Home / Headline / daerah / Peristiwa

Senin, 21 November 2022 - 17:11 WIB

Puluhan Warga Korban Meninggal Dunia Pascagempa M5.6 Cianjur

NasionalPos.com, Cianjur – Peristiwa gempa bumi yang terjadi Senin 21/11/2022 siang dengan pusat gempa berada di 10 KM barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di beberapa daerah terdampak.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, BNPB terus melakuan upaya penanganan bencana gempa bumi di Cianjur

“BNPB terus melakukan pendataan jumlah korban, korban jiwa khususnya di Kabupaten Cianjur  puluhan orang meninggal dunia dan 19 orang warga alami luka-luka cukup berat,” Ujar Suharyanto saat melakukan keterangan pers Senin 21/11/2022, pukul 16.15 WIB.

“BNPB akan menempatkan satu unit helikopter untuk mempermudah penanganan darurat bencana, evakusi dan pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi terisolir,” tuturnya.

Baca Juga  Terkait Isu Dana Tambang Libatkan Petinggi Polri, Kapolri Didesak Mengusutnya

Berdasarkan pendataan yang disusun oleh Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB, dampak yang diakibatkan gempa tersebut turut merusak beberap bangunan, seperti 343 unit rumah rusak berat, satu unit pondok pesantren rusak berat, RSUD Cianjur alami rusak sedang. Kemudian empat unit Gedung pemerintah, tiga unit fasilitas pendidikan, satu unit sarana ibadah, satu unit toko dan satu unit cafe juga alami kerusakan, serta ada jalanan yang terputus.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, akan segera menuju ke lokasi terdampak untuk melakukan upaya percepatan penanganan gempa.

Baca Juga  Pj Gubernur DKI Jakarta Harus Bisa Tertibkan ASN Bertindak Legalkan Larangan Berdagang di Trotoar Pemicu Banjir

“Besok pagi saya akan ke lokasi, untuk melaksanakan pendampingan terhadap langkah-langkah penanganan gempa di Cianjur, selain itu untuk memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak” lanjutnya.

“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Suharyanto menjelaskan, tidak ada yang dapat memprediksi kapan terjadinya bencana, yang terpenting bagaimana respon yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat terjadinya bencana.

“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terajdinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,”pungkas Suharyanto.

Share :

Baca Juga

Jokowi 3

Headline

Jokowi Merasa Ada Yang Ingin Jerumuskan Dirinya
tahanan KPK

Headline

KPK Harap Hakim Terapkan Peraturan MA Soal Pidana Semumur Hidup Bagi Koruptor
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (28/8/2020)
BTS

Headline

Sengkarut & Dugaan Korupsi Pembangunan Tower BTS, Jampidsus Di Desak Periksa Menkominfo
Demo di Yatimo

Headline

Pasca Diblokade Massa, Akses Bandara Yatimo, Papua Kembali Dibuka
mustajad latip edit

Headline

Presiden Jokowi Dinilai Layak mendapatkan Nobel Perdamaian 2022
Joe Biden

Headline

Ini Para Miliuner Yang Bantu Biden Menangkan Pilpres AS
penentu

Headline

Kesiapan Komlek Menjadi Penentu Kesuksesan Latihan Armada Jaya XXXIX/2021