Home » Headline » Memecah Kebuntuan Pencapresan PDI-P, Megawati SP Turun Gunung, jadi Capres Alternatif PDI-P?

Memecah Kebuntuan Pencapresan PDI-P, Megawati SP Turun Gunung, jadi Capres Alternatif PDI-P?

dito 07 Jan 2023 70

NasionalPos.com, Jakarta- Ribut-ribut soal pemilihan presiden 2024 mendatang, kali ini sekumpulan anak muda dari berbagai kalangan berhimpun dalam suatu perkumpulan yang mengatasnamakan diri Perhimpunan Orang Merdeka, bertempat di Kopi Politik Cafe, lantai 2, Jalan Pakubuwono VI nomor 26 AF Kebayoran Baru, DKI Jakarta, Sabtu, 7/1/2023  mereka menggelar diskusi politik mengenai bagaimana konstelasi Pemilihan Presiden 2024 mendatang, Kegiatan diskusi ini bertemakan Golden Tiket Capres PDI-P: Mega “Turun Gunung”?.

Dalam acara diskusi yang dipandu oleh Suwiryo, dihadiri narasumber, yakni

  1. Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan.
  2. Effendi Choirie, Ketua DPP Partai Nasdem.
  3. Achmad Baidowi, Ketua DPP PPP.
  4. Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia.
  5. Budi Adiputro, Co-Founder Total Politik.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini, menjadi semakin semarak, tatkala Budi Adiputro Co-Founder Total Politik melontarkan gagasan tentang sosok Megawati SP Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan yang dapat menjadi seorang capres Alternatif dari PDI-Perjuangan untuk memecah kebuntuan pencapresan di tubuh PDI-Perjuangan yang saat ini terjadi fenomena munculnya faksi yakni Faksi Puan dan Faksi Ganjar Pranowo, keduanya adalah kader tulen PDI-Perjuangan yang masing-masing memiliki basis massa dukungan di internal Partai Berlambang Banteng ini.

“Ya, menurut pengamatan saya, saat ini PDI-Perjuangan rentan terjadinya persaingan antar kader, yang bisa berakibat terganggunya soliditas di internal Partai, karena itu untuk meredam dan bahkan mencegah terjadinya persaingan antar kader untuk memperebutkan kursi capres, serta untuk menyelamatkan PDI-P dari kerentanan konflik, maka saya kira sangat layak jika Ibu Megawati SP turun gunung menjadi Capres alternatif yang diusung PDI-Perjuangan, toh dibanyak negara, realitasnya beberapa negara dipimpin oleh seorang Presiden berusia lebih dari 70-an tahun, misalnya Amerika Serikat, Rusia, Malaysia dan juga Cina”ucap Budi .

Baca Juga :  Letjend TNI AD Ahmad Yani, Patriot Pancasila Teladan Bagi Generasi Milineal

Sontak saja, pernyataan Budi tersebut, mendapatkan tanggapan serius dari Effendi Choirie, Ketua DPP Partai Nasdem, yang mengatakan bahwa alam demokrasi di Indonesia berbeda dengan negara-negara lain, Indonesia memiliki ciri khas demokrasi yang memiliki corak maupun karakter berbeda dengan negara lain, perbendaan itu nampak antara lain, bahwa saat ini Indonesia sedang terjadi fenomena politik yang memunculkan adanya tokoh-tokoh politik berusia muda, tentunya suasana itu menunjukkan bahwa proses tongkat estafet kepemimpinan itu berlangsung sesuai tuntutan perkembangan peradaban yang memberikan ruang dan peluang bagi para pemimpin berusia muda.

“Menurut saya, Ibu Megawati SP itu lebih pantas ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi maupun lebih sangat terhormat daripada seorang capres, beliau itu seorang negarawan, yang bisa juga disebut sebagai King Maker, dan itu sudah beliau buktikan disaat beliau menunjukkan Pak Jokowi sebagai capres, sehingga semestinya di Pilpres 2024 mendatang, posisi IBu Megawati seperti di Pilpres 2014 dan di Pilpres 2019, memberikan kesempatan kepada kader PDIP untuk dicapreskan, saya yakin PDIP masih banyak kader muda yang layak untuk diusung sebagai capres”tukas Gus Choi, panggilan akrab Effendi Choirie.

Baca Juga :  Kejagung Diminta Segera Periksa Menpora Dito Ariotedjo

Sementara itu, menanggapi gagasan yang dilontarkan Budi Adiputro, Co-Founder Total Politik, tentang memuculkan sosok Megawati SP sebagai capres untuk memecah kebuntuan pencapresan di tubuh PDI-Perjuangan, Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan bahwa siapapun sah-sah saja untuk melontarkan gagasannya, dan sudah sepatutnya gagasan itu diterima, serta dihormati, namun permasalahannya bicara pencapresan di internal PDI-Perjuangan, seluruh anggota, kader dan pengurus dari mulai tingkat RT/RW sampai tingkat Pusat sudah menyerahkan pencapresan itu ke Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan.

“Ya, Saya kira usulan itu masuk akal, akan tetapi oleh karena urusan pencapresan itu sudah diserahkan ke Ibu Megawati SP, maka beliau memiliki hak preogratif untuk menentukan capres yang diusung oleh PDI-Perjuangan, termasuk mengenai apakah beliau mau atau tidak dicalonkan sebagai capres, atau apakah beliau mau mencalonkan diri sebagai capres, itu adalah hak beliau, kami sebagai kader memiliki prinsip Banteng tegak lurus terhadap apapun yang menjadi kebijakan Ibu Megawati Soekarnoputri, tunggu sajalah keputusan dari beliau, sabar.”tandas Eriko Sutarduga. (*dit)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x