Home » Headline » Agum Gumelar: Kepemimpinan di IKAL- Lemhannas Bentuk Pengorbanan, Bukan Kepentingan Pribadi

Agum Gumelar: Kepemimpinan di IKAL- Lemhannas Bentuk Pengorbanan, Bukan Kepentingan Pribadi

Dame.T 23 Agu 2025 392

Jakarta,NasionalPos.com – Ketua Umum Ikatan Alumni Lemhannas Republik Indonesia (IKAL-Lemhannas RI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa menjadi pemimpin di lingkungan IKAL adalah bentuk pengabdian dan pengorbanan, bukan jabatan yang membawa keuntungan pribadi. Hal ini disampaikan dia sela-sela acara Musyawarah Nasional (Munas) V IKAL- Lemhannas, di Jakarta, Sabtu (23/8/2025).

“Menjadi Ketum IKAL-Lemhannas RI sebenarnya adalah pengabdian dan pengorbanan. Karena IKAL tidak memiliki anggaran tetap. Kan lucu mau buat program kerja, tapi tidak punya anggaran. Artinya apa? Ketum harus terus berpikir dan mencari cara bagaimana menghidupkan organisasi ini,” ujar Agum.

Dalam suasana penuh keakraban, dia juga membagikan cerita simbolis tentang semangat spiritual dan tanggung jawab moral dalam memimpin. “Saya pernah langsung panggil sekjen, untuk mencari jalan keluar untuk bisa jalan. Saya bilang: ‘Segera tulis surat.’ Sekjen tanya, ‘Tulis surat kepada siapa, Ketua?’ Saya jawab, ‘Tulis surat kepada Yang Maha Esa’,” Agum sambil menirukan percakapan tersebut.

Baca Juga :  Di Usianya Ke 19, FSAB Membangun Keteladanan Moral Penerapan Pancasila

IKAL-Lemhannas RI, lanjutnya, terdiri dari para pemikir strategis dan negarawan yang memiliki dua jati diri utama sebagai pedoman pengabdian:

Berwatak Pejuang
Artinya, setiap anggota IKAL harus peduli dan tidak boleh bersikap apatis terhadap kondisi bangsa. “Saya mendapat laporan dari Wonogiri, ada dua desa di satu kecamatan yang selama 70 tahun kesulitan mendapatkan air. Di sanalah kita turun langsung dengan kemampuan yang dimiliki. Kami bangun sumber air, dan alhamdulillah sudah diresmikan pada bulan Juni lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Giliran pengedar sabu bulak banteng diamankan polrestabes surabaya

Berwawasan Negarawan
Seluruh pemikiran dan tindakan anggota IKAL harus senantiasa berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, bukan pada kepentingan pribadi, golongan, atau partai. “Dari jati diri ini, hasil kajian IKAL harus berani disampaikan kepada Presiden, meskipun dalam bentuk kritik. Itu tidak masalah, asalkan disampaikan secara elegan dan bertanggung jawab,” tegas Agum.

IKAL-Lemhannas RI terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebangsaan, dengan kontribusi pemikiran dan aksi nyata di lapangan.(*)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x