Home » Headline » Jelang Muktamar PPP, KH Husnan Dicengkeram Oligarki

Jelang Muktamar PPP, KH Husnan Dicengkeram Oligarki

Dhio Justice Law 25 Sep 2025 451

NasionalPos.com, Jakarta – Menjelang Muktamar X 2025 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinamika meningkat. Sejumlah nama dari luar partai maupun internal yang bermunculan, isu politik transaksionalpun ikut mewarnai.

Pengamat politik yang juga Ketua Program Doktor Universitas Nasional (UNAS), Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar menilai dalam setiap perhelatan demokrasi di partai manapun di Indonesia isu politik transaksional kerap muncul.

“Isu itu (politik transaksional) barang usang, dalam setiap event pemilihan Ketum Parpol di Indonesia sering muncul. Bahkan dalam pesta demokrasi 5 tahunan seperti Pilpres, Pileg, Pilkada, bahkan sampai pemilihan Kepala Desa semua itu sudah jadi rahasia umum,” papar TB Massa saat ditemui di Kampus UNAS, Rabu (24/9/2025)

Menurutnya, isu usang itu justru menjadi penyebab hancurnya tatanan demokrasi dan kehidupan sosial suatu negara atau organisasi. Kehidupan demokrasi, sosial, politik dan hukum di Indonesia menjadi rusak akibat praktik politik transaksional yang merupakan bagian money politic.

“Negara kita bernasib seperti sekarang ini dimana kehancuran di semua lini kehidupan akibat praktik politik transaksional yang dilakukan elit politik bersama cukong atau oligarki. Soal ini sudah saya buat dalam bentuk opini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Demokrat Sebut Putusan MA Tolak PK Kubu Moeldoko itu Sangat Rasional

Lebih lanjut TB Massa mengaku ada kekhawatiran praktik politik transaksional terjadi di PPP yang akan menggelar Muktamar ke-X tahun ini. Indikasinya sejumlah nama yang muncul dinilai publik adalah orang-orang dari bagian atau kaki tangan oligarki. Termasuk diantaranya orang yang dianggap gagal memimpin PPP untuk lolos ke Senayan pada Pemilu tahun 2024 lalu.

Sementara, sosok seperti Prof. Dr. Husnan Bey Fanani yang merupakan kader tulen PPP, Ketum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang juga cucu pendiri Pesantren Gontor serta mantan dubes Azerbaijan, justru namanya tenggelam hanya karena tak punya dana untuk kampanye.

Prof. Dr. Husnan Bey Fanani

“Ini ironis, pak Husnan yang kader tulen PPP sekaligus Ketum PP Parmusi juga cucu pendiri Pesantren Gontor justru namanya tenggelam di media massa mainstream, namun di media sosial ia terlihat dapat banyak dukungan bukan hanya dari internal PPP, tapi juga kalangan umat muslim, itu modal sosial karena Pak Husnan dikenal luas di kalangan Pondok Pesantren. Dia punya basis massa islam yang kuat dan massif, kapasitas, kapabilitas dan integritas, tapi tak punya ‘isi tas’. Tampaknya oligarki mencengkram kuat agar Pak Husnan tak berdaya, namun Pak Husnan tentu tak akan gentar,” jelasnya.

Baca Juga :  Komunitas IWB Bersama Warga Pakel Mendukung dan Siap Menjaga Kondusivitas Keamanan Selama sidang PS Pengadilan Negeri Banyuwangi

Menurutnya, kini nasib partai Ka’bah berpulang kepada seluruh kader PPP. Apakah akan menyerahkan partainya kepada para kaki tangan oligarki yang menjadi musuh Presiden Prabowo atau memberi kesempatan kepada sosok ideolog Islam yang tak punya ‘isi tas’ sehingga mustahil melakukan money politik.

“Presiden Prabowo punya tekad membasmi para serakahnomics dan koruptor, semangat itu ada pada diri Pak Husnan. Semua kembali kepada kader PPP yang memiliki hak penuh terhadap partainya,” pungkasnya.

Diketahui menjelang Muktamar X PPP Tahun 2025 ini, sejumlah nama muncul disebut sebagai calon Ketua Umum PPP diantaranya, Mardiono, Sandiaga Uno, Amran Sulaiman, Saifullah Yusuf, hingga Jendral TNI (purn) Dudung Abdurrachman. (dhio)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x