Home » Ekonomi » Program Kemitraan Tingkatkan Produktivitas, 114 Sapi Bunting & 4 Pedet Lahir

Program Kemitraan Tingkatkan Produktivitas, 114 Sapi Bunting & 4 Pedet Lahir

ardi 15 Agu 2025 520

Bogor,NasionalPos.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi susu dalam negeri terus didorong melalui fasilitasi pendampingan investasi Sapi Perah. Hal ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddinsaat melakukan kunjungan ke Rayhan Dairy Farm Bogor (12/8/2025).

“Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak untuk memperkuat peternakan sapi perah di Indonesia.” ungkap Nuryani Zainuddinsaat dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).

Ia pun menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan ini.”Kelahiran empat pedet prematur yang sehat ini adalah bukti nyata manajemen pemeliharaan yang baik dapat menghasilkan ternak yang sehat meskipun dalam kondisi tidak ideal.” ujarnya.

Lanjutnya lagi, keberhasilan Rayhan Dairy Farm ini tidak hanya menambah populasi sapi perah yang sehat, tetapi juga menjadi motivasi bagi peternak lain di Indonesia untuk terus mengembangkan usaha sapi perah nasional,

Rusdianto, pemilik Rayhan Dairy Farm, menjelaskan bahwa saat ini keempat pedet berasal dari sapi perah milik 3 pelaku usaha yakni PT United Chemicals Inter Aneka, PT Forisa Nusa Persada, dan PT Jerindo Surya Utama.

Baca Juga :  Jakarta Butuh 70 Ribu Titik CCTV, Antisipasi Tindak Kriminalitas

Ia pun mengungkapkan meski lahir prematur, Rayhan Dairy Farm berhasil memberikan perawatan intensif sehingga kondisi keempat pedet kini sangat stabil.”Kami sangat bersyukur, empat pedet ini lahir dengan berat badan di bawah rata-rata, yaitu sekitar 16–17 kg, tapi mereka menunjukkan vitalitas yang luar biasa.

Ia menambahkan, selama 25 tahun berkiprah di dunia peternakan, baru kali ini ia mendapati pedet dengan perpaduan warna dan bentuk wajah yang begitu khas, bagian atas putih, badan hitam, dan wajah yang sekilas mirip Belgian Blue.

Saat ini, Rayhan Dairy Farm mengelola dengan pemeliharaan bersama sebanyak 115 ekor sapi perah impor milik tujuh perusahaan melalui pola kemitraan. Mitra tersebut antara lain PT United Chemicals Inter Aneka, PT Barentz, PT Rich Products Manufacturing Indonesia, PT Esa Jaya Serasi, PT Jerindo Surya Utama, PT Forisa Nusa Persada, dan CV Aneka Semesta Nutrisindo.

Baca Juga :  Syarat Prioritas Cawapres Untuk Ganjar Pranowo, Figur yang Bisa Jadi “Magnet” dukungan dari Rakyat Untuk Raih Kemenangan

“Alhamdulillah, dari jumlah tersebut, 114 ekor sedang bunting dengan usia kebuntingan rata-rata 3–4 bulan” ujarnya sumringah.

Selain itu, Rusdi juga bersyukur atas dukungan mitra yang telah mempercayakan dua unit cooling system di farm tersebut yang sangat membantu untuk mendinginkan susu segar segera setelah diperah, sehingga kualitas tetap terjaga, pertumbuhan bakteri dapat ditekan, dan kesegaran susu tetap optimal

Dengan capain ini, Rayhan Dairy Farm optimis dapat terus meningkatkan populasi sapi perah berkualitas baik, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan produksi susu segar di Indonesia. Keempat pedet, terutama yang berpenampilan unik, menjadi harapan baru bagi peternakan sapi perah di Bogor.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x