Home » Headline » Memecah Kebuntuan Pencapresan PDI-P, Megawati SP Turun Gunung, jadi Capres Alternatif PDI-P?

Memecah Kebuntuan Pencapresan PDI-P, Megawati SP Turun Gunung, jadi Capres Alternatif PDI-P?

dito 07 Jan 2023 85

NasionalPos.com, Jakarta- Ribut-ribut soal pemilihan presiden 2024 mendatang, kali ini sekumpulan anak muda dari berbagai kalangan berhimpun dalam suatu perkumpulan yang mengatasnamakan diri Perhimpunan Orang Merdeka, bertempat di Kopi Politik Cafe, lantai 2, Jalan Pakubuwono VI nomor 26 AF Kebayoran Baru, DKI Jakarta, Sabtu, 7/1/2023  mereka menggelar diskusi politik mengenai bagaimana konstelasi Pemilihan Presiden 2024 mendatang, Kegiatan diskusi ini bertemakan Golden Tiket Capres PDI-P: Mega “Turun Gunung”?.

Dalam acara diskusi yang dipandu oleh Suwiryo, dihadiri narasumber, yakni

  1. Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan.
  2. Effendi Choirie, Ketua DPP Partai Nasdem.
  3. Achmad Baidowi, Ketua DPP PPP.
  4. Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia.
  5. Budi Adiputro, Co-Founder Total Politik.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini, menjadi semakin semarak, tatkala Budi Adiputro Co-Founder Total Politik melontarkan gagasan tentang sosok Megawati SP Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan yang dapat menjadi seorang capres Alternatif dari PDI-Perjuangan untuk memecah kebuntuan pencapresan di tubuh PDI-Perjuangan yang saat ini terjadi fenomena munculnya faksi yakni Faksi Puan dan Faksi Ganjar Pranowo, keduanya adalah kader tulen PDI-Perjuangan yang masing-masing memiliki basis massa dukungan di internal Partai Berlambang Banteng ini.

“Ya, menurut pengamatan saya, saat ini PDI-Perjuangan rentan terjadinya persaingan antar kader, yang bisa berakibat terganggunya soliditas di internal Partai, karena itu untuk meredam dan bahkan mencegah terjadinya persaingan antar kader untuk memperebutkan kursi capres, serta untuk menyelamatkan PDI-P dari kerentanan konflik, maka saya kira sangat layak jika Ibu Megawati SP turun gunung menjadi Capres alternatif yang diusung PDI-Perjuangan, toh dibanyak negara, realitasnya beberapa negara dipimpin oleh seorang Presiden berusia lebih dari 70-an tahun, misalnya Amerika Serikat, Rusia, Malaysia dan juga Cina”ucap Budi .

Baca Juga :  Satgas Yonif 126/KC Keliling Kampung Berikan Pelayanan Kesehatan

Sontak saja, pernyataan Budi tersebut, mendapatkan tanggapan serius dari Effendi Choirie, Ketua DPP Partai Nasdem, yang mengatakan bahwa alam demokrasi di Indonesia berbeda dengan negara-negara lain, Indonesia memiliki ciri khas demokrasi yang memiliki corak maupun karakter berbeda dengan negara lain, perbendaan itu nampak antara lain, bahwa saat ini Indonesia sedang terjadi fenomena politik yang memunculkan adanya tokoh-tokoh politik berusia muda, tentunya suasana itu menunjukkan bahwa proses tongkat estafet kepemimpinan itu berlangsung sesuai tuntutan perkembangan peradaban yang memberikan ruang dan peluang bagi para pemimpin berusia muda.

“Menurut saya, Ibu Megawati SP itu lebih pantas ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi maupun lebih sangat terhormat daripada seorang capres, beliau itu seorang negarawan, yang bisa juga disebut sebagai King Maker, dan itu sudah beliau buktikan disaat beliau menunjukkan Pak Jokowi sebagai capres, sehingga semestinya di Pilpres 2024 mendatang, posisi IBu Megawati seperti di Pilpres 2014 dan di Pilpres 2019, memberikan kesempatan kepada kader PDIP untuk dicapreskan, saya yakin PDIP masih banyak kader muda yang layak untuk diusung sebagai capres”tukas Gus Choi, panggilan akrab Effendi Choirie.

Baca Juga :  Syarat Kualifikasi Pendidikan Calon Jaksa Dianggap Diskriminatif, Dua Alumni FSH UIN Jakarta Uji UU Kejaksaan ke MK

Sementara itu, menanggapi gagasan yang dilontarkan Budi Adiputro, Co-Founder Total Politik, tentang memuculkan sosok Megawati SP sebagai capres untuk memecah kebuntuan pencapresan di tubuh PDI-Perjuangan, Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan bahwa siapapun sah-sah saja untuk melontarkan gagasannya, dan sudah sepatutnya gagasan itu diterima, serta dihormati, namun permasalahannya bicara pencapresan di internal PDI-Perjuangan, seluruh anggota, kader dan pengurus dari mulai tingkat RT/RW sampai tingkat Pusat sudah menyerahkan pencapresan itu ke Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan.

“Ya, Saya kira usulan itu masuk akal, akan tetapi oleh karena urusan pencapresan itu sudah diserahkan ke Ibu Megawati SP, maka beliau memiliki hak preogratif untuk menentukan capres yang diusung oleh PDI-Perjuangan, termasuk mengenai apakah beliau mau atau tidak dicalonkan sebagai capres, atau apakah beliau mau mencalonkan diri sebagai capres, itu adalah hak beliau, kami sebagai kader memiliki prinsip Banteng tegak lurus terhadap apapun yang menjadi kebijakan Ibu Megawati Soekarnoputri, tunggu sajalah keputusan dari beliau, sabar.”tandas Eriko Sutarduga. (*dit)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

x
x