Home » Ekonomi » Pj Gubernur Heru Buka Rakernas APPBI

Pj Gubernur Heru Buka Rakernas APPBI

dito 23 Feb 2023 113

NasionalPos.com, Jakarta- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mendorong Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi untuk membangkitkan kembali pusat perbelanjaan yang terdampak pandemi COVID-19, Hal ini disampaikan Pj Gubernur Heru saat membuka acara Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pengurus Pusat APPBI 2023 yang mengusung tema Something to do with “Creative and Innovative” di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 23/2/2023.

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rakernas APPBI tahun 2023, yang tentunya mendukung visi APPBI untuk menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu kekuatan inti dalam mendorong dan memantapkan pertumbuhan ekonomi nasional. Semoga pertemuan ini menghasilkan berbagai langkah strategis agar pusat perbelanjaan di Indonesia dapat bertahan di tengah resesi global yang sedang berlangsung,” ucap Pj Gubernur Heru.

Pj Gubernur Heru menuturkan, seiring dengan meningkatnya kesehatan masyarakat dan pulihnya perekonomian, masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal, sehingga diharapkan semakin meningkatkan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan.

Baca Juga :  Rakernis Penerangan TNI AD 2023 Bahas Penataan dan Penguatan SDM

“Namun, ada tantangan lain bagi pusat perbelanjaan karena sebanyak 21 juta konsumen beralih dari belanja offline menjadi online. Untuk itu, diperlukan kreativitas dan inovasi untuk membangkitkan kembali pusat perbelanjaan di Indonesia,” ujar Pj Gubernur Heru.

Menurutnya, orang yang datang ke pusat perbelanjaan bukan lagi sekadar berbelanja, tetapi juga untuk melakukan interaksi sosial. Maka, pusat perbelanjaan harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan hal tersebut dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung.

“Melalui kreativitas dan inovasi, saya berharap pusat perbelanjaan dapat semakin meningkatkan daya tarik mal dengan menghadirkan experience yang beragam. Mal seyogyanya dapat menjadi one stop solution bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pada akhirnya akan meningkatkan transaksi perdagangan yang selama ini menjadi kontributor terbesar perekonomian Jakarta,” terangnya.

Pj Gubernur Heru memberikan apresiasi kepada APPBI yang telah turut serta dalam upaya pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan UMKM melalui pameran produk di pusat perbelanjaan, seperti festival kuliner dan kerajinan tangan. Penyediaan ruang pameran bagi produk UMKM seperti ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

Baca Juga :  Sagunesia, Terobosan Baru Kementan Solusi Hadapi Krisis Pangan Dunia

Pj Gubernur Heru juga berharap, APPBI terus konsisten membangun hubungan yang kuat antara anggota, pemerintah, dan stakeholder terkait melalui komunikasi dan sinergi yang dapat mendukung tercapainya peningkatan pertumbuhan perekonomian baik di Jakarta maupun nasional.

Lebih lanjut, Pj Gubernur Heru mengajak APPBI turut menyukseskan penyelenggaraan Keketuaan ASEAN dan pertemuan para wali kota dan gubernur se-ASEAN serta pertemuan tingkat menteri yang puncaknya ada di bulan September dan Oktober tahun 2023. Mengingat, dari jumlah anggota APPBI sebanyak 388 pusat perbelanjaan, 96 di antaranya berlokasi di Jakarta.

Dalam acara yang sama, Pj Gubernur Heru juga memberikan apresiasi kepada 15 (lima belas) perwakilan perusahaan sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih atas upaya pengelolaan sampah kawasan mandiri. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2023.

“Semoga ini menjadi pendorong bagi kawasan dan perusahaan lainnya,”pungkasnya

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x