Home » Nasional » Anggota DPRD Provinsi JATIM Martin, S.H. Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Anggota DPRD Provinsi JATIM Martin, S.H. Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

- Banyuwangi 13 Mar 2025 90

BANYUWANGI, Nasionalpos.com –

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawatimur, Martin Hamonangan, S.H,.M.H. menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (Soswasbang) bertajuk “Moderasi beragama dalam Memperkuat Persatuan dan kesatuan Bangsa”. Rabu, 12 Maret 2025.

Bertempat di pendopo pesona Osing kafe, resto, hotel and butik Yang berlokasi dusun sumbersuko, Desa yosomulyo, Kecamatan gambiran, acara tersebut Menghadirkan Drs. Miskawi, M.Pd. dari Pusat pendidikan wawasan kebangsaan (PPWK) kabupaten Banyuwangi sebagai narasumber.

Seratusan peserta dari anggota organisasi masyarakat (Ormas) Pembela adat dan budaya Banyuwangi (Balawangi) dan simpatisannya nampak antusias mengikuti  acara Yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB itu.

Dalam sambutannya, Martin Hamonangan, S.H,.M.H. menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya dalam membangun Harmoni dan toleransi dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi Yang Majemuk.

Baca Juga :  Hikmah Hijrah, Habib Nabiel: Cari Teman yang Baik

“Sosialisasi ini merupakan langkah penting guna menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya bagi generasi muda. Keberagaman itu indah, maka Kita perlu menghargai dan merawatnya” Ujar Legislator Asal Daerah Pemilihan Jatim IV (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) itu.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi keberagaman yang sejalan dengan pancasila, “Mari bersama-sama menjaga kemanan dan kondusifitas lingkungan dengan menjunjung tetap nilai-nilai keberagaman”, Lugasnya.

Sementara itu Drs. Miswaki M.Pd. selaku Pemateri memaparkan makna Moderasi Beragama adalah hidup berdampingan secara damai, saling menghormati dan bekerja sama. Dari sini Kita bisa belajar pentingnya toleransi dalam keberagaman.

Baca Juga :  Lapas Banyuwangi Kembali Serahkan Bantuan Sosial kepada Keluarga Warga Binaan

“Banyuwangi merupakan kota welas asih dan kota harmonis, Mari jadikan toleransi sebagai Pilar utama dalam menciptakan harmoni sosial masyarakat banyuwangi Yang multikultural dan multi religius”, Jelasnya.

Dosen UNTAG Banyuwangi itu menyebut, Ditengah Keberagaman agama semangat Persatuan dan kesatuan bangsa kuat, toleransi merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila istimewa karena hanya kita yang punya, Kalau tidak Ada Pancasila sebagai Living ideology bangsa ini mungkin tak ada toleransi dalam keberagaman seperti sekarang ini di negeri ini”, Terangnya.

Acara ini diakhiri dengan kegiatan Buka puasa bersama, nampak Peserta dan Panitia penyelenggara soswasbang ini membaur dalam harmoni dan nuansa Keberagaman. (Tm)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x