Home » Nasional » Selain Agamis, Ipuk juga Seorang Tokoh yang Nasionalis

Selain Agamis, Ipuk juga Seorang Tokoh yang Nasionalis

Eni 30 Jun 2024 81

 

Nasionalpos.com l Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang beraneka ragam suku, agama dan golongan. Maka, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu merangkul dan diterima oleh semua pihak.

Bukan hanya agamis, tapi juga dibutuhkan sosok pemimpin yang nasionalis. Banyuwangi dengan masyarakatnya yang heterogen ini membutuhkan pemimpin yang menjunjung tinggi kesetaraan dan bisa hadir disemua lapisan masyarakat tanpa membedakan agama, suku, budaya.

Nasionalisme Ipuk diperkuat dengan beliau sebagai salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh partai yang memang memiliki ideologi pancasila yang kuat yakni PDI Perjuangan.

Bagaimana era kepemimpinan Bupati Ipuk?

Bupati Ipuk merupakan simbol kekuatan dan perlawanan terhadap pemikiran bahwa pemimpin itu harus laki-laki. Tak ayal banyak yang meng underestimate sosok wanita karena dianggap lemah dan tidak mampu menyatukan semua kalangan. Bupati Ipuk menepis semua opini yang terlanjur diyakini masyarakat. Suka atau tidak, faktanya Bupati Ipuk telah menjadi pemimpin Banyuwangi, Bu Ipuk salah satu dari sekian banyak perempuan yang mengangkat derajat kaum perempuan. Pada lingkup nasional ada presiden Megawati, di daerah ada Ipuk Fiestiandani.

Baca Juga :  Polres Ngawi Berhasil Mengamankan 3 orang Kakek Tersangka Cabuli Bocah SMP

Bupati Ipuk mampu menciptakan kondisi yang kondusif dan responsif terhadap isu liar yang berkembang di tengah masyarakat. Sosok pemimpin dalam istilah jawanya “Toto Tentrem Kerto Raharjo” yang menggambarkan keadaan suatu wilayah yang tertib, tentram, dan sejahtera.

Di era kepemimpinannya, Bupati Ipuk telah memperkuat “Kampung Pancasila” yang dilahirkan saat Bupati Anas menjabat. Hal itu, dijadikan wadah untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat supaya bisa hidup berdampingan ditengah perbedaan.

Terbaru, sebagai bentuk keseriusannya membumikan Pancasila di kota seribu Gandrung ini, Pemkab bersama DPRD kabupaten Banyuwangi telah merumuskan Raperda tentang pembinaan ideologi Pancasila.

Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara mendapatkan kedudukan yang tinggi di negara kita. Maka, sudah sepantasnya sebagai warga negara yang baik menjelang momen Pilkada tahun ini dapat mengamalkan setiap butir-butir Pancasila utamanya sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia.

Baca Juga :  Saatnya Pilih Rakyat Atau Benalu

Mental politik Ipuk tidak mengedepankan saling cibir, saling hina dan saling menjatuhkan. Ipuk terus bekerja melayani masyarakat layaknya Bupati melayani masyarakatnya. Pemerintah kabupaten Banyuwangi di era kepemimpinan Ipuk secara aktual telah membawa kabupaten yang tersohor dengan wisatanya ini ke mancanegara serta prestasi yang bergengsi level nasional dan internasional pun ia sabet. Terkait kekurangan dari sudut kepemimpinan tentu ada, namanya saja manusia.

Ipuk Fiestiandani ini meberikan wajah baru dan memberikan edukasi politik yang baik utamanya bagi kalangan milenial dan gen Z. Tidak anti kritik, tidak membalas menghujat, tetap menerima kritikan. Ada istilah difitnah, dihina, namun tetap fokus bekerja.

Veri Kurniawan S.ST.,S.H ( Komunitas Pendukung Ipuk / KPI ).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

x
x