendungan Desak Camat Jonggol Segera Tutup Penambangan Liar

Aktivitas Tambang Liar Masih Beroperasi, Warga Desa Bendungan Desak Camat Jonggol Segera Tutup Penambangan Liar

dito 26 Des 2022 194

NasionalPos.com, Bogor; Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa terdapat aktivitas perusahaan illegal yang hendak ekploitasi galian tanah, pasir dan bebatuan dilokasi sudah mulai dengan membangun akses jalan dengan menutup sebagian besar saluran irigasi induk yang mangairi ribuan ke sawah di Jonggol, namun keberadaan aktivitas perusahaan tersebut,

Faktanya telah Ratusan warga RT 02/04 Desa Bendungan Kecamatan Jonggol  sepakat menolak aktifitas pertambangan dan sejenisnya dikampung mereka, Hal ini tertuang dalam Berita Acara kesepakatan bersama tgl 19 Desember 2022 disaksikan pengurus RT RW setempat.

Kondisi tersebut juga direspon oleh Camat Jonggol, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah menutup Galian tersebut, namun ironisnya, ketika awak media melakukan pengecekan di lapangan, nampaknya ditemukan adanya fakta dilapangan pengusaha tambang tidak mengindahkan perintah dari pak Camat Jonggol tersebut, dan bahkan hingga Hari ini mereka sudah masukin alat berat ke lokasi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Tiga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Jawa Timur

Ketika awak media mengkonfirmasi temuan tersebut ke Camat Jonggol Andri Rahman dan juga ke Kades Bendungan Nemi Nuraeni, hingga berita ini ditayangkan tidak ada konfirmasi dari yang bersangkutan, namun demikian saat awak media menyampaikan informasi ini ke Kasi Trantib Kec Jonggol Dadang, Kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan yang jelas dari mulai pertama ada galian di Jonggol khususnya di wilayah Desa Bendungan pihaknya sudah menegur, menindak dan juga sudah mengambil tindakan pemberhentian

“Tetapi ketika emang ada lagi operasional penggalian lagi nanti kami akan laporkan lagi ke lebih tinggi kami ke kabupaten atau ke ESDM provinsi yg lebih berwenang lagi”tukas Dadang kepada wartawan, Senin, 26/12/2022 di Jonggol Kabupaten Bogor.

Sementara itu, menanggapi statement dari Kasi Trantib Kec Jonggol Dadang tersebut, salah seorang warga Desa yang enggan menyebut identtiasnya mengatakan bahwa dirinya bersama warga Desa Bendungan, tidak memerlukan janji-janji dari pemerintah kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, melainkan memerlukan bukti tindakan nyata dari Camat Jonggol beserta jajarannya agar menutup pekerjaan galian illegal tersebut.

Baca Juga :  KPK Ungkap Korupsi Kementan Terkait Dugaan Pemerasan Jabatan

“Kami minta Ibu Kades Bendungan, Pak Camat, dan juga Bupati Bogor agar segera mengamankan saluran irigasi ini. Kami khawatir debit air berkurang dan bisa mengalirkan banjir hingga merusak padi yang sudah ditanam, jika Bu Kades, Pak Camat dan juga Bupati Bogor kami akan bawa permasalahan ini ke Gubernur Jawa Barat, tolonglah perhatikan kepentingan rakyat. kami desak pak Camat Jonggol agar segera tutup pertambangan liar yang sangat merugikan kami rakyat desa Bendungan” tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

Di tengah di gelar nya Aksi 27 Agustus 2026, Botok Cs Berkesempatan Audiensi Dengan Pimpinan DPR RI Di Sidang Paripurna

dito

27 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Dari pantauan di lapangan di informasikan, massa aksi, sudah berdatangan ke depan gedung DPR RI sejak Pukul 08.30 WIB, massa yang datang nampak dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, serta dari kelompok masyarakat lainnya baik dari dalam Kota Jakarta maupun dari sekitar Bodetabek dan dari luar Bodetabek,   Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati …

Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Polsek Bayang Amankan Terduga Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Turut Diamankan

Primadoni,SH

25 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com – Unit Reskrim Polsek Bayang, Polres Pesisir Selatan, berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di Kampung Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Terduga pelaku Inisial RR  (36), Minang, beralamat di Kampung Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

x
x