Home » Headline » Konstelasi Konstestasi Politik & Dugaan Keterlibatan Asing Jelang Pemilu 2024

Konstelasi Konstestasi Politik & Dugaan Keterlibatan Asing Jelang Pemilu 2024

dito 05 Mar 2023 157

NasionalPos.com, Jakarta- Pilleg/Pilpres 2024 tinggal sebelas bulan lagi–namun hingga detik ini, belum ada kekuatan-kekuatan asing yang coba ‘mendekat’ ke PDI–Perjuangan. Seharusnya hal ini menjadi perhatian semua partai politik peserta Pemilu 2024 mendatang, tak terkecuali PDIP sebagai partai pemenang Pemilu tahun 2019 lalu, demikian disampaikan Setyoko Pemerhati Politik Independen kepada nasionalpos.com, Minggu, 5 Maret 2023 di Jakarta.

“Ya, tentunya Ketum PDI-P beserta jajarannya, dapat mencermati perkembangan politik dengan segera menentukan calon Presiden dan calon wapres yang bakal diusung pada perhelatan politik di Tahun 2024 mendatang, jangan sampai terlambat memulai startnya”ucap Setyoko.

Menurut Setyoko, Sikap politik PDIP sungguh aneh, yang masih blum menentukan pasangan capres-cawapres, serta terkesan belum intens melakukan komunikasi politik dengan partai lain, padahal sejumlah parpol semakin intens melakukan komunikasi politik menghadapi pemilihan umum serentak atau Pemilu 2024. Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP misalnya. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengaku, KIB memang belum membicarakan nama bakal capres-cawapres karena masih fokus pada visi-misi koalisi.

Selain itu, Konstelasi politik menuju Pemilu 2024  kian hangat menjadi perbincangan, termasuk perseteruan politik  antara  Prabowo Subianto dan Anies Baswedan,  dinilai sebagai langkah untuk menjenggal kedua nama dalam bursa pencalonan presiden 2024 itu, Namun di sisi lain, perseteruan tersebut bisa menjadi pintu baru untuk membuka ruang renegosiasi antara Prabawo dan Anies Baswedan menuju Pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga :  Rapel Selisih Gaji PJLP Cair Mulai November 2023

“Situasi politik semakin menghangat, dengan adanya sinyalemen intervensi Asing, hal ini Terkait dengan pencapresan Anies Rasyid Baswedan, yang kami peroleh informasi, salah satu negara asing (AS) pada awal Oktober 2022 yang lalu sudah ‘mendekat’ ke Partai Demokrat dan 15 Februari 2023 lalu ada kunjungan Dubes AS yang baru di Indonesia ke DPP PKS., ada apa sebenarnya ini” ucap Setyoko.

Nach, lanjut Setyoko, kunjungan pihak AS ke PKS merupakan sinyal dukungan negara adidaya tersebut untuk Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sehingga konsekuensi logis dari pertemuan Dubes AS dengan DPP PKS adalah percepatan deklarasi dukungan DPP PKS terhadap pencapresan ARB,

“Saya mendapat informasi dari hasil analisa atau riset US Embassy, di Jakarta beberapa tahun lalu, yang menyebutkan bahwa di mata AS, ARB adalah seorang penganut Islam moderat. Keberadaan ARB baik itu karier akademisnya maupun karier politiknya selalalu dipantau oleh pihak AS. Kedubes AS beberapa kali pernah mengundang ARB ke acara-acara yang diselenggarakan Kedubes AS di Jakarta. “ucap Setyoko.

Baca Juga :  Pelapor berharap,polisi menetapkan KADES NAR (Suami anggota DPRD Kab. Mojokerto)sebagai tersangka

Setyoko juga menambahkan mungkin saja AS selama ini hanya menilai dan mengukur siapa capres di Indonesia dari kepentingan nasionalnya. AS kini hanya ingin konsep indo-pacific didukung negara-negara Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia, AS ingin kedua negara ini tidak terlalu rapat dengan RRC, karena RRC dan Rusia disebut oleh AS sebagai musuh utamanya. Jika meminjam/memakai terminologi filsafat sosial, maka di mata AS itu RRC adalah sebagai kontradiksi pokok bagi AS, sedangkan posisi Rusia dipandang AS sebagai kontradiksi dasar.

“AS menilai ancaman keamanan nasionalnya adalah RRC, siapa capres di Indonesia yang tidak dekat dengan RRC, tentu akan lebih disukai/disenangi oleh AS. Inilah bentuk konkret operasi penggalangan intelijen AS di Indonesia, sehingga detik ini pun PDI-P belum membangun koalisi dengan parpol-parpol lain, ini menunjukkan adanya sinyalemen kehati-hatian PDI-Perjuangan dalam menentukan capres-cawapresnya, terlebih mungkin saja, mereka lebih mewaspadai Gerakan politik dari asing pada pilpres 2024 mendatang, meskipun dengan konsekuensi terlambat dalam mengambil start politik dalam pertarungan di pilpres 2024 mendatang” pungkas Setyoko.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

SE Pemkab Banyuwangi Disorot Tajam : LDKS PIJAR Tantang DPRD Bertindak, Satpol PP Dituding Tumpul!!!

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAL POS.COM – Kebijakan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor: 00.8.3/442/429.107/2029 yang mengatur jam operasional dan kepatuhan regulasi pelaku usaha kini memantik gelombang kritik keras. Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak DPRD Banyuwangi tidak setengah hati dalam mengevaluasi kebijakan yang dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ketua Umum LDKS …

x
x