Home » Headline » Praktisi Hukum Andi Darwin Ranreng Soroti Kinerja Polri dalam Penanganan Demonstrasi: Mendesak Reformasi dan Evaluasi Menyeluruh

Praktisi Hukum Andi Darwin Ranreng Soroti Kinerja Polri dalam Penanganan Demonstrasi: Mendesak Reformasi dan Evaluasi Menyeluruh

dito 03 Sep 2025 638

NasionalPos.com, Jakarta-

Praktisi hukum, Andi Darwin Ranreng kepada wartawan ia menyampaikan pandangannya terkait kinerja Polri dalam menangani serangkaian demonstrasi yang terjadi baru-baru ini, dirinya juga menyoroti berbagai aspek, mulai dari kritik terhadap tindakan represif, tuntutan pertanggungjawaban, hingga potensi adanya kelompok yang menunggangi aksi.

” Saya beranggapan bahwa tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi pada 25 dan 28 Agustus 2025 telah memicu gelombang kritik. ” Ungkap A Darwin Rangreng SH MH kepada wartawan,

3 September 2025 di Jakarta.

Menurutnya, aksi demonstrasi tersebut merupakan reaksi atas kesewenang-wenangan penguasa dan kebijakan yang dianggap tidak adil. Alih-alih bertransformasi menjadi institusi sipil yang humanis, Polri dinilai masih melanggengkan wajah lama yang represif, biadab, dan anti-demokrasi.

” Tindakan brutal dan penggunaan kekerasan oleh aparat bersenjata lengkap dianggap melanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia,” tegas Andi Darwin.

Tidak hanya itu, lanjutnya, bahwa  Insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat dilindas kendaraan polisi semakin memicu kemarahan publik, akibat insiden itu masyarakat mendesak penyelidikan tuntas atas kasus ini dan menyerukan unjuk rasa untuk memprotes tindakan berlebihan aparat kepolisian.

Baca Juga :  Catatan Dishub DKI Jakarta Soal Arus Balik Hari Raya Idul Fitri 1443 H

 

” Saya menduga adanya indikasi kelompok yang menunggangi demonstrasi. Sejumlah aktivis kelompok masyarakat sipil mencurigai adanya kejanggalan dalam tindakan perusakan dan pembakaran selama demonstrasi.”tukas A. Andi Rangreng, SH, MH

 

Lebih lanjut A. Andi Rangreng SH MH mem bahwa dalam mengantisipasi keamanan saat demonstrasi, Polri seharusnya mengutamakan pendekatan yang humanis dan menghormati hak asasi manusia. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain pencegahan eskalasi, penggunaan kekuatan yang terukur, serta dialog dan mediasi.

 

Mengenai meninggalnya pengemudi ojol, Andi Darwin menekankan bahwa insiden ini menuntut adanya investigasi yang transparan dan akuntabel untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Sementara itu, penjarahan rumah pejabat menunjukkan adanya tindakan anarkis dan kriminal dalam demonstrasi yang tidak dapat dibenarkan.

Selain itu, Andi Darwin Ranreng mendesak agar institusi Polri dievaluasi dan direformasi secara menyeluruh. Ia juga menyinggung mengenai kemungkinan penggantian Kapolri terkait dengan kinerja Polri dalam penanganan demonstrasi.

Baca Juga :  Rencana yang Cermat Di Perlukan Untuk Rencana Revitalisasi Taman Ragunan

“Kinerja Polri dalam penanganan demonstrasi menjadi sorotan utama dan memicu desakan untuk dilakukan evaluasi serta reformasi menyeluruh. Kapolri dianggap bertanggung jawab atas tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian,” tegasnya.

Andi Darwin juga mengungkapkan bahwa akibat peristiwa tersebut tentunya memicu munculnya beberapa alasan mengapa seorang Kapolri dapat diganti, antara lain karena pensiun, kinerja yang tidak maksimal, masa jabatan berakhir, isu politis, pelanggaran terhadap directives, masalah manajemen, serta kontroversi dan kritik publik.

Di akhir perbincangan dengan awak media, Andi Darwin Ranreng menekankan perlunya perubahan paradigma dalam penanganan demonstrasi. Polri harus mengutamakan prinsip-prinsip hak asasi manusia, menghindari tindakan represif, serta mengedepankan dialog dan mediasi dalam menghadapi massa pengunjuk rasa.

“Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polri dalam penanganan demonstrasi perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x