Home » Headline » Ada Martabat Manusia Yang harus di Hormati di balik Aplikasi itu

Ada Martabat Manusia Yang harus di Hormati di balik Aplikasi itu

dito 16 Jun 2025 431

NasionalPos.com, Jakarta- Masih menyoroti masalah keberadaan driver online di kehidupan masyarakat Indonesia, menyikapi hal itu, maka Dr. Ferlansius Pangalila, SH., MH pengamat Transportasi. Kepada wartawan, Senin, 16 Juni 2025 di Jakarta, ia mengatakan bahwa dulu, masyarakat mengenal ekonomi sebagai aktivitas pasar yang jelas: ada pedagang, pembeli, dan pekerja dengan hak serta kewajiban yang diatur. Namun kini, semuanya bergerak cepat, tersembunyi di balik layar aplikasi. Kita memesan makanan, kendaraan, atau paket—semua dalam sekali sentuh. Praktis, efisien, dan murah.

“Tapi pernahkah  kita berhenti sejenak dan bertanya: siapa yang menanggung biaya sebenarnya dari kemudahan itu? Tentunya Di balik lalu lintas yang hiruk pikuk dan kecepatan layanan digital yang kita nikmati hari ini, ada wajah-wajah yang kerap luput dari perhatian: para pengemudi ojek dan sopir daring yang duduk diam menanti perintah dari layar ponsel mereka.”ucap  Dr. Ferlansius Pangalila, SH., MH yang juga alumnus Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, mereka tidak sekadar mengantar barang dan manusia; mereka sedang mempertahankan hidup. Setiap suara notifikasi bukan sekadar informasi—itu adalah pintu rezeki, kadang satu-satunya untuk memberi makan anak, membayar sewa, atau menutup utang yang terus menumpuk. Mereka bekerja tanpa kepastian, tanpa perlindungan memadai, dan sering tanpa suara. Padahal, setiap tenaga yang mereka curahkan adalah bagian sah dari kerja manusia yang seharusnya dihargai, dilindungi, dan diupahkan secara adil. Dalam wajah-wajah lelah itu, terlihat  bagaimana sistem kadang gagal memenuhi tanggung jawab dasarnya: menempatkan martabat manusia di atas efisiensi ekonomi.

“Di sinilah kita melihat paradoks besar era digital. Teknologi, yang semestinya membebaskan manusia dari kerja kasar dan menyejahterakan banyak orang, justru melahirkan kelas pekerja baru yang tidak diakui. Mereka disebut “mitra”, bukan “pekerja”, agar perusahaan bisa lepas dari tanggung jawab hukum: tanpa kontrak kerja formal, tanpa jaminan sosial, tanpa perlindungan pendapatan minimum..”tukas Dr. Ferlansius Pangalila, SH., MH.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Tower BTS Kemenkominfo Belum Tuntas, AGRAK Adukan Politisi Nasdem Ke Kapolri

Padahal, lanjutnya, relasi mereka dengan platform digital sangat jelas: mereka bekerja, mengandalkan algoritma, mengikuti aturan main aplikasi, dan tak punya kuasa untuk menawar,  tidak hanya di Indonesia, itu terjadi, tetapi juga di banyak negara lain, bahkan negara-negara yang progresif mulai melakukan pembenahan. Inggris, Spanyol, serta sebagian negara bagian Amerika Serikat mulai mengakui hak-hak driver digital.

Mereka berhak atas cuti, perlindungan kecelakaan, dan penghasilan yang layak. Sedangkan di Indonesia dengan jutaan driver online yang menopang logistik kota besar masih tertinggal dalam hal ini. Yang lebih menyedihkan, sebagian dari besar pengguna setia layanan ini ikut terjebak dalam logika sistem.

“Sering kali kita mengeluh kalau pengemudi terlambat, kalau rute tidak sesuai, atau kalau pelayanan tidak ramah. Tapi kita lupa, mereka bekerja dalam tekanan yang luar biasa: sistem rating sepihak, insentif yang berubah-ubah, bahkan risiko pemblokiran akun secara otomatis jika performa dianggap menurun. Tidak sedikit dari mereka yang bekerja 12 jam lebih per hari, hanya untuk mengejar target harian yang kadang tidak realistis, Mereka tidak malas. Mereka hanya tak punya pilihan. “tuturnya.

Lebih lanjut Dr. Ferlansius Pangalila, SH., MH menuturkan, di sinilah negara seharusnya hadir, bukan hanya sebagai fasilitator teknologi, tapi sebagai pelindung keadilan. Mereka membutuhkan kerangka hukum nasional yang mengatur transportasi online secara komprehensif. Bukan hanya regulasi teknis seputar tarif atau batas wilayah, tetapi pengakuan status kerja, perlindungan sosial, mekanisme penyelesaian sengketa antara pengemudi online dengan perusahaan aplikasi, serta pemenuhan hak atas asuransi kesehatan, jaminan hari tua, dan upah minimum yang manusiawi.

Baca Juga :  Penyintas Kebakaran Depo Pertamina Dikunjungi Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta

Bayangkan jika sistem algoritmik perusahaan bisa diaudit secara transparan, agar tidak terjadi ketimpangan atau pemutusan hubungan kerja sepihak hanya karena satu bintang hilang.

Lebih dari itu, imbuhnya, bayangkan jika sebagai masyarakat pengguna mulai menumbuhkan empati digital kesadaran bahwa di balik layanan murah dan cepat, ada manusia yang mengorbankan waktu, tenaga, dan kadang keselamatannya untuk memenuhi ekspektasi pengguna jasa mereka, pada masalah driver ojek online, saat ini, tidak sedang berbicara soal belas kasihan, melainkan sedang bicara soal keadilan. Keadilan berarti memberikan yang menjadi hak seseorang, bukan berdasarkan belas hati, tapi karena sistem menjamin martabat mereka. Tidak cukup hanya menyebut mereka “pahlawan digital” saat pandemi, lalu melupakan mereka ketika ekonomi kembali stabil.

“Teknologi bisa membantu manusia, tapi teknologi juga bisa memperalat manusia jika tidak dikendalikan oleh nilai-nilai yang adil. Di sinilah peran negara, masyarakat, dan korporasi harus bersinergi: membangun sistem yang menjunjung martabat mereka, bukan sekadar mengejar efisiensi dan profit, Para driver online itu bukan robot. Mereka tidak dibayar untuk sekadar patuh pada aplikasi. Mereka adalah manusia yang bekerja, berpeluh, dan berharap. Sama seperti kita.”pungkas Dr. Ferlansius Pangalila, SH., MH yang juga peneliti di bidang sosial dan hukum.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Kajati Sumbar Kunjungi Kejari Pesisir Selatan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Penguatan Sinergi

Primadoni,SH

10 Jun 2026

Pesisir Selatan, Naainalpos.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sumatera Barat, Seftie Dedie, melaksanakan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan pada Rabu (10/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sumbar turut didampingi Asisten Pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Kepala Bagian Tata Usaha serta rombongan dari Kejaksaan Tinggi …

x
x