Home » Headline » Jelang Muktamar PPP, KH Husnan Dicengkeram Oligarki

Jelang Muktamar PPP, KH Husnan Dicengkeram Oligarki

Dhio Justice Law 25 Sep 2025 409

NasionalPos.com, Jakarta – Menjelang Muktamar X 2025 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinamika meningkat. Sejumlah nama dari luar partai maupun internal yang bermunculan, isu politik transaksionalpun ikut mewarnai.

Pengamat politik yang juga Ketua Program Doktor Universitas Nasional (UNAS), Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar menilai dalam setiap perhelatan demokrasi di partai manapun di Indonesia isu politik transaksional kerap muncul.

“Isu itu (politik transaksional) barang usang, dalam setiap event pemilihan Ketum Parpol di Indonesia sering muncul. Bahkan dalam pesta demokrasi 5 tahunan seperti Pilpres, Pileg, Pilkada, bahkan sampai pemilihan Kepala Desa semua itu sudah jadi rahasia umum,” papar TB Massa saat ditemui di Kampus UNAS, Rabu (24/9/2025)

Menurutnya, isu usang itu justru menjadi penyebab hancurnya tatanan demokrasi dan kehidupan sosial suatu negara atau organisasi. Kehidupan demokrasi, sosial, politik dan hukum di Indonesia menjadi rusak akibat praktik politik transaksional yang merupakan bagian money politic.

“Negara kita bernasib seperti sekarang ini dimana kehancuran di semua lini kehidupan akibat praktik politik transaksional yang dilakukan elit politik bersama cukong atau oligarki. Soal ini sudah saya buat dalam bentuk opini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Karya Bakti Pengecoran Jalan Raya Di Perbatasan

Lebih lanjut TB Massa mengaku ada kekhawatiran praktik politik transaksional terjadi di PPP yang akan menggelar Muktamar ke-X tahun ini. Indikasinya sejumlah nama yang muncul dinilai publik adalah orang-orang dari bagian atau kaki tangan oligarki. Termasuk diantaranya orang yang dianggap gagal memimpin PPP untuk lolos ke Senayan pada Pemilu tahun 2024 lalu.

Sementara, sosok seperti Prof. Dr. Husnan Bey Fanani yang merupakan kader tulen PPP, Ketum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang juga cucu pendiri Pesantren Gontor serta mantan dubes Azerbaijan, justru namanya tenggelam hanya karena tak punya dana untuk kampanye.

Prof. Dr. Husnan Bey Fanani

“Ini ironis, pak Husnan yang kader tulen PPP sekaligus Ketum PP Parmusi juga cucu pendiri Pesantren Gontor justru namanya tenggelam di media massa mainstream, namun di media sosial ia terlihat dapat banyak dukungan bukan hanya dari internal PPP, tapi juga kalangan umat muslim, itu modal sosial karena Pak Husnan dikenal luas di kalangan Pondok Pesantren. Dia punya basis massa islam yang kuat dan massif, kapasitas, kapabilitas dan integritas, tapi tak punya ‘isi tas’. Tampaknya oligarki mencengkram kuat agar Pak Husnan tak berdaya, namun Pak Husnan tentu tak akan gentar,” jelasnya.

Baca Juga :  Izin Pertambangan Emas Tumpang Pitu: Tanya-tanya Hukum di Balik Kerusakan Alam.

Menurutnya, kini nasib partai Ka’bah berpulang kepada seluruh kader PPP. Apakah akan menyerahkan partainya kepada para kaki tangan oligarki yang menjadi musuh Presiden Prabowo atau memberi kesempatan kepada sosok ideolog Islam yang tak punya ‘isi tas’ sehingga mustahil melakukan money politik.

“Presiden Prabowo punya tekad membasmi para serakahnomics dan koruptor, semangat itu ada pada diri Pak Husnan. Semua kembali kepada kader PPP yang memiliki hak penuh terhadap partainya,” pungkasnya.

Diketahui menjelang Muktamar X PPP Tahun 2025 ini, sejumlah nama muncul disebut sebagai calon Ketua Umum PPP diantaranya, Mardiono, Sandiaga Uno, Amran Sulaiman, Saifullah Yusuf, hingga Jendral TNI (purn) Dudung Abdurrachman. (dhio)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x