Home » Headline » Bak Pepatah Habis Manis Sepah Tak Terpakai, Tak Satupun Putra-Putri Dayak Masuk di Kabinet Prabowo-Gibran?”

Bak Pepatah Habis Manis Sepah Tak Terpakai, Tak Satupun Putra-Putri Dayak Masuk di Kabinet Prabowo-Gibran?”

dito 19 Okt 2024 195

NasionalPos.com, Jakarta-  Beberapa waktu lalu, Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil berbagai kalangan yang di sebut sebagai calon mentri dalam Kabinet Indonesia Maju, Sekurangnya ada 49 orang yang di panggil dalam Sekurangnya ada 49 orang yang di panggil dalam susunan tersebut yang terdiri dari kalangan partai koalisi, profesional, relawan dan lainnya

Namun dari mereka yang di panggil oleh Ketum DPP Partai Gerindra di rumahnya di kawasan Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan tersebut,  tak satupun nampak keterwakilan orang Dayak Kalimantan di panggil sebagai repensetasi masyarakat Dayak.

Hal ini tentu menjadi perhatian dan keprihatinan khususnya dari warga Dayak mengingat Ibu Kota Negara (IKN) berada di Kalimantan.

Keprihatinan dan kekecewaan tersebut disampaikan oleh Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan beberapa organisasi serta lembaga Dayak dalam Jumpa Pers yang digelar pada Jumat 18/10/2024 malam  di Jakarta.

“ Kami sangat menyayangkan, ini Kabinet Indonesia Maju, kabinet dari presiden terpilih saat ini tidak ada sama sekali mengiraukan masyakat Dayak karena sampai saat ini belum ada satupun keterwakilan orang Dayak di panggil oleh pak Presiden untuk masuk di jajaran mentri” Ini tentu miris ya, kita yang notabene tuan rumah dari IKN tapi seperti terabaikan,” ujar Juru Bicara MADN, Mikael Pay kepada awak media.

 

Jika berbicara Sumber Daya Manusia (SDM),lanjut Mikael tidak sedikit putra putri Dayak yang mumpuni dan berkapabilitas dalam Pemerintahan, serta berpengalaman dalam pemerintahan maupun dalam berbagai bidang yang terkait dengan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,  sekarang bukan lagi tahapan pemilu yang harus membedakan kalangan tertentu melainkan saatnya Presiden terpilih sebagai kepala negara merangkul semua pihak untuk bisa bersama terlibat dalam membangun negara termasuk duduk di dalam kabinet, dulu di masa pemerintahan Presiden Jokowi, masih ada salah seorang putra Dayak yang menjadi wakil Menteri di Kabinet,

Baca Juga :  Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Di panggil KPK

Tapi anehnya di pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto, nampaknya tak satupun putra-putri Dayak masuk di jajaran Kabinet Prabowo-Gibran, sedangkan di Malaysia yang di wilayahnya hanya ada dua wilayah di Sabah & Serawak yang berpenduduk suku Dayak, ada 4 orang sebagai Menteri, namun di Indonesia, yang punya lima Provinsi berpenduduk mayoritas suku Dayak, tak satupun putra-putri asli Dayak masuk di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menyikapi kondisi tersebut, maka  Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) se – Indonesia, dan organisasi masyarakat Dayak se – Kalimantan  menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Pindah Ibu Kota Negara, Pindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran Bangsa Dayak dalam pembangunan nasional. Sebagai tuan rumah Ibu Kota Negara yang baru, masyarakat Dayak sangat berharap keterlibatan yang lebih signifikan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-229,
  2. Kontribusi Pajak, Kalimantan adalah salah satu wilayah utama penghasil pendapat terbesar Negara Nasional, namun, kontribusi besar ini belum sejalan dengan keterwakilan dari putra-putri Dayak dalam posisi pemerintahan, terutama di tingkat Nasional.
  3. Potensi SDM, Warga Dayak memiliki banyak putra-putri terbaik dengan potensi, dedikasi, dan integritas yang tinggi. Mereka layak diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam pembangunan bangsa melalui jabatan di pemerintahan Pusat.
  4. Dukungan Kuat, Pada Pemilu 2024, masyarakat Kalimantan memberikan dukungan kuat dengan memberikan 60% lebih suara kepada pasangan Prabowo-Gibran. Dukungan ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam memberikan keterwakilan yang Dayak bagi pura-putri Dayak.
  5. Keadilan, Sejak kemerdekaan Indonesia, belum pernah ada putra Dayak yang diangkat menjadi menteri. Kami menilai hal ini sebagai bentuk ketidakadilan yang harus diperbaiki, mengingat banyaknya tokoh Dayak yang kompeten dan berpengalaman
Baca Juga :  Jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Adakan Baksos Pengobatan Masal

Selain itu, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan seluruh masyarakat Dayak mengajukan beberapa putra – putri terbaik Dayak untuk mengisi jabatan Menteri dalam Kabinet Prabowo-Gibran periode 2024-2029:

Adapun putra putri Dayak yang direkomendasikan untuk dapat diakomodir dala Kabinet adalah:

  • Dr. Drs. Marthin Billa, MM
  • Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, SH.,
  • DR. H. Syaharie Jaang, SH, M.Si, MH
  • Tamunan Kiting, SE., MM CPM., CTM
  • Alue Dohong, P. hd

“Kami berharap pemerintah dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran dapat mempertimbangkan usulan ini demi keseimbangan dan keadilan bagi semua elemen bangsa, khususnya Masyarakat Dayak yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia,” pungkasnya

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

x
x