Home » Headline » Bak Pepatah Habis Manis Sepah Tak Terpakai, Tak Satupun Putra-Putri Dayak Masuk di Kabinet Prabowo-Gibran?”

Bak Pepatah Habis Manis Sepah Tak Terpakai, Tak Satupun Putra-Putri Dayak Masuk di Kabinet Prabowo-Gibran?”

dito 19 Okt 2024 152

NasionalPos.com, Jakarta-  Beberapa waktu lalu, Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil berbagai kalangan yang di sebut sebagai calon mentri dalam Kabinet Indonesia Maju, Sekurangnya ada 49 orang yang di panggil dalam Sekurangnya ada 49 orang yang di panggil dalam susunan tersebut yang terdiri dari kalangan partai koalisi, profesional, relawan dan lainnya

Namun dari mereka yang di panggil oleh Ketum DPP Partai Gerindra di rumahnya di kawasan Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan tersebut,  tak satupun nampak keterwakilan orang Dayak Kalimantan di panggil sebagai repensetasi masyarakat Dayak.

Hal ini tentu menjadi perhatian dan keprihatinan khususnya dari warga Dayak mengingat Ibu Kota Negara (IKN) berada di Kalimantan.

Keprihatinan dan kekecewaan tersebut disampaikan oleh Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan beberapa organisasi serta lembaga Dayak dalam Jumpa Pers yang digelar pada Jumat 18/10/2024 malam  di Jakarta.

“ Kami sangat menyayangkan, ini Kabinet Indonesia Maju, kabinet dari presiden terpilih saat ini tidak ada sama sekali mengiraukan masyakat Dayak karena sampai saat ini belum ada satupun keterwakilan orang Dayak di panggil oleh pak Presiden untuk masuk di jajaran mentri” Ini tentu miris ya, kita yang notabene tuan rumah dari IKN tapi seperti terabaikan,” ujar Juru Bicara MADN, Mikael Pay kepada awak media.

 

Jika berbicara Sumber Daya Manusia (SDM),lanjut Mikael tidak sedikit putra putri Dayak yang mumpuni dan berkapabilitas dalam Pemerintahan, serta berpengalaman dalam pemerintahan maupun dalam berbagai bidang yang terkait dengan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,  sekarang bukan lagi tahapan pemilu yang harus membedakan kalangan tertentu melainkan saatnya Presiden terpilih sebagai kepala negara merangkul semua pihak untuk bisa bersama terlibat dalam membangun negara termasuk duduk di dalam kabinet, dulu di masa pemerintahan Presiden Jokowi, masih ada salah seorang putra Dayak yang menjadi wakil Menteri di Kabinet,

Baca Juga :  Satu Orang Warga Binaan Lapas Banyuwangi Langsung Bebas Usai Terima Remisi Hari Raya Natal

Tapi anehnya di pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto, nampaknya tak satupun putra-putri Dayak masuk di jajaran Kabinet Prabowo-Gibran, sedangkan di Malaysia yang di wilayahnya hanya ada dua wilayah di Sabah & Serawak yang berpenduduk suku Dayak, ada 4 orang sebagai Menteri, namun di Indonesia, yang punya lima Provinsi berpenduduk mayoritas suku Dayak, tak satupun putra-putri asli Dayak masuk di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menyikapi kondisi tersebut, maka  Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) se – Indonesia, dan organisasi masyarakat Dayak se – Kalimantan  menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Pindah Ibu Kota Negara, Pindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran Bangsa Dayak dalam pembangunan nasional. Sebagai tuan rumah Ibu Kota Negara yang baru, masyarakat Dayak sangat berharap keterlibatan yang lebih signifikan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-229,
  2. Kontribusi Pajak, Kalimantan adalah salah satu wilayah utama penghasil pendapat terbesar Negara Nasional, namun, kontribusi besar ini belum sejalan dengan keterwakilan dari putra-putri Dayak dalam posisi pemerintahan, terutama di tingkat Nasional.
  3. Potensi SDM, Warga Dayak memiliki banyak putra-putri terbaik dengan potensi, dedikasi, dan integritas yang tinggi. Mereka layak diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam pembangunan bangsa melalui jabatan di pemerintahan Pusat.
  4. Dukungan Kuat, Pada Pemilu 2024, masyarakat Kalimantan memberikan dukungan kuat dengan memberikan 60% lebih suara kepada pasangan Prabowo-Gibran. Dukungan ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam memberikan keterwakilan yang Dayak bagi pura-putri Dayak.
  5. Keadilan, Sejak kemerdekaan Indonesia, belum pernah ada putra Dayak yang diangkat menjadi menteri. Kami menilai hal ini sebagai bentuk ketidakadilan yang harus diperbaiki, mengingat banyaknya tokoh Dayak yang kompeten dan berpengalaman
Baca Juga :  Orkestra kebangsaan MAKI Jatim,Harmoni kejujuran untuk Indonesia bebas korupsi

Selain itu, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan seluruh masyarakat Dayak mengajukan beberapa putra – putri terbaik Dayak untuk mengisi jabatan Menteri dalam Kabinet Prabowo-Gibran periode 2024-2029:

Adapun putra putri Dayak yang direkomendasikan untuk dapat diakomodir dala Kabinet adalah:

  • Dr. Drs. Marthin Billa, MM
  • Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, SH.,
  • DR. H. Syaharie Jaang, SH, M.Si, MH
  • Tamunan Kiting, SE., MM CPM., CTM
  • Alue Dohong, P. hd

“Kami berharap pemerintah dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran dapat mempertimbangkan usulan ini demi keseimbangan dan keadilan bagi semua elemen bangsa, khususnya Masyarakat Dayak yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia,” pungkasnya

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x