Home » Headline » Syarat Prioritas Cawapres Untuk Ganjar Pranowo, Figur yang Bisa Jadi “Magnet” dukungan dari Rakyat Untuk Raih Kemenangan

Syarat Prioritas Cawapres Untuk Ganjar Pranowo, Figur yang Bisa Jadi “Magnet” dukungan dari Rakyat Untuk Raih Kemenangan

dito 24 Jun 2023 94

NasionalPos.com, Jakarta- Pemilihan presiden merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi di suatu Negara untuk memilih kepala Negara yang akan menjalankan kebijakan Negara dalam satu periode kepemimpinannya yang nantinya harus dipertangungjawabkan kepada rakyat, di Indonesia, pada tahun 2024 mendatang bakal digelar pemilihan Presiden secara langsung untuk memilih pasangan calon presiden-calon wakil presiden, yang ditentukan oleh rakyat pemilik hak suara.

Nah meskipun perhelatan tersebut pelaksanannya kurang dari setahun, namun saat ini sudah bermunculan bakal calon presiden yang diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Terkait dengan itu, dari hasil jajak pendapat atau survey nampaknya persaingan elektabilitas yang beda tipis di antara nama-nama kandidat calon presiden (capres) tersebut, tentunya keberadaan capres tersebut membutuhkan factor penentu agar dapat mengungguli persaingan elektabiltas, nah salah satu strateginya, faktor penentu itu tidak lain adalah mengenai keberadaan figur calon wakil presiden (cawapres), demikian disampaikan Budianto Tarigan, SH, Ketua Umum Relawan Gerakan Ganjar kepada awak media, Sabtu, 24/6/2023 di Jakarta

“Posisi cawapres bisa jadi bukan hanya bisa meningkatkan elekatbilitas capres, namun bahkan bisa jadi penentu kemenangan Pilpres 2024, dan ini fakta politik yang sudah dibuktikan oleh Jokowi ketika menggandeng KH Maruf Amin, pada pilpres 2019 lalu, pasangan Jokowi-Maruf Amin terbukti bisa mengalahkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.”ungkap Budianto Tarigan, SH.

Baca Juga :  Rangkap Jabatan Heru Budi Dikritik PKS

Saat ini, lanjut Budianto, terdapat wacana yang berkembang, bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri cenderung menyukai bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk capres Ganjar Pranowo dari golongan tua dan berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, itu sah-sah saja, wacana itu dilontarkan menyemarakan bursa cawapres untuk Capres Ganjar, dan masalah usia tua atau muda, tidak masalah, namun yang patut diperhatikan apakah sosok tersebut dapat diterima oleh pasar/masyarakat sebagai pemegang hak pilih, atau bahkan sosok itu ditolak oleh masyarakat, karena bagi sosok Ganjar Pranowo yang merupakan figur yang unik. Sebab, ada dua figur yang dilihatnya melekat dalam diri Gubernur Jawa Tengah (Jateng) tersebut. Ganjar dinilai sebagai sosok yang nasionalis dan religius.

“Jadi dalam diri Mas Ganjar itu sudah melekat nasionalis religius itu menurut kami. Jadi tinggal untuk pemenang itu mesti perlu pendamping atau pasangannya lebih meningkatkan keterpilihan itu, nggak masalah soal usia, mau tua mau muda, silahkan saja.”tukas Budianto Tarigan, SH

Budianto juga mengatakan bahwa dalam konstestasi pilpres 2024 mendatang, dibutuhkan strategi taktik, yang mau tidak mau, suka tidak suka, Ganjar Pranowo harus bisa meraih kemenangan, tentunya hal itu tidak mudah, perlu adanya rumusan langkah strategis yang secara komprehensif dapat memberikan konstribusi dukungan suara dari masyarakat,

Baca Juga :  Kawan 98, FRD & Ikohi Adukan Presiden Jokowi Ke Ombudsman, Desak Pemerintah Segera Selesaikan kasus Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998

Salah satunya adalah sosok figure cawapres pendamping capres Ganjar Pranowo, yang tidak hanya dilihat dari usia tua atau muda, akan tetapi harus terdapat factor pelengkapnya, misalnya soal rekam jejak yang kredibel dan akuntabel, komunikatif, cerdas, tangkas, dan memiliki daya tarik untuk menambah dukungan kemenangan, Karena sistem pemilihannya adalah pemilihan langsung, jadi hitungan utamanya faktor kemenangan, Menang dulu, bukan berarti asal menang ya.

Ini pertarungan, lanjut Budianto, untuk merebut kekuasaan bukan mencari popularitas semata, tapi pertarungan menang-kalah, Kalau kalah dan jadi penonton, di karenakan merasa paling populis atau paling ideologis ya kemudian tidak berkuasa ya artinya kalah kan?

“Karena itulah, untuk meraih kemenangan sejati, diperlukan langkah strategis menentukan cawapres bagi Ganjar Pranowo, tidak perlu ada dikotomis tua-muda, sipil-militer, pria-perempuan atau dari kalangan apapun, serta tidak perlu di banding-bandingke, tidak perlu diperdebatkan, seandainya ada sosok dari kalangan rakyat jelata sekalipun, tapi kalau dia punya kepribadian dan kecakapan yang bisa menjadi “Magnet” menarik suara dukungan dari masyarakat, kenapa tidak? Yang penting bisa menang.” pungkas Budianto Tarigan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x