Home » Headline » Copot Saja Walikota Kinerjanya Tidak Optimal Melaksanakan Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem Di Provinsi DKI Jakarta

Copot Saja Walikota Kinerjanya Tidak Optimal Melaksanakan Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem Di Provinsi DKI Jakarta

dito 25 Feb 2023 93

NasionalPos.com, Jakarta– Bicara masalah kemiskinan ekstrem, tentunya tidak terlepas dari penyebabnya, berbagai factor yang menyebabkan semakin akutnya kemiskinan ekstrem terjadi di dalam kehidupan warga Jakarta, terutama di wilayah Kota Adm Jakarta Pusat, salah satunya adalah perilaku atau gaya hidup dari warga itu sendiri, yang mudah terpengaruh oleh beragam tawaran kebutuhan, sehingga terpicu untuk memenuhi keinginan yang sesungguhnya bukan kebutuhan prioritas, demikian disampaikan Damuri Bacaleg PKB Dapil Jakarta Pusat ke awak media, Sabtu, 25/2/2023 di Jakarta.

“Pemerintah sudah berusaha membantu masyarakat, untuk meringankan beban hidupnya melalui berbagai kebijakan misalnya melalui pemberlakuan Kartu Jakarta Pintar, namun realitasnya ditemukan adanya sinyalemen penyalahgunaan KJP untuk keperluan lain”ungkap Damuri.

Menurut Damuri, dari hasil penelusuran dan juga pengaduan dari warga, ditengarai adanya fenomena, banyak warga yang terjerat utang oleh praktek Pinjaman Online maupun rentenir dengan beragam pola, serta dengan modus operandi menggandaikan KJP ke pinjaman online maupun ke rentenir, untuk suatu keinginan yang sebenarnya bukan kebutuhan prioritas, sehingga akibatnya melalui modus ini, hasil dari KJP diambil oleh Pinjaman Online atau rentenir tersebut, tentunya dengan beban bunga yang tinggi, akibatnya mereka ini terjebak pada kemiskinan membebani kehidupan mereka.

Baca Juga :  Pembenahan Fisik Menjadi Fokus pada Pelatihan Timnas U-20

“Mengapa terjadi seperti itu, fenomena ini juga tidak terlepas dari masalah kinerja maupun kebijakan Gubernur di masa lalu, beserta Walikotanya, yang tidak pernah melakukan pengawasan melekat terhadap pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat, termasuk soal penanganan kemiskinan ekstrem”tukas Damuri.

Nah, karena itu, lanjut Damuri, Di era kepemimpinan Pj Gubernur Heru Budi Hartono bersama Joko Agus Setyono sebagai Sekretaris Daerah DKI Jakarta, sudah saatnya mengenai penanganan kemiskinan ekstrem menjadi program maupun kebijakan prioritas, yang tentunya juga disertai dengan pengawasan yang ketat, efektif dan kontinyu, agar bisa meminimalisir penyalahgunaan penyelenggaraan program pembangunan, terutama masalah kesejahteraan masyarakat, untuk mendukung itu, maka perlu adanya tindakan tegas atau bahkan pencopotan bagi apparat birokrasi dari mulai SKPD, Walikota/Bupati, Camat sampai dengan Lurah, yang tidak melakukan pengawasan maupun pencegahan terhadap pelaksanaan program penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah Provinsi DKI Jakarta, terutama di wilayah Kota Adm Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Sungai Eti Meluap Rendam Permukiman Warga di Desa Eti

“ Ya, Saya sangat berharap dan mendukung PJ Gubernur agar  berani melakukan pencopotan bagi Walikota/Bupati, Camat dan Lurah yang kinerjanya tidak efektif atau bahkan buruk dalam menyukseskan program dan kebijakan soal penanganan kemiskinan ekstrem, misalnya saja Walikota Jakarta Pusat, yang kami cermati kinerja kurang optimal”pungkas Damuri.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

x
x