Home » Headline » Mencermati Implikasi Politik Pasca Pertemuan Megawati SP Dengan Paus Fransiskus

Mencermati Implikasi Politik Pasca Pertemuan Megawati SP Dengan Paus Fransiskus

dito 20 Des 2023 71

NasionalPos.com, Jakarta-Momentum  pertama kalinya Presiden Kelima Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Paus Fransiskus di Istana Apostolik, Vatikan pada Senin, 18 Desember 2023 kemaren, memicu munculnya berbagai pendapat dan bahkan telah menjadi perbincangan politik hangat di kalangan Masyarakat, pasalnya peristiwa langka itu terjadi di saat Indonesia dihadapkan pada situasi menjelang pelaksanaan pemilihan presiden maupun pemilihan legislative pada 14 Februari 2024 mendatang, serta keberadaan Megawati SP sebagai ketua umum PDI-Perjuangan.

Merespon peristiwa pertemuan Megawati SP dengan Paus Fransiskus tersebut, kepada wartawan yang menghubunginya, Aktivis NU Damuri Fikri mengatakan bahwa suka atau tidak suka, dan  tidak menutup kemungkinan pertemuan tersebut tentunya berimplikasi politis yang saat ini sedang menghangat menjelang pemilu di Indonesia, meskipun sesungguhnya pertemuan tersebut tidak membahas permasalahan politik luar negeri maupun politik dalam negeri di Indonesia

“Ya, tentu pertemuan ada implikasi politik dalam negeri maupun masyarakat International, ya, kita tahulah seorang Paus itu bukan hanya diangkat sebagai pemimpin regilius umat Katolik saja, dan Paus bukanlah pemimpin politik, namun pada kenyataannya beliau  memiliki kekuatan pengaruh sangat luas dan kuat yang dapat mempengaruhi kebijakan Masyarakat international.”ungkap Damuri Fikri kepada awak media, Rabu, 20 Desember 2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Personel Satgas Yonif 126/KC Bersama Untuk Masyarakat Perbatasan

Sehingga, lanjut Damuri, pertemuan Megawati SP dengan Paus Fransiskus, apabila dicermati dengan seksama akan berdampak politik, diantaranya munculnya penilaian publik bahwa pertemuan tersebut merupakan hasil manuver politis Megawati SP untuk mencegah dominasi kebijakan politik Presiden Jokowi maupun mencegah pengaruh politik Jokowi ke Masyarakat international yang dianggap dan diduga sudah mengabaikan kepentingan bangsa dan negara, melainkan lebih mengutamakan kepentingan pribadi, keluarga beserta kroni-kroninya.

“Manuver politik inilah, yang tidak diduga oleh Jokowi beserta kroninya, tentunya ini sangat mengejutkan dan sangat merugikan pihak Jokowi, karena selama ini bukan rahasia lagi, bahwa salah satu kekuatan politik Jokowi beserta kroninya diduga adanya dukungan dari Masyarakat International, atau boleh dikatakan kekuatan asing.”tukas Damuri.

Baca Juga :  Peluang Aparat Penyidik TNI AL Dan PPNS KKP Sebagai Penyidik Asal Tindak Pidana Perikanan

Selain itu, imbuh Damuri, pertemuan Megawati SP dengan Paus, juga berimplikasi politik pada semakin menguatnya rasa percaya diri dari pasalon capres-cawapres lainnya yang sedang berkonstestasi di pilpres 2024 mendatang, pasalnya mereka akan merasa terbebaskan dari tekanan politik dari Masyarakat International atau pihak asing, yang diduga pro Jokowi beserta kroni-kroninya, sehingga mereka dapat bersaing dengan fairplay, tanpa bekingan maupun tekanan asing dan tentunya kondisi ini sangat menguntungkan bagi tegaknya kedaulatan rakyat dalam pelaksanaan pilpres 2024 mendatang.

“Ya, disinilah kita mesti mengakui kepiawaian Ibu Megawati SP dalam berpolitik, yang sudah sangat berpengalaman membaca peta politik dan kondisi politik dalam maupun luar negeri, hal ini beliau lakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau partainya, tapi demi kelangsungan demokrasi di republik ini.”pungkas Damui Fikri

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x