Home » Nasional » Modus Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Media Tribunnews Kembali Mewabah

Modus Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Media Tribunnews Kembali Mewabah

Eni 21 Nov 2024 1.694

 

NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC).

Kejadian tersebut berawal ketika korban yang berinisial A, mendapatkan panggilan video dari nomor yang terdaftar dengan nama Tiara. Awalnya, A menganggapnya sebagai kenalan dari seorang perempuan, namun saat video call diangkat, yang terlihat adalah sosok tubuh wanita yang tampak kabur dan tidak jelas.

“Saya angkat panggilan video itu, dan terlihat tubuh wanita, tapi agak blur,” ungkap A, korban yang dihubungi pada Rabu (19/11/2024).

Melalui percakapan WhatsApp, pelaku mengancam korban dengan mengatakan bahwa rekaman video tersebut akan disebarluaskan ke publik jika korban tidak mentransfer uang sebesar Rp 3.300.000,- ke rekening yang disediakan, yakni rekening BCA atas nama Noviar Arya Putra dengan nomor rekening 3470289120. Pelaku menekankan bahwa uang tersebut diminta untuk menghapus video yang dianggap sebagai rekaman video asusila.

Baca Juga :  Waduh! Oknum Guru di Banyuwangi Diduga Selingkuh dengan Suami Orang, Istri Lapor Ke Dinas Pendidikan

Setelah menerima ancaman tersebut, A merasa tertekan dan langsung meminta bantuan dari seorang teman, yang diketahui berprofesi sebagai awak media. Temannya, yang berinisial E, segera memberi nasihat agar A tidak tergoda untuk mentransfer uang ke pelaku dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. E kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Namun, meskipun korban tidak memenuhi permintaan pertama pelaku, tekanan terus berlanjut. Pelaku kembali menghubungi A melalui WhatsApp dan telepon, kali ini meminta korban untuk mentransfer uang sebesar Rp 200.000,- dengan alasan untuk pembayaran penghapusan video tersebut. Pelaku bahkan meminta A untuk mencari dana tambahan guna memenuhi kekurangan pembayaran.

Menyikapi kejadian ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan melalui media sosial (Medsos). “Jangan biarkan diri kita menjadi korban berikutnya. Penting untuk selalu berhati-hati, apalagi ketika berurusan dengan transaksi yang mencurigakan seperti ini,” ujar Eni, pewarta yang melaporkan kejadian ini.

Baca Juga :  Kisah Pilu Korban Gangguan Ginjal Kronis Bertahan Hidup Sendirian, Tanpa Kehadiran Negara

Kasus ini, yang terjadi di Jalan Maijen Sungkono, Buring, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang, akhirnya diserahkan kepada pihak Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi korban lainnya yang mungkin mengalami hal serupa.

Lebih lanjut, kasus serupa juga pernah dilaporkan sebelumnya, yakni pada 24 Mei 2022 dan 8 Maret 2024, dengan modus yang hampir identik, mengatasnamakan media Tribunnews. Oleh karena itu, pihak media Tribunnews dihimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada agar nama baik media dan perusahaan tetap terlindungi dari aksi penipuan yang merugikan ini.

Dengan adanya kasus ini, diharapkan masyarakat semakin paham akan potensi penipuan melalui media sosial dan tidak mudah terperangkap oleh modus yang semakin canggih.

Pewarta: Eni

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

x
x