Home » Headline » Konstelasi Konstestasi Politik & Dugaan Keterlibatan Asing Jelang Pemilu 2024

Konstelasi Konstestasi Politik & Dugaan Keterlibatan Asing Jelang Pemilu 2024

dito 05 Mar 2023 265

NasionalPos.com, Jakarta- Pilleg/Pilpres 2024 tinggal sebelas bulan lagi–namun hingga detik ini, belum ada kekuatan-kekuatan asing yang coba ‘mendekat’ ke PDI–Perjuangan. Seharusnya hal ini menjadi perhatian semua partai politik peserta Pemilu 2024 mendatang, tak terkecuali PDIP sebagai partai pemenang Pemilu tahun 2019 lalu, demikian disampaikan Setyoko Pemerhati Politik Independen kepada nasionalpos.com, Minggu, 5 Maret 2023 di Jakarta.

“Ya, tentunya Ketum PDI-P beserta jajarannya, dapat mencermati perkembangan politik dengan segera menentukan calon Presiden dan calon wapres yang bakal diusung pada perhelatan politik di Tahun 2024 mendatang, jangan sampai terlambat memulai startnya”ucap Setyoko.

Menurut Setyoko, Sikap politik PDIP sungguh aneh, yang masih blum menentukan pasangan capres-cawapres, serta terkesan belum intens melakukan komunikasi politik dengan partai lain, padahal sejumlah parpol semakin intens melakukan komunikasi politik menghadapi pemilihan umum serentak atau Pemilu 2024. Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP misalnya. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengaku, KIB memang belum membicarakan nama bakal capres-cawapres karena masih fokus pada visi-misi koalisi.

Selain itu, Konstelasi politik menuju Pemilu 2024  kian hangat menjadi perbincangan, termasuk perseteruan politik  antara  Prabowo Subianto dan Anies Baswedan,  dinilai sebagai langkah untuk menjenggal kedua nama dalam bursa pencalonan presiden 2024 itu, Namun di sisi lain, perseteruan tersebut bisa menjadi pintu baru untuk membuka ruang renegosiasi antara Prabawo dan Anies Baswedan menuju Pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga :  KPK Sebut Penahanan Hasbi Hasan Tinggal Tunggu Waktu

“Situasi politik semakin menghangat, dengan adanya sinyalemen intervensi Asing, hal ini Terkait dengan pencapresan Anies Rasyid Baswedan, yang kami peroleh informasi, salah satu negara asing (AS) pada awal Oktober 2022 yang lalu sudah ‘mendekat’ ke Partai Demokrat dan 15 Februari 2023 lalu ada kunjungan Dubes AS yang baru di Indonesia ke DPP PKS., ada apa sebenarnya ini” ucap Setyoko.

Nach, lanjut Setyoko, kunjungan pihak AS ke PKS merupakan sinyal dukungan negara adidaya tersebut untuk Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sehingga konsekuensi logis dari pertemuan Dubes AS dengan DPP PKS adalah percepatan deklarasi dukungan DPP PKS terhadap pencapresan ARB,

“Saya mendapat informasi dari hasil analisa atau riset US Embassy, di Jakarta beberapa tahun lalu, yang menyebutkan bahwa di mata AS, ARB adalah seorang penganut Islam moderat. Keberadaan ARB baik itu karier akademisnya maupun karier politiknya selalalu dipantau oleh pihak AS. Kedubes AS beberapa kali pernah mengundang ARB ke acara-acara yang diselenggarakan Kedubes AS di Jakarta. “ucap Setyoko.

Baca Juga :  Hasil Pengambilan Nomor Di KPU, Pasangan AMIN Nomor Urut 1, Prabowo-Gibran Nomor 2 dan Ganjar-Mahfud Nomor 3

Setyoko juga menambahkan mungkin saja AS selama ini hanya menilai dan mengukur siapa capres di Indonesia dari kepentingan nasionalnya. AS kini hanya ingin konsep indo-pacific didukung negara-negara Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia, AS ingin kedua negara ini tidak terlalu rapat dengan RRC, karena RRC dan Rusia disebut oleh AS sebagai musuh utamanya. Jika meminjam/memakai terminologi filsafat sosial, maka di mata AS itu RRC adalah sebagai kontradiksi pokok bagi AS, sedangkan posisi Rusia dipandang AS sebagai kontradiksi dasar.

“AS menilai ancaman keamanan nasionalnya adalah RRC, siapa capres di Indonesia yang tidak dekat dengan RRC, tentu akan lebih disukai/disenangi oleh AS. Inilah bentuk konkret operasi penggalangan intelijen AS di Indonesia, sehingga detik ini pun PDI-P belum membangun koalisi dengan parpol-parpol lain, ini menunjukkan adanya sinyalemen kehati-hatian PDI-Perjuangan dalam menentukan capres-cawapresnya, terlebih mungkin saja, mereka lebih mewaspadai Gerakan politik dari asing pada pilpres 2024 mendatang, meskipun dengan konsekuensi terlambat dalam mengambil start politik dalam pertarungan di pilpres 2024 mendatang” pungkas Setyoko.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

x
x