Home » Nasional » SOSIALISASI AGAMA SEBAGAI INSTRUMEN MEMBANGUN HARMONISASI MEMAJUKAN NEGERI.

SOSIALISASI AGAMA SEBAGAI INSTRUMEN MEMBANGUN HARMONISASI MEMAJUKAN NEGERI.

Eni 07 Jul 2024 56

 

Nasionalpos.com l Bersama dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur dari komisi D, Martin H. SH. MH Juga bersama Tokoh agama hadir dalam acara “Moderasi agama untuk membangun harmonisasi memajukan negeri.

Bertempat di Hotel kokon. Banyuwangi.07/07/2024
Yang dihadiri kurang lebih 100 orang.

Acara tersebut dibuka oleh Bupati Banyuwangi Ipuk lewat zoom beliau menyampaikan pesan kepada semua para undangan yang hadir agar dapat menyebarkan kebaikan kepada semua orang, supaya kita bisa saling menebarkan kebaikan dan kebajikan.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Hidup di Tangsel, Kedua ABK Tak Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah

Anggota Komisi D, DPRD Jawa Timur Martin H. SH. MH, terus bergerak untuk memberikan wawasan tentang nilai-nilai ideologi Pancasila dan moderasi beragama untuk membangun harmonisasi memajukan negeri hingga ke pelosok Desa agar tidak luntur.

Marthin H. SH. MH. menyampaikan betapa pentingnya “moderasi beragama” Karena yang pertama untuk kemajuan negara, yang kedua pencegahan konflik,yang ketiga harmoni sosial,dan yang ke empat untuk kesejahteraan sosial.

Martin H. SH. MH. berharap sosialisasi tentang moderasi agama sebagai ideologi Pancasila yang ia berikan, bisa membentengi diri seluruh tamu yang hadir dari paham radikalisme.

Baca Juga :  Peringati Hari Bela Negara 2023, Ketum PPM Berto Ajak Semua Pihak Kokohkan Kembali Rasa Cinta Tanah Air

“Berbeda suku bangsa, tetapi kita disini memiliki visi yang sama yakni untuk kesatuan dan keutuhan NKRI,
tegas Marthin.

Sementara itu, Pdt. Anang sugeng M.Th sebagai tokoh agama Kristen dan juga sebagai ketua umum Badan Musyawarah Antar Gereja Banyuwangi (BAMAG).

Dalam sambutannya mengucapkan Terimakasih kepada anggota dewan marthin H. SH. MH. atas perjuangan nya untuk insentif guru guru injil yang akan terealisasikan di bulan Agustus, ujarnya.

Redaksi/Tim.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

x
x